Bab 59

Waktu berjalan tanpa benar-benar terasa.

Napas Leo yang semula berat kini sepenuhnya teratur, jatuh bangun perlahan di paha Vana. Entah sejak kapan, kelopak mata Vana ikut terasa berat. Tubuhnya masih kaku di awal, tapi kelelahan akhirnya menang juga. Punggungnya bersandar ke sofa, kepalanya sedikit miring.

Tangannya masih berada di rambut Leo.

Dan tanpa ia sadari, sentuhan itu berubah dari ragu menjadi kebiasaan—jemarinya bergerak pelan, berulang, menenangkan. Bukan hanya Leo yang tertidur. Vana pun akhirnya terlelap, dengan posisi yang sama, tanpa berani bergerak sedikit pun.

Di luar, malam makin larut.

Awan gelap menggantung rendah, lalu tanpa peringatan, hujan turun deras. Suaranya menghantam kaca jendela apartemen, mula-mula pelan, lalu semakin ramai. Kilat menyambar sesekali, menerangi ruang tamu dalam kilasan cahaya putih singkat.

Vana terbangun perlahan.

Awalnya ia mengira itu mimpi—suara hujan, udara dingin yang menyusup, dan rasa berat di pahanya. Ia mengerjap, mencoba fokus. Lampu ruang tengah masih menyala redup. Jam dinding menunjukkan hampir jam 10 malam.

Dan Leo… masih di sana.

Tidur lelap, wajahnya terlihat lebih damai dari sebelumnya. Alisnya tak lagi berkerut, rahangnya tak lagi tegang. Untuk sesaat, Vana hanya menatapnya, lupa bernapas.

“Hujan…” gumamnya pelan saat kilat kembali menyambar.

Ia hendak bergerak—sekadar menggeser tubuhnya agar Leo lebih nyaman—saat suara kunci pintu berputar dari luar terdengar jelas.

Klik.

Vana membeku.

Pintu apartemen terbuka, dan angin malam yang membawa aroma hujan menyelinap masuk. Langkah kaki terdengar, diikuti suara Azam yang lelah.

“Kak…?”

Azam berhenti di tempat.

Tas kerja masih menggantung di bahunya, jaketnya sedikit basah. Matanya menyesuaikan dengan cahaya redup ruang tengah—lalu membelalak.

“HAH—”

Suaranya refleks tertahan setengah jalan.

Azam menatap pemandangan di depannya dengan ekspresi tak percaya: Leo tidur lelap dengan kepala di paha Vana, sementara kakaknya duduk kaku seperti patung, jelas baru…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!