Di tribun, Vana berdiri terpaku beberapa detik. Sorak penonton masih menggema, tapi matanya hanya fokus pada satu hal: mobil hitam yang kini melambat dan berhenti di pit.
Aska melompat-lompat kegirangan di sampingnya, pelukan kecilnya membuat Vana tersenyum sambil menahan air mata.
“Abang… menang, Mami! Abang menang!” teriak Aska girang.
Vana mengangguk, suaranya tercekat. “Iya… mami lihat, sayang. Abang hebat.”
Di lintasan, Aksa menurunkan kaca helmnya perlahan. Wajahnya bersinar—bukan hanya karena kemenangan, tapi karena ia melihat sosok yang selama ini ia rindukan. Mata Vana menatapnya dengan campuran rasa lega dan bangga.
Begitu mobil berhenti, Aksa membuka pintu dan keluar. Kaki menapak di aspal, napasnya masih berat, tapi senyum itu tak bisa disembunyikan. Ia berjalan cepat ke arah tribun.
Vana dan Aska langsung berlari turun dari tribun VVIP, ditemani Agam dan Kenan yang sejak awal menonton dari sana. Langkah mereka dikawal ketat oleh para bodyguard Leo, namun Vana nyaris tak menyadari sekitar. Fokusnya hanya satu: Aksa.
Begitu melihat Vana mendekat, Aksa langsung berlari dan memeluknya erat.
“Mami…”
Satu kata itu saja sudah cukup. Semua mata dan lensa kamera langsung tertuju pada mereka. Aksa memeluk Vana kuat-kuat, seakan ingin memastikan bahwa pelukan ini nyata. Tangis bahagia pecah di dadanya.
“Abang kira Mami nggak akan datang,” ucapnya lirih, jujur, tanpa ditahan.
Vana membalas pelukan itu dengan sama kuatnya. Tangannya mengusap punggung Aksa berulang kali, seperti menenangkan anak kecil yang ketakutan.
“Kan Mami sudah bilang,” ucapnya lembut,
“Mami akan usahakan datang untuk mendukung anak Mami.”
Mereka perlahan melepaskan pelukan. Vana mengusap pipi Aksa yang basah oleh keringat dan air mata.
“Mami bangga sama Abang.”
“Terima kasih, Mi… maaf ya, Mami. Tadi Abang terlalu fokus,” ucap Aksa rendah. Suaranya berat, tapi hangat. “Tapi Abang senang banget Mami datang.”
Vana meraih wajah Aksa dengan kedua tangannya. Jari-jarinya sedikit bergetar.
“Nggak apa-…
Jodohku Pak CEO DUDA
Bab 34
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments