Bangkit Perlahan

Sepulang dari rumah sakit. Alina, dia mengurung diri di dalam kamarnya, tidak ada pembicaraan seperti biasanya ataupun senyuman hangat maupun semangat untuk beraktivitas.

Kertas-kertas hasil dari rancangan tangan nya dan juga undangan pernikahan yang masih tersisa berserakan dimana-mana. Tidak ada reaksi ataupun keinginan untuk membereskannya. Hanya mata yang lelah dengan pemikiran yang berat menatap semua itu.

"Nona, ayo makan dulu. Bibi bawakan makanan untuk nona." Bibi, wanita paruh baya itu berusaha untuk kebangkitan dari wanita yang sedang terpuruk itu.

Tidak ada jawaban, tangannya kembali mengetuk pintu. "Nona, bibi masuk ya." Masih tidak ada jawaban, wanita paruh baya itu akhirnya memutuskan untuk membuka pintu. Dan bagusnya, itu tidak terkunci. Hawa pengap dengan keadaan yang gelap membuat bibi melangkah dengan hati-hati. Perlahan tangannya menyalakan saklar lampu.

Seiring dengan menyalanya cahaya, tampak Alina dengan tatapan kosongnya meringkuk di kursi menatap balkon yang terhalang jendela dan menampilkan langit yang gelap tanpa rembulan.

"Nona, bibi bawakan makanan dan juga teh. Ayo nona, makan dulu.... Atau setidak-tidaknya nona minum teh nya." jelas bibi penuh harap, hatinya sakit melihat Alina yg tidak bereaksi.

"Nona..... apa yang terjadi pada nona, itu adalah hal yang menyakitkan. Tapi nona, bibi yakin nona tidak akan menyerah semudah itu. Setelah apa yang nona alami hingga sekarang.... Apa nona sungguh ingin menyerah?" Alina mulai merespon, matanya menatap sejenak bibi.

"Nona, setiap yang terjadi.... itu memiliki maksud tersendiri. kalau tidak memberikan kebahagiaan, maka itu memberikan kekuatan agar nona semakin kuat dan nona sanggup untuk itu. Mungkin, dia memang bukan jodoh nona. Akan lebih baik terjadi sekarang, bagaimana kalau itu terjadi setelah nona menikah? Bukankah itu lebih menyakitkan Nona?" Jelas bibi.

Air mata, air mata menjadi jawaban Alina. Tak lama bahunya kembali bergetar dan tenggelam pada bahu bibi yang menjadi sandaran nya. "Nona! Nona, bibi disini.... Nona tidak sendiri." Malam itu, Alina kembali menangis, tapi mungkin itu menjadi tangisan pembangkit semangat nya kembali.

Selepas malam itu, Alina mulai menata kehidupan nya kembali. Alina juga perlahan berganti menjadi sosok yang berbeda. Setelah tidak ada kabar dari Edward dan pernikahan yang batal, Alina menjadi gila kerja dan menjadi pendiam.

"Nona makan dulu." Ujar bibi membawa makanan, meksipun tidak di meja makan, setidaknya ada perkembangan.

"Iya, letakkan saja disana." Ujar Alina dengan sketsa desain baju di depannya.

"Jangan lupa nona, bibi tidak ingin Nona sakit." Perkataan wanita itu membuat Alina meletakkan sketsanya dan mengambil piring berisi lauk pauk enak itu.

"Sudah, aku makan...." Bibi yang melihat apa yang diharapkannya, wanita itu perlahan mundur.

Dibalik pintu besar itu, air matanya kembali mengalir. "Aku sangat berharap nona kembali seperti dulu. Ini sudah sepuluh bulan, tetapi nona menjadi pribadi lain."

********************

"Nona mau berangkat?" Tanya bibi kepada Alina di malam pukul sembilan.

"Iya, aku mau menemui klien. Ingin memastikan ukuran tubuhnya dan juga desain nya. Aku akan kembali cepat." Seolah tau rasa khawatir wanita itu, Alina mengatakannya.

"Baiklah, nona hati-hati."

"Iya." Alina melajukan mobilnya, di tengah perjalanan yang mendekati jalanan dengan pepohonan samping kiri kanan, Alina dikagetkan dengan sesosok yang melintas di depan mobilnya membuat Alina banting setir.

Alina yang merasakan pusing di kepalanya dikejutkan dengan wajah yang berada di depan kaca mobilnya. "Ed?"

Bersambung......

Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🥰 🙏

Episodes
1 Luka
2 Bangkit Perlahan
3 Kembali Menghilang
4 Mengejutkan!
5 Baby Rosa
6 Keputusan Alina
7 Tidak Peduli
8 Mengatasi Gangguan
9 Sandiwara?
10 Semuanya Bohong!
11 Nurani VS Akal
12 Terbiasa?
13 Apa yang terjadi?
14 Terluka
15 Kepedulian?
16 Masalah Baru
17 Sebuah Panggilan
18 Sebuah Mimpi Buruk
19 Mengambil keputusan
20 Pergi Jauh
21 Akhirnya tiba juga
22 Penantian dan perdebatan
23 Kabar baik
24 Musim Semi
25 Ya, Mama.....
26 Hari Pertama
27 Kotak Antik
28 Liontin
29 Sia-sia
30 Permintaan Kecil
31 Keputusan dan Pantang mundur
32 Debaran itu
33 Paman Pelanggan setia
34 Menyusun strategi
35 Tanpa Sadar
36 Hari Pertama sekolah
37 Gelisah
38 Berat Hati
39 Dimana Rosa?
40 Wanita Tidak Waras
41 Obat Ampuh
42 Mommy, apa dia Daddy ku?
43 Perlawanan dan Ancaman
44 Opsi
45 Aku ingin kesana
46 Bak Pinang dibelah dua
47 Bunda?
48 Untuk siapa?
49 Bukan Dokter
50 Menuju Rahasia
51 Kembali Histeris
52 Melihatnya
53 Ya, satu Tahun!
54 Ingin Lagi
55 Aroma yang mendebarkan
56 Tragedi Mie Instan
57 Korban Penolakan Rosa
58 Mulai Luluh
59 Memasak Bersama
60 Tidak Bisa Menolak
61 Aku, jatuh cinta!
62 Hasilnya?
63 Misi Dimulai!
64 Restoran
65 Sebuah Janji
66 Coba ini
67 Pesta
68 Malam Dengan Kesal dan....
69 Perekat
70 Janji!
71 Rasa Takut di tengah malam
72 Resmi!
73 Biasakan
74 Finally!
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Luka
2
Bangkit Perlahan
3
Kembali Menghilang
4
Mengejutkan!
5
Baby Rosa
6
Keputusan Alina
7
Tidak Peduli
8
Mengatasi Gangguan
9
Sandiwara?
10
Semuanya Bohong!
11
Nurani VS Akal
12
Terbiasa?
13
Apa yang terjadi?
14
Terluka
15
Kepedulian?
16
Masalah Baru
17
Sebuah Panggilan
18
Sebuah Mimpi Buruk
19
Mengambil keputusan
20
Pergi Jauh
21
Akhirnya tiba juga
22
Penantian dan perdebatan
23
Kabar baik
24
Musim Semi
25
Ya, Mama.....
26
Hari Pertama
27
Kotak Antik
28
Liontin
29
Sia-sia
30
Permintaan Kecil
31
Keputusan dan Pantang mundur
32
Debaran itu
33
Paman Pelanggan setia
34
Menyusun strategi
35
Tanpa Sadar
36
Hari Pertama sekolah
37
Gelisah
38
Berat Hati
39
Dimana Rosa?
40
Wanita Tidak Waras
41
Obat Ampuh
42
Mommy, apa dia Daddy ku?
43
Perlawanan dan Ancaman
44
Opsi
45
Aku ingin kesana
46
Bak Pinang dibelah dua
47
Bunda?
48
Untuk siapa?
49
Bukan Dokter
50
Menuju Rahasia
51
Kembali Histeris
52
Melihatnya
53
Ya, satu Tahun!
54
Ingin Lagi
55
Aroma yang mendebarkan
56
Tragedi Mie Instan
57
Korban Penolakan Rosa
58
Mulai Luluh
59
Memasak Bersama
60
Tidak Bisa Menolak
61
Aku, jatuh cinta!
62
Hasilnya?
63
Misi Dimulai!
64
Restoran
65
Sebuah Janji
66
Coba ini
67
Pesta
68
Malam Dengan Kesal dan....
69
Perekat
70
Janji!
71
Rasa Takut di tengah malam
72
Resmi!
73
Biasakan
74
Finally!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!