Mengejutkan!

...Sebelum membaca, boleh berikan vote 🎟️, secangkir ☕ maupun setangkai 🌹 agar author lebih semangat, terimakasih ...

...Happy Reading ...

Apa lagi sekarang?" Alina tampak menimang-nimang sejenak dan setelah mendapatkan keputusannya ia melajukan mobilnya.

Alina memilih menuju rumah sakit, dan juga ingin mengatakan kepada Edward agar tidak menyangkut pautkan dirinya lagi. "Suster.."

"Mari Nona." Suster itu langsung menuntun Alina ke sebuah ruangan yang Alina rasa bukan itu ruangan sebelumnya.

"Silakan Nona." Alina yang tidak bertanya apapun selama berjalan, justru langsung kaget ketika melihat kondisi Edward di ranjang rumah sakit.

"Apa yang terjadi?" Sungguh itulah pertanyaan yang mendera di benak Alina melihat kondisi Edward di depan matanya.

"Alina." Edward yang menyadari kedatangan Alina memanggil namanya dengan lirih. .

Alina melangkah pelan sambil menatap wajah penuh luka Edward yang terpampang di depan mata nya. Begitu banyak perban di tubuh Ed dengan luka yang beragam di wajah dan tangannya. Tentu Alina bertanya-tanya apa yang terjadi pada pria ini. Sebelumnya, dia begitu ingat, kalau Edward terluka hanya di bagian perutnya saja. Tetapi ini, hampir semua tubuhnya terluka.

"Kau kenapa?" Akhirnya pertanyaan itu terlontar dari mulut Alina.

Edward bukannya menjawab, dia malah tersenyum kecil dengan wajah yang berhiaskan luka. "Tidak penting. Aku senang kau mau datang." Ujar Edward yang tak melepaskan pandangannya.

"Suster....." Alina ingin bertanya.

"Pasien kembali dengan keadaan seperti ini. Tetapi lukanya segera ditangani." Jelas suster mengerti kebingungan wanita itu.

"Istirahatlah, itu lebih penting." Alina ingin beranjak pergi.

"Alina! Tunggu! Aku ingin bicara. Tolong...." Langkah kaki Alina terhenti dan tubuhnya tersentak ketika sentuhan lembut di pergelangan tangannya.

"Dengarkan aku, sebentar saja. Tolong..." Pinta Ed dengan lirih.

"Katakan." Meksipun Alina tidak menatap wajah Edward, tetapi pria itu tidak mempermasalahkannya. 

"Aku tidak punya waktu, bisakah aku meminta tolong."

"Kau punya keluarga, kenapa aku? Kita tidak punya hubungan!" Tegas Alina.

"Tapi aku hanya punya dirimu." Alina memejamkan matanya, dia sungguh tidak mengerti apa maksud dari ucapan Edward kepadanya.

"Lelucon apa ini?" 

"Suster...." Tampak wanita dengan seragam putih itu melangkah pergi dan Alina hanya terfokus pada lelucon Edward.

"Aku tidak punya waktu!" Alina tidak dapat melanjutkan ucapannya ketika melihat suster itu datang dengan seorang bayi mungil di dekapannya.

Suster itu menghampiri Edward dan memberikan bayi itu ke dekapan Edward. Dengan luka yang masih basah, Edward menerima bayi cantik itu. "Aku ingin kau menjaga nya, aku tidak punya waktu. Aku mohon padamu, mungkin kau berpikir aku ini pimplan, pecundang atau apapun itu. Tetapi tolong, aku sangat memohon kepada mu Alina. Tolong jaga bayi ini... Rosa, itu namanya." Alina berbalik dan menatap sosok mungil itu.

Entah mengapa tangan Alina terulur menyapa wajah lembut itu. "Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik." Setelah mengucapkan itu, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya.

Sontak Alina terkejut karena bayi itu langsung beralih ke tangannya. Tidak ada suara dari Edward, hanya ada suster yang berteriak memanggil dokter. Tidak ada tatapan mata Edward, mata itu tertutup rapat.

"Maaf Nona, pasien telah tiada. Luka yang dideritanya sangat fatal, bukan hanya bagian luar tapi juga dalam yang menganggu organ penting nya." Alina tersadar dari keterdiaman nya, ketika bayi itu menangis.

"Aku tidak ada hubungan dengan bayi ini!!" Alina langsung mengembalikan bayi mungil itu. Dia menolak, begitu banyak yang terjadi, dia tidak bisa menerimanya.

Kepalanya dihantam banyak spekulas, mengenai orang tua bayi itu yang mungkin saja adalah anak Edward dan wanita lain. Alina megambil langkah seribu, bahkan hampir saja bertabrakan dengan dokter yang masuk. Tapi Alina tidak peduli, dia ingin pergi! Pergi dari sini.

"Nona... Nona!" Suster tampak memanggil Alina yang menjauh entah kemana.

Bersambung......

Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰🙏🙏

Episodes
1 Luka
2 Bangkit Perlahan
3 Kembali Menghilang
4 Mengejutkan!
5 Baby Rosa
6 Keputusan Alina
7 Tidak Peduli
8 Mengatasi Gangguan
9 Sandiwara?
10 Semuanya Bohong!
11 Nurani VS Akal
12 Terbiasa?
13 Apa yang terjadi?
14 Terluka
15 Kepedulian?
16 Masalah Baru
17 Sebuah Panggilan
18 Sebuah Mimpi Buruk
19 Mengambil keputusan
20 Pergi Jauh
21 Akhirnya tiba juga
22 Penantian dan perdebatan
23 Kabar baik
24 Musim Semi
25 Ya, Mama.....
26 Hari Pertama
27 Kotak Antik
28 Liontin
29 Sia-sia
30 Permintaan Kecil
31 Keputusan dan Pantang mundur
32 Debaran itu
33 Paman Pelanggan setia
34 Menyusun strategi
35 Tanpa Sadar
36 Hari Pertama sekolah
37 Gelisah
38 Berat Hati
39 Dimana Rosa?
40 Wanita Tidak Waras
41 Obat Ampuh
42 Mommy, apa dia Daddy ku?
43 Perlawanan dan Ancaman
44 Opsi
45 Aku ingin kesana
46 Bak Pinang dibelah dua
47 Bunda?
48 Untuk siapa?
49 Bukan Dokter
50 Menuju Rahasia
51 Kembali Histeris
52 Melihatnya
53 Ya, satu Tahun!
54 Ingin Lagi
55 Aroma yang mendebarkan
56 Tragedi Mie Instan
57 Korban Penolakan Rosa
58 Mulai Luluh
59 Memasak Bersama
60 Tidak Bisa Menolak
61 Aku, jatuh cinta!
62 Hasilnya?
63 Misi Dimulai!
64 Restoran
65 Sebuah Janji
66 Coba ini
67 Pesta
68 Malam Dengan Kesal dan....
69 Perekat
70 Janji!
71 Rasa Takut di tengah malam
72 Resmi!
73 Biasakan
74 Finally!
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Luka
2
Bangkit Perlahan
3
Kembali Menghilang
4
Mengejutkan!
5
Baby Rosa
6
Keputusan Alina
7
Tidak Peduli
8
Mengatasi Gangguan
9
Sandiwara?
10
Semuanya Bohong!
11
Nurani VS Akal
12
Terbiasa?
13
Apa yang terjadi?
14
Terluka
15
Kepedulian?
16
Masalah Baru
17
Sebuah Panggilan
18
Sebuah Mimpi Buruk
19
Mengambil keputusan
20
Pergi Jauh
21
Akhirnya tiba juga
22
Penantian dan perdebatan
23
Kabar baik
24
Musim Semi
25
Ya, Mama.....
26
Hari Pertama
27
Kotak Antik
28
Liontin
29
Sia-sia
30
Permintaan Kecil
31
Keputusan dan Pantang mundur
32
Debaran itu
33
Paman Pelanggan setia
34
Menyusun strategi
35
Tanpa Sadar
36
Hari Pertama sekolah
37
Gelisah
38
Berat Hati
39
Dimana Rosa?
40
Wanita Tidak Waras
41
Obat Ampuh
42
Mommy, apa dia Daddy ku?
43
Perlawanan dan Ancaman
44
Opsi
45
Aku ingin kesana
46
Bak Pinang dibelah dua
47
Bunda?
48
Untuk siapa?
49
Bukan Dokter
50
Menuju Rahasia
51
Kembali Histeris
52
Melihatnya
53
Ya, satu Tahun!
54
Ingin Lagi
55
Aroma yang mendebarkan
56
Tragedi Mie Instan
57
Korban Penolakan Rosa
58
Mulai Luluh
59
Memasak Bersama
60
Tidak Bisa Menolak
61
Aku, jatuh cinta!
62
Hasilnya?
63
Misi Dimulai!
64
Restoran
65
Sebuah Janji
66
Coba ini
67
Pesta
68
Malam Dengan Kesal dan....
69
Perekat
70
Janji!
71
Rasa Takut di tengah malam
72
Resmi!
73
Biasakan
74
Finally!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!