"Bibi tau nona, hati kecil mu menghentikan tindakan yang mungkin akan disesali nantinya. Bibi sungguh berharap, luka nona perlahan akan membaik dan hilang sepenuhnya, meskipun bekas nya masih ada." Harap Bibi sambil memberikan kehangatan pada Rosa yang sudah kembali tenang.
Dengan mata bulatnya, Rosa menatap bibi yang menggendongnya dan memberikan rasa aman dan nyaman. "Wuaaa, babababa." Bibi tersenyum kecil melihat reaksi Rosa.
"Selamat datang kembali sayang Nenek. Ayo, kita tidur lagi."
Bayi kecil itu kembali tertidur pulas, bibi mengamati wajah Rosa yang terlelap dengan napas teratur. "Beberapa waktu kita bersama, nenek baru sadar bahwa kau memiliki tanda lahir yang bagus." Di lengan kecil kanan itu terdapat bentuk bulatan kecil di sana.
Saat suasana sudah tenang serta rasa kantuk yang belum menyerang. Bibi memutuskan membereskan pakaian Rosa yang basah.
"Hmmmmm, hmmmmm." Sambil bersenandung, bibi merapikan dan memilah pakaian rosa. Hingga dia melihat koper yang diberikan kepadanya ketika Rosa datang. "Ah ya, aku bisa mengeluarkan baju dari sini agar kopernya bisa disimpan." Bibi membuka koper itu dan terlihat beberapa baju untuk Rosa disana, ketika sibuk menata ia melihat sebuah kotak beludru bewarna biru gelap.
"Apa ini?"
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Waktu tampaknya semakin berjalan, bayi mungil itu sekarang sudah bisa berjalan mengambil beberapa barang yang membuat bibi senang. "Oh lihat, bunga mawar ku sudah tumbuh sekarang." Bibi memberikan pelukan untuk Rosa yang membuat wajah itu tersenyum senang.
"Astaga....." Alina yang membawa barang miliknya terjatuh karena beberapa mainan Alina yang tercecer. Bibirnya ingin bicara panjang lebar, tapi..... "Kau....." Alina menahan emosinya melihat wajah yang tak berdosa itu apalagi tersenyum seolah menyapa dirinya.
"Bibi!" panggil Alina sambil menghindari mainan yang berserakan.
"Rosa, ayo sama nenek. Maaf Nona, apa ada yg rusak?" Tanya bibi hati-hati melihat ekspresi dari sang nona.
"Tidak, lain kali lebih perhatikan bi. Dia membuat…
Rosalina (Untold Story)
Terbiasa?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments