Mata Alina mengerjap beberapa kali. Tapi sosok itu terlihat semakin jelas, wajah dengan pahatan keturunan campuran eropa dengan rahang yang tegas dan sepasang mata biru itu menatap dirinya. Tapi tatapan itu hanya sejenak, seolah memastikan sesuatu.
"Panggil dokter Sam!" Samar-samar, telinga Alina mendengar nya.
"Mommy! Mommy sudah bangun." Alina menoleh ke samping, tampak Rosa dengan wajah yang basah dan suara yang bergetar mendekatinya dan menjangkaunya dengan sepasang tangan kecilnya.
"Keadaan sudah membaik. Tapi masih perlu dipantau. Bagaimana perasaan mu nyonya?" Tanya dokter setelah memeriksa keadaan Alina.
"Pusing....." Ujar Alina.
"Itu wajar, alangkah baiknya setelah ini makan dengan baik ya. Supaya cepat sembuh." Ujar dokter lembut.
"Rosa suapi mommy ya!" Jelasnya dengan girang. Alina tersenyum kecil menatap putrinya. Tapi tak lama wajahnya tidak memperlihatkan ekspresi apapun.
"Buka mulutnya lagi mommy!" Alina berusaha membuka mulutnya, suapan kecil diberikan oleh putrinya. Anak itu begitu bersemangat, dan memperhatikan nya.
"Rosa sudah makan?" Tanya Alina.
"Rosa akan makan dengan mommy. Lihat!" Dia memasukkan suapan itu ke mulutnya sendiri. "Rosa tidak bisa makan kalau tidak dengan mommy. Apalagi dari tangan orang lain." Jelas Rosa, kening Alina berkerut.
"Apa ada sesuatu yang tidak mommy ketahui sayang? Selama mommy tidur?" Tanya Alina, dia merasa putrinya menyembunyikan sesuatu.
Rosa menghentikan sendok yang mengambil bubur di mangkok itu. Kepalanya menunduk, seraya menggoyangkan sepasang kakinya. Alina tau ekspresi itu. "Rosa, sayang mommy." Panggil Alina lembut.
"Rosa buang buah dari tangan bunda. Rosa tidak mau, tapi dia ingin Rosa makan. Rosa kesal, dan tak lama bunda menangis. Daddy juga kesal dengan Rosa karena itu. Rosa tidak salah mommy." Jujur Rosa.
"Lalu? Apa yang Daddy katakan?"
"Hanya kesal dan setelah itu diam. Karena bunda menangis seperti anak kecil." Lanjut Rosa, Alina menghela napas kecil. Dia belum sepenuhnya memberikan pengertian pada…
Rosalina (Untold Story)
Ya, satu Tahun!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments