Kembali Menghilang

Dari sepasang kakinya yang menginjak rem, sekarang berubah menjadi gerakan cepat sambil mengikuti dokter dengan perawat yang menuju ruang UGD. Tak membutuhkan waktu, mereka sampai dan tubuh Alina ditahan di depan pintu.

"Maaf Nona, hanya sampai sini." Alina sungguh campur aduk sekarang. Rasa kesal, benci ia singkirkan sejenak setelah melihat kondisi Edward yang bersimbah darah saat ini. Tapi gemetar di tangannya masih tercipta, dia mengambil napas beberapa kali, seolah mengusir rasa sesak menjauh dari dadanya.

Bagaimana tidak. Dia melihat Ed dengan keadaan dilumuri cairan merah di tubuhnya. Alina langsung saja tancap gas menuju rumah sakit.

"Apa yang terjadi padanya?" Hanya itu yang terlintas di benaknya. Meksipun perasaan Alina dikecewakan oleh Edward, tetapi ia mengedepankan rasa kemanusiaannya.

Alina mondar-mandir di depan ruangan itu sesekali memijat kepalanya yang terasa pening. Tak lama, ponselnya berbunyi membuat dirinya tersadar dari penantian cemasnya. 

"Nona dimana?" Tanya bibi yang sangat cemas mengenai kondisinya yang belum ada kabar.

"Aku di rumah sakit Bi." Jawab Alina dengan tubuh yang masih bergetar.

"Nona baik-baik saja kan? Nona jawab bibi! Nona bibi sangat cemas, katakan sesuatu."

"Aku baik-baik saja bi, aku mengantarkan Edward."

"Apa?" Bibi tentu kaget bukan main, karena beberapa bulan ini tidak ada kabar mengenai kekasih Nona nya itu dan tiba-tiba saja kembali muncul.

"Apa yang terjadi Nona?"

"Aku tidak tau bi! Aku bertemu dengannya ketika dalam perjalanan. Sungguh! Aku juga tidak tau!" Alina menatap ke atas sambil menahan air matanya.

"Baiklah, apa perlu bibi kesana?" Alina menggeleng sambil menjawab pertanyaan bibi.

"Tidak perlu bi, aku bisa sendiri. Aku juga akan pulang, lagipula aku hanya bertugas mengantarkannya saja. Aku tidak punya hubungan apapun lagi dengan nya." 

"Baik nona. Bibi tunggu di rumah." Tak lama panggilan terputus dan Alina menghubungi nomor lain.

"Aku harus mengabarkan orang tuanya bukan? Ya, setidaknya aku masih berbaik hati." Alina mencoba menelpon, tetapi tidak ada jawaban, hingga Alina memilih mengirimkan pesan karena dirinya juga harus pergi. Klien nya menghubungi dirinya yang tak kunjung datang.

Sejenak Alina menatap ruangan dimana Edward diselamatkan saat ini. "Aku pergi, seperti yang kau inginkan Ed. Kita tidak ada hubungan apapun, aku akan mengingat nya!" Alina langsung melangkahkan kakinya keluar meninggalkan rumah sakit itu.

🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

Beberapa hari ini, Alina tidak tau dan tidak mau tau, bagaimana keadaan Edward. "Kenapa aku harus tau? Itu hanya masa lalu, jalani hidup masing-masing." Alina melepaskan pensil sketsa nya dan duduk termenung sejenak menatap jendela yang memberikan pemandangan lalu lalang.

Ketika Alina baru saja sampai di restoran, ponselnya berdering. Alina yang sungguh lapar tidak menerima panggilan apapun, karena dirinya juga mengabarkan pada siapapun bahwa dirinya tidak menerima panggilan ketika jam tertentu.

Dan benar saja, ponsel Alina berhenti berdering. Tak terasa waktu menunjukkan pukul lima sore, Alina bersiap pulang karena pekerjaan nya akan dilanjutkan di rumah.

"Kenapa langit tiba-tiba mendung?" Ujar Alina menatap langit sebelum masuk ke mobilnya.

Sebelum hujan, Alina menyalakan mesin mobilnya, tetapi lagi-lagi panggilan muncul di ponselnya. "Halo?"

"Maaf ini dengan Nona Alina?"

"Ya, ini siapa?" 

"Kami dari pihak rumah sakit Nona, ingin mengabarkan mengenai pasien yang Nona bawa beberapa hari yang lalu."

"Aku tidak...."

"Pasien itu hilang Nona, dia pergi dua hari yang lalu. Kami pikir mungkin di sudah pulang tetapi tadi siang, dia kembali dengan luka yang terbuka lagi. Kami tidak tau harus menghubungi siapapun, tetapi pasien mengatakan untuk menghubungi Nona. Tolong Nona, ini sangat darurat." Alina diam sambil mencerna setelah panggilan berakhir.

"Apa sekarang?" Pikir Alina tak habis pikir, dia tampak menimbang berat. Akankah dia ke rumah sakit atau tidak?

Bersambung......

Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🥰 🙏

Episodes
1 Luka
2 Bangkit Perlahan
3 Kembali Menghilang
4 Mengejutkan!
5 Baby Rosa
6 Keputusan Alina
7 Tidak Peduli
8 Mengatasi Gangguan
9 Sandiwara?
10 Semuanya Bohong!
11 Nurani VS Akal
12 Terbiasa?
13 Apa yang terjadi?
14 Terluka
15 Kepedulian?
16 Masalah Baru
17 Sebuah Panggilan
18 Sebuah Mimpi Buruk
19 Mengambil keputusan
20 Pergi Jauh
21 Akhirnya tiba juga
22 Penantian dan perdebatan
23 Kabar baik
24 Musim Semi
25 Ya, Mama.....
26 Hari Pertama
27 Kotak Antik
28 Liontin
29 Sia-sia
30 Permintaan Kecil
31 Keputusan dan Pantang mundur
32 Debaran itu
33 Paman Pelanggan setia
34 Menyusun strategi
35 Tanpa Sadar
36 Hari Pertama sekolah
37 Gelisah
38 Berat Hati
39 Dimana Rosa?
40 Wanita Tidak Waras
41 Obat Ampuh
42 Mommy, apa dia Daddy ku?
43 Perlawanan dan Ancaman
44 Opsi
45 Aku ingin kesana
46 Bak Pinang dibelah dua
47 Bunda?
48 Untuk siapa?
49 Bukan Dokter
50 Menuju Rahasia
51 Kembali Histeris
52 Melihatnya
53 Ya, satu Tahun!
54 Ingin Lagi
55 Aroma yang mendebarkan
56 Tragedi Mie Instan
57 Korban Penolakan Rosa
58 Mulai Luluh
59 Memasak Bersama
60 Tidak Bisa Menolak
61 Aku, jatuh cinta!
62 Hasilnya?
63 Misi Dimulai!
64 Restoran
65 Sebuah Janji
66 Coba ini
67 Pesta
68 Malam Dengan Kesal dan....
69 Perekat
70 Janji!
71 Rasa Takut di tengah malam
72 Resmi!
73 Biasakan
74 Finally!
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Luka
2
Bangkit Perlahan
3
Kembali Menghilang
4
Mengejutkan!
5
Baby Rosa
6
Keputusan Alina
7
Tidak Peduli
8
Mengatasi Gangguan
9
Sandiwara?
10
Semuanya Bohong!
11
Nurani VS Akal
12
Terbiasa?
13
Apa yang terjadi?
14
Terluka
15
Kepedulian?
16
Masalah Baru
17
Sebuah Panggilan
18
Sebuah Mimpi Buruk
19
Mengambil keputusan
20
Pergi Jauh
21
Akhirnya tiba juga
22
Penantian dan perdebatan
23
Kabar baik
24
Musim Semi
25
Ya, Mama.....
26
Hari Pertama
27
Kotak Antik
28
Liontin
29
Sia-sia
30
Permintaan Kecil
31
Keputusan dan Pantang mundur
32
Debaran itu
33
Paman Pelanggan setia
34
Menyusun strategi
35
Tanpa Sadar
36
Hari Pertama sekolah
37
Gelisah
38
Berat Hati
39
Dimana Rosa?
40
Wanita Tidak Waras
41
Obat Ampuh
42
Mommy, apa dia Daddy ku?
43
Perlawanan dan Ancaman
44
Opsi
45
Aku ingin kesana
46
Bak Pinang dibelah dua
47
Bunda?
48
Untuk siapa?
49
Bukan Dokter
50
Menuju Rahasia
51
Kembali Histeris
52
Melihatnya
53
Ya, satu Tahun!
54
Ingin Lagi
55
Aroma yang mendebarkan
56
Tragedi Mie Instan
57
Korban Penolakan Rosa
58
Mulai Luluh
59
Memasak Bersama
60
Tidak Bisa Menolak
61
Aku, jatuh cinta!
62
Hasilnya?
63
Misi Dimulai!
64
Restoran
65
Sebuah Janji
66
Coba ini
67
Pesta
68
Malam Dengan Kesal dan....
69
Perekat
70
Janji!
71
Rasa Takut di tengah malam
72
Resmi!
73
Biasakan
74
Finally!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!