Tentang Bianca

"Lepaskan tanganmu Nick!!" Ucap seseorang yang ternyata sejak tadi memperhatikan Bianca dengan diam tanpa Bianca sadari.

Bianca menoleh pada pria yang kini menyambar tangannya dari tangan pria bernama Nick tadi.

"Kau menginginkannya?" Pria itu menyeringai tajam.

Tapi pria itu hanya diam kemudian menarik Bianca keluar dari ruangan itu. Langkahnya yang panjang begitu sulit untuk Bianca ikuti dengan tubuhnya yang terlihat mungil dibandingkan pria di depannya itu.

Bianca langsung menarik tangannya dengan kencang ketika mereka sudah agak menjauh dari ruangan tadi.

"Terima kasih sudah menolong saya Tuan. Permisi!"

Srett...

Pria tadi kembali menarik tangan Bianca hingga keduanya saling berhadapan.

"Apa yang kau lakukan di tempat seperti ini Bee? Kau mau menjual diri?"

Bianca mengangkat kepalanya untuk menatap pria yang sudah dia kali ai temui malam ini.

"Apa yang saya lakukan bukan urusan anda Tuan!" Suara Bianca terdengar begitu rendah dan dingin.

"Permisi!" Bianca memilih meninggalkan pria di hadapannya tadi karena merasa tidak ada urusannya sama sekali dengan pria itu di dalam hidupnya.

Sementara pria itu hanya menatap kepergian Bianca dengan tatapan yang begitu penasaran tentang Bianca.

"Sebenarnya apa yang terjadi dalam hidupmu Bee, kenapa kau bekerja di tempat seperti ini?"

Pria tadi menghubungi seseorang untuk mencari tau tentang Bianca selama delapan tahun terakhir yang tidak pernah ia ketahui.

Memang dia tau kalau keluarga Bianca jatuh setelah kasus korupsi itu, tapi dia tidak tau kalau Bianca sampai bekerja di tempat seperti ini.

Byuurr...

Bianca memejamkan matanya ketika wajahnya disiram dengan segelas air oleh pria yang tadi melemparkan pakaian ke wajahnya.

"Kau baru satu hari bekerja sudah berani membuat ulah hah?!!" Sentak pria di hadapannya itu.

"Kau tau? Dia adalah pelanggan VIP dan kau malah membuatnya marah. Kau memang tidak berguna!!"

"Saya minta maaf Tuan!"

"Pergilah dari sini, aku tidak butuh wanita sok jual mahal sepertimu!!"

Pria itu kembali melemparkan beberapa lembar uang ke wajah Bianca. Di hadapan pria itu, Bianca benar-benar seperti sampah yang tak berguna. Melempar baju ke wajahnya, menyiram air dan kini memberinya uang dengan cara yang sama. Didirnya benar-benar tidak pernah berharga di mata orang lain.

Tapi tak ada raut kemarahan di wajah yang tampak polos tanpa polesan make up itu. Wajah itu terlihat begitu datar tanpa linangan air mata meski dihina dan di rendahkan seperti itu.

"Terima kasih Tuan!" Bianca menunduk memungut uang tak seberapa yang ia dapatkan malam ini.

Bianca keluar dari club malam dengan celana jeans dan kemeja kebesaran sederhana yang ia kenalan tadi. Dia berjalan kaki menjauh dari sana menuju ke apartemennya tanpa berniat mencari taksi sama sekali. Uangnya tidak akan cukup untuk membayar taksi sedangkan untuk bus sudah tidak lagi beroperasi lewat tengah malam seperti ini.

Dia sudah sangat terbiasa berjalan begitu jauh saat tak punya uang seperti sekarang ini. Andai saja dulu Ayahnya tidak tersandung kasus korupsi, pasti hidupnya tidak akan seperti sekarang ini. Dia pasti masih menjadi putri kaya raya yang bisa melakukan apapun tanpa harus bersusah payah.

Tapi meski kasus itu sudah delapan tahun berlalu, Bianca yakin kalau Ayahnya tidak pernah berbuat seperti yang dituduhkan sampai harus menanggung kurungan penjara dua puluh tahun lamanya.

Bianca tau betul seperti apa Ayahnya. Dia tau kalau Ayahnya orang yang jujur dan selalu mementingkan kepentingan orang lain. Tapi entah mengapa, hari itu semua bukti tertuju pada Ayahnya.

Sudah berulang kali Ayahnya mencoba untuk membela diri, mengumpulkan bukti kalau memang Ayahnya tidak bersalah, tapi semua itu nihil. Ayahnya tetap berakhir di penjara dengan semua tuduhan dan bukti palsu itu.

Sejak saat itu, hidup Bianca hancur. Dia serta Ibu dan Kakaknya harus pergi dari rumah yang ia tempati sejak kecil. Rumah yang dibangun Ayahnya untuk Ibunya setelah pernikahan mereka. Bianca benar-benar berasa dititik terendah saat itu tanpa ada orang yang mau membantu keluarga mereka sama sekali.

Korupsi memang kasus paling rendahan apalagi Ayahnya adalah seorang politikus. Tapi orang-orang tak bisa melihat kebenaran itu. Mereka semua hanya bisa melihat bukti yang bisa saja memang direkayasa untuk menjatuhkan Ayahnya. Bagi mereka semua, melihat keluarga pelaku korupsi menderita dan tidak punya apa-apa adalah hal yang membahagiakan.

🌻🌻🌻

Elgard menerima berkas yang diberikan oleh orang suruhannya untuk mencari tau tentang apa yang terjadi pada Bianca dan keluarganya selama ini.

"Jelaskan secara singkat apa yang kau temukan tentang Bianca dan keluarganya!" Perintahnya dengan kuasa.

"Setelah kasus korupsi waktu itu, Tuan Tomy Jhonson ditangkap polisi dan dihukum dua puluh tahun kurungan penjara. Sedangkan Nona Bianca dan Ibunya serta Kakak kandungnya harus keluar dari kediaman mereka dan tinggal di apartemen kumuh. Selang tiga bulan Tuan Tomy di dalam penjara, beliau mengakhiri hidupnya!"

"Apa? Jadi Ayah Bianca sudah meninggal?"

"Benar Tuan. Karena kabar Tuan Tomy yang meninggal karena mengakhiri hidupnya, Nyonya Tatiana mengalami gangguan jiwa. Jadi selama ini Nyonya Tatiana dirawat di rumah sakit jiwa sampai beberapa hari yang kalau akhrinya dinyatakan meninggal dunia karena kesehatannya yang menurun!"

Elgard bersandar dengan lemah. Dia tak menyangka kalau kedua orang tua Bianca sudah meninggal dunia. Terlebih tentang Ayahnya yang memilih mengakhiri hidupnya dan Ibunya yang menjadi gila.

"Lalu dimana Kakaknya, Davis Jhonson?"

"Saat ini dia ada di dalam penjara karena kasus penggunaan obat-obatan terlarang Tuan. Hukumannya tujuh tahun dan baru berjalan tiga tahun!"

Elgard memijat pangkal hidungnya. Dia tak menyangka kalau hidup Bianca begitu berat dan Elgard tidak tau apa-apa sama sekali.

Rasa bersalah langsung menyeruak di dalam dadanya. Dulu dia memang terpaksa menerima pertunangan dengan Bianca, dia tidak mencintai wanita itu, tapi seharusnya Elgard tidak lepas tangan dan meninggalkannya begitu saja setelah perjodohan mereka batal.

"Sekarang apa yang Bianca lalukan? Kenapa dia bekerja di tempat seperti itu?"

"Nona Bianca sebenarnya tidak hanya bekerja di tempat itu Tuan. Itu hanya pekerjaan sampingannya saja. Banyak sekali yang dilakukan Nona Bianca untuk mendapatkan uang, menjadi pelayan, memakai kostum maskot, terkadang juga menjadi pengantar makanan. Semua itu Nona Bianca lakukan untuk mendapatkan uang uang ia gunakan untuk membayar biaya perawatan Ibunya dan membayar semua hutang Kakaknya yang dibebankan kepadanya"

"Kau tau dimana apartemen Bianca saat ini?"

"Ada di dalam dokumen itu Tuan, saya sudah merangkum semuanya dengan rinci!"

"Baiklah, kau boleh pergi!"

"Permisi Tuan!"

"Hmm!"

"Sialan, apa gunanya pria itu!" Elgard memaki Davis yang menurutnya menjadi pria tak berguna setelah membaca semua tentang Bianca yang tidak ia ketahui selama ini.

Terpopuler

Comments

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

Ah Bianca sungguh miris hidupmu, Ayah mu meninggal karna di tuduh korupsi dan ibumu meninggal karna depresi dan kamu ga bisa menebus k3m4tiannya di RS di tambah kakak mu pun ga bisa di andalkan karna di tahan... jadi benar² harus berjuang sendiri tanpa seorang pun yang menjadi tempat Cerita mu.

2026-08-28

0

Ais

Ais

msh nyimak blm bs komen apa"

2025-12-28

4

Andriyani Lina

Andriyani Lina

dari rasa kasihan egrad ke bianca, akan menjadi jembatan cinta untuk egrad.

2025-12-28

2

lihat semua
Episodes
1 Wanita di masa lalu
2 Tentang Bianca
3 Elgard dan Meriana
4 Bantuan dari Elgard
5 Masa lalu
6 Belas kasihan
7 Apartemen Bianca
8 Perubahan sikap Elgard
9 Hanya prihatin, bukan cinta
10 Usaha Kevin
11 Isi kepada Elgard
12 Niat Kevin untuk Bianca
13 Tujuan Elgard yang sebenarnya
14 Masalah baru Bianca
15 Tanpa judul
16 Tak terkendali
17 Jangan telalu ikut campur!
18 Lagi-lagi Elgard
19 Makanlah bersamaku!
20 Ketahuan Elgard
21 Desakan Ayah Elgard
22 Meriana bertemu Bianca
23 Alasan Elgard
24 Kemarahan Meriana
25 Rencana Elgard
26 Perdebatan Elgard dan Meriana
27 Rencana Meriana
28 ????
29 Persiapan pertunangan
30 Manginap di apartemen Bianca
31 Banyak mainan
32 Semua salah Elgard
33 Batalnya pertunangan
34 Ingin dekat dengan Bianca
35 Masa lalu yang menyakitkan
36 Menebus kesalahan
37 Kejanggalan kasus Tomy Jhonson
38 Bergerak diam-diam
39 Aku mencintaimu!
40 Dua manusia licik
41 Elgard lagi
42 Bianca menurunkan egonya
43 Aku merindukanmu Bee!
44 Rindu yang tersampaikan
45 Cemburu
46 Percayalah padaku!
47 Pesta
48 Bukan mainan
49 Menginap di apartemen Bianca
50 Bertemu Niko
51 Terjawab sudah
52 Keputusan Elgard
53 Tidur bersama
54 Meminta kesempatan ke dua
55 Membuang Meriana
56 Hadiah dari dua pria
57 Aku membencimu!
58 Keberanian Bianca
59 Ancaman Joshep
60 Ancaman yang nyata
61 Memilih Roy
62 Hancur
63 Rahasia besar
64 Terungkap
65 Aku memaafkanmu
66 Berjuang sama-sama
67 Bertemu Ami
68 Orang-orang misterius
69 Dalang sebenarnya
70 Rencana sebenarnya
71 Penyesalan Joshep
72 Davis Jhonsone
73 Mantan kekasih
74 Mengulang malam itu
75 Adel dan Sofia
76 Akhirnya
77 Kevin patah hati
78 Tuduhan Kevin
79 Adel hamil
80 Rumah baru
81 Paksaan Adel
82 Adel tau perasaan Kevin pada Bianca dan Sofia
83 Hanya teman
84 Nasehat Bianca
85 Kedekatan Kevin dan Sofia
86 Perubahan Adel
87 Kami hanya teman
88 Adel kecewa
89 Dua wanita hamil
90 Kebimbangan Kevin
91 Memilih Adel
92 Sofia patah hati
93 GANTI MEMPELAI, MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH
94 Maafkan aku
95 Beri aku kesempatan
96 Tulus, bukan pura-pura
97 Cincin pernikahan
98 Aku muak
99 Salah paham
100 Menjelaskan kesalahpahaman
101 Iya atau tidak?
102 Ulang tahun Adel
103 Hadiah sebenarnya
104 Menuju akhir
105 Selesai
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Wanita di masa lalu
2
Tentang Bianca
3
Elgard dan Meriana
4
Bantuan dari Elgard
5
Masa lalu
6
Belas kasihan
7
Apartemen Bianca
8
Perubahan sikap Elgard
9
Hanya prihatin, bukan cinta
10
Usaha Kevin
11
Isi kepada Elgard
12
Niat Kevin untuk Bianca
13
Tujuan Elgard yang sebenarnya
14
Masalah baru Bianca
15
Tanpa judul
16
Tak terkendali
17
Jangan telalu ikut campur!
18
Lagi-lagi Elgard
19
Makanlah bersamaku!
20
Ketahuan Elgard
21
Desakan Ayah Elgard
22
Meriana bertemu Bianca
23
Alasan Elgard
24
Kemarahan Meriana
25
Rencana Elgard
26
Perdebatan Elgard dan Meriana
27
Rencana Meriana
28
????
29
Persiapan pertunangan
30
Manginap di apartemen Bianca
31
Banyak mainan
32
Semua salah Elgard
33
Batalnya pertunangan
34
Ingin dekat dengan Bianca
35
Masa lalu yang menyakitkan
36
Menebus kesalahan
37
Kejanggalan kasus Tomy Jhonson
38
Bergerak diam-diam
39
Aku mencintaimu!
40
Dua manusia licik
41
Elgard lagi
42
Bianca menurunkan egonya
43
Aku merindukanmu Bee!
44
Rindu yang tersampaikan
45
Cemburu
46
Percayalah padaku!
47
Pesta
48
Bukan mainan
49
Menginap di apartemen Bianca
50
Bertemu Niko
51
Terjawab sudah
52
Keputusan Elgard
53
Tidur bersama
54
Meminta kesempatan ke dua
55
Membuang Meriana
56
Hadiah dari dua pria
57
Aku membencimu!
58
Keberanian Bianca
59
Ancaman Joshep
60
Ancaman yang nyata
61
Memilih Roy
62
Hancur
63
Rahasia besar
64
Terungkap
65
Aku memaafkanmu
66
Berjuang sama-sama
67
Bertemu Ami
68
Orang-orang misterius
69
Dalang sebenarnya
70
Rencana sebenarnya
71
Penyesalan Joshep
72
Davis Jhonsone
73
Mantan kekasih
74
Mengulang malam itu
75
Adel dan Sofia
76
Akhirnya
77
Kevin patah hati
78
Tuduhan Kevin
79
Adel hamil
80
Rumah baru
81
Paksaan Adel
82
Adel tau perasaan Kevin pada Bianca dan Sofia
83
Hanya teman
84
Nasehat Bianca
85
Kedekatan Kevin dan Sofia
86
Perubahan Adel
87
Kami hanya teman
88
Adel kecewa
89
Dua wanita hamil
90
Kebimbangan Kevin
91
Memilih Adel
92
Sofia patah hati
93
GANTI MEMPELAI, MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH
94
Maafkan aku
95
Beri aku kesempatan
96
Tulus, bukan pura-pura
97
Cincin pernikahan
98
Aku muak
99
Salah paham
100
Menjelaskan kesalahpahaman
101
Iya atau tidak?
102
Ulang tahun Adel
103
Hadiah sebenarnya
104
Menuju akhir
105
Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!