Bianca tak mau menatap ke arah Elgard sejak tadi. Entah apa yang ada di wajahnya saat ini sampai Elgard tak memalingkan wajahnya sedikitpun darinya.
"Berhenti menatapku seperti itu dan tidurlah!" Ujar Bianca tanpa mau membuka matanya sedikit pun. Dia berusaha untuk tetap memejamkan mata meski terganggu dengan Elgard yang tersebut menatapnya sejak tadi.
"Kenapa tidak boleh? Aku hanya sedang memandang wanita yang kucintai!"
Bianca mendengus kemudian ingin berbalik memunggungi Elgard, namun Elgard lebih dulu menahannya. Dia menggeser tubuhnya lebih mendekat pada Bianca. Menarik tubuh Bianca semakin dekat hingga tak ada jarak diantara mereka. Elgard mendekap Bianca dalam pelukannya dan menjadikan lengannya sebagai bantalan kepala Bianca.
"Maafkan aku karena impianmu yang sudah ada di depan mata jadi seperti ini. Tapi aku janji sayang, semuanya akan kembali baik-baik saja setelah kita berhasil melewati ini semua. Kau akan kembali meraih mimpimu yang sejak dulu kau impikan!"
Bianca tau yang dimaksud Elgard adalah tentang parfumnya yang carut marut saat ini.
"Berhentilah meminta maaf El. Aku tidak mau mendengarnya lagi! Sudah cukup kata maaf yang kau ucapkan itu!"
"Bahkan seribu kali aku mengatakannya pun tak akan cukup!" Balas Elgard yang memang merasa jika kesalahannya itu tak patut dimaafkan.
"Maka berhentilah, aku lelah mendengarnya. Aku juga sudah memaafkanmu!"
"Baiklah, sekarang istirahatlah. Kau pasti sangat lelah!" Elgard mengecup pucuk kepala Bianca dan memeluk wanita itu semakin erat.
"Kau juga!"
Menangis sesenggukan hingga lemas seperti tadi pasti juga sangat melelahkan bagi Elgard.
"Hmm" Gumam Elgard.
Sekarang mereka benar-benar kembi menjadi pasangan. Taoi bukan seperti dulu yang berjalan karena sebuah perjodohan dan tanpa rasa cinta. Kali ini Elgard sangat mencintai wanita dalam pelukannya itu.
"Sayang?"
"Hmm?" Jantung Bianca selalu berdebar-debar ketika Elgard memanggilnya seperti itu.
"Ibuku sakit, maukah kau ikut denganku melihat keadaannya?"
Bianca tak la…
Terjerat Benang Merah
Bertemu Ami
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 105 Episodes
Comments
Aprisya
nah gitu dong El jadi laki2 itu yang jentel, berani mengakui kesalahan ,, berani berbuat harus berani bertanggung jawab
2026-02-05
4
Agnezz
Tamvar aja mama Ami, si El main ninggalin Bee. Tapi bukan sepenuhnya salah El , dia melakukan dalam keadaan mabuk dan tak ingat apa2. Bee sendiri juga gak kasih tau.
2026-02-05
2
Yhenny Pudji
mau gmn lagi mau dgampar mau dapaiin el, pada saat itu Bianca jg tdk jjur. karna ego masing² terutama ayhnya el
2026-02-05
2