Bantuan dari Elgard

"Permisi Dokter, laporan bulan ini sudah siap!"

Elgard menerima laporan dari sekretarisnya di rumah sakit. Dia memang tidak mungkin bekerja seorang diri tanpa bantuan seseorang mengingat profesinya yang juga sebagai seorang dokter.

Elgard memakai kacamatanya untuk membaca laporan yang baru saja ia terima. Dia memang baru beberapa bulan ada di rumah sakit itu, karena sebelumnya dia masih ada di luar negeri.

"Ini?" Elgard menujuk laporan tentang tunggakan biaya rumah sakit yang menarik perhatiannya. Di sana tertulis jika pasien telah meninggal dunia dan masih ada di kamar mayat sampai saat ini.

"Pihak keluarga belum melunasi biaya rumah sakit Tuan. Jadi jasadnya masih ada di sini!"

Elgard membaca nama dari pasien itu pun sudah tau itu adalah Ibunya Bianca. Di sana juga tertulis dengan jelas jika wali dari pasien yang telah meninggal itu adalah Bianca.

"Hubungi walinya sekarang juga dan minta dia untuk datang ke sini secepatnya!" Perintah Elgard dengan nada kesal.

"B-baik Dokter!"

Ternyata laporan dari orang yang ia minta untuk menyelidiki tentang Bianca tidaklah lengkap. Nyatanya saat ini jasad Ibunya Bianca masih ada di rumah sakitnya.

Kalau ia tau sejak kemarin-kemarin, pasti dia sudah membantu Bianca untuk membawa Ibunya keluar dari sini. Mungkin semua masalah yang Bianca hadapi itu yang membuat Bianca berniat mengakhiri hidupnya sendiri.

Sekarang Elgard berjalan cepat menuju ke kamar mayat. Dia hanya ingin memastikan kalau memang jasad itu memang masih ada di sana.

Sebenrnya dia juga susah mendapatkan nomor ponsel milik Bianca sejak penyelidikannya waktu itu. Tapi Elgard memang sengaja memanfaatkan rumah sakit untuk mengundang Bianca datang ke sana.

"Ini dokter, silahkan diperiksa!"

Elgard memperhatikan jasad yang baru saja ditarik keluar dari lemari yang khusus untuk menyimpan jasad sebelum dibawa pulang oleh keluarga mereka.

"Benar, nanti kalau walinya datang, antar dia ke ruangan ku!"

"Baik dokter!"

Bianca yang me dapat telepon dari rumah sakit tentu saja buru-buru datang ke sana. Dia meninggalkan pekerjaannya yang sebenarnya belum selesai. Tapi katanya ini ada hubungannya dengan jasad Ibunya, makanya Bianca tidak bisa mengabaikannya.

"Nona Bianca?"

"Iya saya!" Jawab Bianca yang sedang kebingungan di lobi rumah sakit.

"Mari ikut saya, direktur rumah sakit ini ingin bertemu dengan anda!"

"A-apa, direktur? Memangnya ada apa, kenapa direktur rumah sakit ini ingin bertemu dengan saya?"

"Saya tidak tau pasti, tapi sepertinya ini berkaitan dengan biaya rumah sakit yang belum anda lunasi!"

"Apa? T-tapi saya kan sudah bilang kalau saya akan melunasinya secara bertahap!" Bianca merasa takut kalau dirinya dimintai biaya pelunasan rumah sakit saat ini juga. Sekarang uang untuk makan pun dia tak punya, apalagi untuk membayar rumah sakit.

"Lebih baik anda ikut saya dulu, nanti bisa anda jelaskan pada direktur saya secara langsung!"

"Baik Tian!"

Bianca mengikuti pria tadi menuju ke lantai tempat dimana ruangan direktur rumah sakit itu berada.

"Silahkan Nona!"

Bianca masuk ke dalam ruangan itu dengan jantung berdebar hebat. Dia tidak tau harus bagaimna caranya menghadapi direktur rumah sakit itu. Dia takut kalau tiba-tiba dia diminta membawa jasad ibunya keluar dari sana tanpa bantuan sama sekali.

"Permisi Tuan!" Bianca menghadap pria yang duduk membelakanginya.

"Selamat datang Bee!" Elgard berbalik dan langsung mengejutkan Bianca.

Wajah tirus yang selalu terlihat pucat itu memperlihatkan reaksi sedikit terkejut. Namun itu hanya sebatas saja, bahkan seperti satu kedipan mata. setelah itu wajah Bianca kembali terlihat datar seperti biasa.

"Jadi anda direktur rumah sakit ini?" Bianca menatap Elgard seolah mereka belum pernah dekat sama sekali.

Bianca juga baru tau kalau ternyata rumah sakit ini milik keluarga Elgard. Dulu saat mereka menjalin hubungan, Bianca tak pernah tau tentang rumah sakit itu.

"Aku baru beberapa bulan di sini Bee. Aku turut berduka cita untuk Ibumu. Aku baru tau kalau ternyata Ibumu baru saja meninggal dan beliau masih ada di sini!"

"Terima kasih untuk rasa simpati anda Tuan. Jadi apa tujuan Tuan memanggil saya kemari? Apa karena biaya rumah sakit yang belum saya lunasi?"

Elgard semakin dibuat tercengang dengan sifat Bianca yang berubah begitu banyak. Dulu Bianca adalah gadis yang manis dan ceria. Dia selalu bicara dengan nada yang manja dan senyumnya tidak pernah pudar dari bibirnya.

Tapi semua masalah hidup yang Bianca alami, ternyata bisa merubah sifat Bianca anca sampai sejauh ini.

"Bukan itu tujuanku mengundangmu ke sini Bee. Justru aku ingin membantumu mengurus jasad Ibumu. Jangan pikirkan masalah biaya rumah sakit lagi!"

"Maaf Tuan, saya masih bisa mengurus semuanya sendiri. Cukup beri waktu sedikit lagi untuk saya, terima kasih!" Bianca menolak dengan tegas bantuan dari Elgar. Dia bahkan tak ingin berlama-lama di ruangan itu.

"Tunggu Bee!" Elgard menahan tangan Bianca yang langsung dihempaskan oleh Bianca.

"Aku tau kondisimu saat ini. Mau berapa lama lagi kau mebiarkan Ibumu seperti ini?"

"Anda mencari tau tentang saya?!" Bianca menatap Elgard dengan tajam sampai keningnya sedikit berkerut.

"Aku hanya ingin tau sedikit tentangmu Bee. Maaf selama ini aku benar-benar tidak tau apa-apa tentangmu. Aku..."

"Jangan berlagak seolah anda begitu dekat dengan saya Tuan!" Hardik Bianca pada Elgard yang menurutnya terlalu lancang setelah bertahun-tahun lamanya hubungan mereka berakhir.

"Saya tidak butuh bantuan anda, terima kasih!" Bianca melangkah pergi meninggalkan Elgard.

"Jangan tolak niatku untuk membantumu. Kasihani Ibumu kalau berlama-lama di dalam ruangan dingin itu. Oke, kalau kau tidak mau menerima bantuan ku sepenuhnya, kau bisa melunasinya setelah jasad Ibumu dikremasi terlebih dahulu!" Hanya itu yang bisa Elgard lakukan saat ini agar Bianca mau menerima bantuannya.

"Coba pikirkan baik-baik Bee!"

Bianca teriak dengab posisi membelakangi Elgard. Dia menang tidak akan bisa mendapatkan uang dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat. Tidak akan ada juga orang yang mau membantunya ataupun meminjamkan uang kepadanya saat ini. Sedangkan Ibunya sudah semakin lama di dalam kamar dingin itu. Sebenrnya Bianca pun merasa tak tega dan merasa begitu bersalah saat ini.

"Baiklah, tapi saya tidak mau menerima bantuan anda secara cuma-cuma. Saya akan membayar semuanya, tapi mohon beri saya waktu!"

"Baiklah, asal kau mau menerima bantuanku saat ini!"

Terpopuler

Comments

Agnezz

Agnezz

memang Elgard ditakdirkan bertemu Bianca untuk membantunya mengurai masalah Bianca satu per satu, dimulai dengan proses kremasi Ibunya.

2025-12-30

1

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

Kadang keadaan dan kondisinseseorang bisa berubah Elgar termasuk Bianca... apa lagi setelah masa² dia dalam kesulitan jadi Bianca bisa menjadi seperti sekarang.

2026-08-28

0

RosMa🌹🌹🌹

RosMa🌹🌹🌹

jangan gengsi Bee terima saja bantuan Elgard,kasihan ibu mu

2025-12-30

3

lihat semua
Episodes
1 Wanita di masa lalu
2 Tentang Bianca
3 Elgard dan Meriana
4 Bantuan dari Elgard
5 Masa lalu
6 Belas kasihan
7 Apartemen Bianca
8 Perubahan sikap Elgard
9 Hanya prihatin, bukan cinta
10 Usaha Kevin
11 Isi kepada Elgard
12 Niat Kevin untuk Bianca
13 Tujuan Elgard yang sebenarnya
14 Masalah baru Bianca
15 Tanpa judul
16 Tak terkendali
17 Jangan telalu ikut campur!
18 Lagi-lagi Elgard
19 Makanlah bersamaku!
20 Ketahuan Elgard
21 Desakan Ayah Elgard
22 Meriana bertemu Bianca
23 Alasan Elgard
24 Kemarahan Meriana
25 Rencana Elgard
26 Perdebatan Elgard dan Meriana
27 Rencana Meriana
28 ????
29 Persiapan pertunangan
30 Manginap di apartemen Bianca
31 Banyak mainan
32 Semua salah Elgard
33 Batalnya pertunangan
34 Ingin dekat dengan Bianca
35 Masa lalu yang menyakitkan
36 Menebus kesalahan
37 Kejanggalan kasus Tomy Jhonson
38 Bergerak diam-diam
39 Aku mencintaimu!
40 Dua manusia licik
41 Elgard lagi
42 Bianca menurunkan egonya
43 Aku merindukanmu Bee!
44 Rindu yang tersampaikan
45 Cemburu
46 Percayalah padaku!
47 Pesta
48 Bukan mainan
49 Menginap di apartemen Bianca
50 Bertemu Niko
51 Terjawab sudah
52 Keputusan Elgard
53 Tidur bersama
54 Meminta kesempatan ke dua
55 Membuang Meriana
56 Hadiah dari dua pria
57 Aku membencimu!
58 Keberanian Bianca
59 Ancaman Joshep
60 Ancaman yang nyata
61 Memilih Roy
62 Hancur
63 Rahasia besar
64 Terungkap
65 Aku memaafkanmu
66 Berjuang sama-sama
67 Bertemu Ami
68 Orang-orang misterius
69 Dalang sebenarnya
70 Rencana sebenarnya
71 Penyesalan Joshep
72 Davis Jhonsone
73 Mantan kekasih
74 Mengulang malam itu
75 Adel dan Sofia
76 Akhirnya
77 Kevin patah hati
78 Tuduhan Kevin
79 Adel hamil
80 Rumah baru
81 Paksaan Adel
82 Adel tau perasaan Kevin pada Bianca dan Sofia
83 Hanya teman
84 Nasehat Bianca
85 Kedekatan Kevin dan Sofia
86 Perubahan Adel
87 Kami hanya teman
88 Adel kecewa
89 Dua wanita hamil
90 Kebimbangan Kevin
91 Memilih Adel
92 Sofia patah hati
93 GANTI MEMPELAI, MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH
94 Maafkan aku
95 Beri aku kesempatan
96 Tulus, bukan pura-pura
97 Cincin pernikahan
98 Aku muak
99 Salah paham
100 Menjelaskan kesalahpahaman
101 Iya atau tidak?
102 Ulang tahun Adel
103 Hadiah sebenarnya
104 Menuju akhir
105 Selesai
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Wanita di masa lalu
2
Tentang Bianca
3
Elgard dan Meriana
4
Bantuan dari Elgard
5
Masa lalu
6
Belas kasihan
7
Apartemen Bianca
8
Perubahan sikap Elgard
9
Hanya prihatin, bukan cinta
10
Usaha Kevin
11
Isi kepada Elgard
12
Niat Kevin untuk Bianca
13
Tujuan Elgard yang sebenarnya
14
Masalah baru Bianca
15
Tanpa judul
16
Tak terkendali
17
Jangan telalu ikut campur!
18
Lagi-lagi Elgard
19
Makanlah bersamaku!
20
Ketahuan Elgard
21
Desakan Ayah Elgard
22
Meriana bertemu Bianca
23
Alasan Elgard
24
Kemarahan Meriana
25
Rencana Elgard
26
Perdebatan Elgard dan Meriana
27
Rencana Meriana
28
????
29
Persiapan pertunangan
30
Manginap di apartemen Bianca
31
Banyak mainan
32
Semua salah Elgard
33
Batalnya pertunangan
34
Ingin dekat dengan Bianca
35
Masa lalu yang menyakitkan
36
Menebus kesalahan
37
Kejanggalan kasus Tomy Jhonson
38
Bergerak diam-diam
39
Aku mencintaimu!
40
Dua manusia licik
41
Elgard lagi
42
Bianca menurunkan egonya
43
Aku merindukanmu Bee!
44
Rindu yang tersampaikan
45
Cemburu
46
Percayalah padaku!
47
Pesta
48
Bukan mainan
49
Menginap di apartemen Bianca
50
Bertemu Niko
51
Terjawab sudah
52
Keputusan Elgard
53
Tidur bersama
54
Meminta kesempatan ke dua
55
Membuang Meriana
56
Hadiah dari dua pria
57
Aku membencimu!
58
Keberanian Bianca
59
Ancaman Joshep
60
Ancaman yang nyata
61
Memilih Roy
62
Hancur
63
Rahasia besar
64
Terungkap
65
Aku memaafkanmu
66
Berjuang sama-sama
67
Bertemu Ami
68
Orang-orang misterius
69
Dalang sebenarnya
70
Rencana sebenarnya
71
Penyesalan Joshep
72
Davis Jhonsone
73
Mantan kekasih
74
Mengulang malam itu
75
Adel dan Sofia
76
Akhirnya
77
Kevin patah hati
78
Tuduhan Kevin
79
Adel hamil
80
Rumah baru
81
Paksaan Adel
82
Adel tau perasaan Kevin pada Bianca dan Sofia
83
Hanya teman
84
Nasehat Bianca
85
Kedekatan Kevin dan Sofia
86
Perubahan Adel
87
Kami hanya teman
88
Adel kecewa
89
Dua wanita hamil
90
Kebimbangan Kevin
91
Memilih Adel
92
Sofia patah hati
93
GANTI MEMPELAI, MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH
94
Maafkan aku
95
Beri aku kesempatan
96
Tulus, bukan pura-pura
97
Cincin pernikahan
98
Aku muak
99
Salah paham
100
Menjelaskan kesalahpahaman
101
Iya atau tidak?
102
Ulang tahun Adel
103
Hadiah sebenarnya
104
Menuju akhir
105
Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!