Braak...
Semua yang ada di ruangan itu terkejut karena seseorang membuka pintu dengan begitu keras. Meski ruangan itu penuh musik, namun mereka semua tetap saja terkejut.
"Apa yang kau lakukan?!" Pria paruh baya yang saat ini masih memangku Bianca tampak tak terima karena menurutnya pria itu mengganggu kesenangannya.
"Lepaskan dia!"
"Apa urusanmu? Memangnya siapa kau?!!" Mereka berlima melawan pria yang baru masuk tadi seorang diri, tentunya mereka semua merasa menang.
Pria tadi tak menghiraukan mereka, dia mendekati Bianca dengan cepat dan menarik tubuh Bianca dari pangkuan proa yang pantasnya jadi Ayah mereka.
"Hey! Kembalikan mainanku!!"
"Lepaskan!" Bianca memberontak setelah berusaha melihat dengan jelas siapa orang yang menariknya dan mengajaknya pergi dari sana.
"Apa yang ingin kau lakukan lagi?! Kau sudah mabuk Bee!"
Bianca memang sudah begitu mabuk karena meminum satu botol alkohol. Dia sudah susah untuk berdiri dengan tegak.
"Uangku!" Bianca mendekati uang yang masih ada di atas meja tadi, namun pria tadi langsung menahan tangan Bianca dan menariknya begitu saja keluar dari ruangan itu.
"Lepaskan aku!!" Bianca memberontak namun pria itu tetap membawanya menyusuri lorong dengan langkahnya yang panjang.
"Lepaskan aku El!!" Bianca mengigit lengan pria itu hingga cengkeraman tangannya terlepas.
Benar, pria itu memang Elgard. Meski keadaan Bianca saat ini setengah sadar, dia masih sangat mampu mengenali orang.
"Lihatlah keadaanmu saat ini Bee, ayo aku antar pulang!"
Bianca kembali menepis tangan Elgard dengan cepat.
"Mau apa lagi? Kau mau kembali ke dalam sana? Duduk di pangkuan pria tua itu hanya demi uang?"
"Itu bukan urusanmu!"
"Kau mau jual diri Bee? Kalau memang seperti itu, berapa yang kau minta hah? Biar aku yang membelimu!"
Plak...
Elgard terkesiap, bukan karena sakit dari tamparan yang mendarat di pipinya, tapi karena Bianca yang tiba-tiba menamparnya. Elgard menyeringai menatap Bianca. Apalagi saat ini Bianca tengah menatapnya dengan tajam.
Cup..
Elg…
Terjerat Benang Merah
Tak terkendali
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 105 Episodes
Comments
itin
perempuan kan gtu sekalinya sakitnya dah ga main main lagi hilang sudah rasa kepercayaannya. sukanya menyakiti diri sendiri. merasa sanggup tapi sebenarnya sidah dibatas ambang menyerah. bahkan lebih memilih hadapi bencana ketimbang ditolong aplg dgn orang yang pernah mengecewakannya
2026-06-01
1
partini
is ok Thor take your time,
ini Ethan kalau ga dengar dari bibir Bianca ga bakal tau kenapa Bianca ga mau berurusan dengan nya secara lemot Ampe titik O 🤭🤭
Bien ungkapin semua rasa sesak di dadamu biar plong
2026-01-08
2
Ais
siap teteh santi semangat 😍💪👍
2026-01-08
1