Masa lalu

Bianca masih terdiam di depan guci yang menampung abu Ibunya. Rasanya, dia ingin kembali mencoba melompat dari gedung yang tinggi, atau menyayat pergelangan tangannya lagi. Hidupnya sudah tak berarti lagi, semuanya sudah hancur. Lagipula dia juga sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini.

Dia juga tidak lagi menganggap Kakaknya yang ada di penjara itu. Dia menganggap Davis sudah mati sejak pria itu berkali-kali melibatkan Bianca dengan rentenir.

Bianca berbalik ingin pergi dari tempat itu, tapi sejak tadi dia tidak sadar kalau ternyata Elgard masih ada di sana.

Elgard memang selalu ada sejak menawarkan bantuannya untuk mengkreasi Ibunya. Rasanya ingin mengusir pria itu, tapi Bianca ingat kalau Elgard yang membayar semua biaya rumah sakit, kremasi dan pemakaman. Dia tak bisa berbuat apa-apa.

"Terima kasih untuk bantuannya Tuan. Saya berjanji akan melunasi semuanya tapi saya yakin Tuan sudah tau berapa pendapatan saya. Tentu untuk melunasinya saya butuh waktu yang lama. Tapi Tuan tenang saja, saya tidak akan ingkar janji. Atau kalau perlu, saya bersedia membuat surat perjanjian hitam di atas putih!" Dengan hutangnya yang sebanyak itu, terpaksa Bianca harus terus terlibat dengan masa lalunya itu.

Elgard menarik nafasnya dengan begitu dalam, kemudian membuangnya dengan cepat. Terlihat sekali jika dia tidak nyaman dengan ucapan Bianca.

"Bee, bisakah kita tidak seformal ini. Meskipun kita sudah lama tidak bertemu, tapi dulu kita pernah dekat!"

"Dekat seperti apa yang Tuan maksud?!" Bianca jelas tidak mau mengungkit tentang masa lalu mereka. Bagi Bianca, masa lalu mereka itu bagaikan sebuah aib yang harus ia simpan rapat-rapa, tapi ini bukan tentang aib.

Setiap melihat wajah Elgard, dia teringat tentang saat-saat menyedihkan dalam hidupnya. Keluarganya hancur karena fitnah, hubungannya dengan Elgard juga berakhir begitu saja.

Dulu dia memang sangat menyukai Elgard. Namun Bianca tau kalau Elgard sudah mempunyai kekasih. Tapi tiba-tiba orang tua Elgard menawarkan perjodohan yang tentu saja langsung disetujui oleh Ayah Bianca.

Saat itu Bianca ingin menolak karena dia tau hubungan Elgard dengan Meriana, tapi tanpa Bianca duga, Elgard justru menerima perjodohan itu.

Sampai akhirnya Bianca mengambil kesempatan itu untuk memiliki Elgard. Dia mencoba hubungan dengan Elgard meski dia tau saat itu hati Elgard masih untuk Meriana.

Bianca selalu berusaha menjadi wanita yang baik di depan Elgard dengan segala perhatian dan juga berusaha mengimbangi Elgard dengan harapan bisa mendapatkan hati Elgard.

Selama hubungan mereka terjalin, Elgard memang cukup baik kepadanya. Elgard bahkan mau menuruti keinginan-keinginan kecil Bianca saat dia mengajaknya kencan atau sekedar jalan-jalan. Tapi saat itu Bianca sadar kalau di antara mereka berdua masih ada jarak yang sengaja dibentangkan oleh Elgard.

Hingga fitnah yang berhasil menghancurkan keluarganya itu datang. Fitnah keji yang langsung membuat Ayahnya masuk ke dalam sel tanpa punya kesempatan untuk membela diri. Semua bukti yang Ayahnya berikan ditolak mentah-mentah karena ada bukti palsu yang mereka sebut lebih kuat.

Di saat itu juga hubungannya dengan Elgard langsung berakhir. Di saat Bianca butuh seseorang untuk mengadu tentang keadaannya, Elgard justru ikut meninggalkannya.

"Aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Aku menerima perjodohan ini hanya karena orang tuaku!"

"Tapi El, apa selama dua tahun ini kau tidak pernah ada perasaan sedikit saja untukku?"

"Kau seharusnya sudah tau perasaanku selama ini untuk siapa Bee!"

Bianca masih ingat jelas bagaimana ekspresi datar Elgard saat hubungan mereka secara langsung.

"Setidaknya kita masih bisa berteman Bee!"

"Maaf Tuan, saya terlalu sibuk untuk sekedar berteman dengan anda. Permisi!"

Bianca benar-bener tidak ingin lagi berhubungan dengan masa lalu. Saat ini pun dia sangat terpaksa menerima bantuan dari Elgard demi Ibunya.

Bukan dia marah karena Elgard meninggalkannya seperti barang tak berguna waktu itu, tapi yang membuat Bianca kecewa adalah, tidak ada rasa kasihan atau minimal iba pada keadaan keluarga Bianca waktu itu.

Tapi Elgard terlihat tidak peduli sama sekali. Pria itu bahkan dengan langkahnya yang tenang pergi meninggalkan Bianca begitu saja tanpa menoleh ke belakang sekalipun.

Padahal saat itu Bianca masih tetap berdiri menatap punggung Elgard, berharap kalau pria itu berbalik dan kembali menghampiri Bianca karena masih punya seidkit saja rasa peduli padanya. Tapi sampai tubuh tinggi Elgard itu menghilang dari pandangannya, Elgard tidak pernah kembali.

Dari saat itu sampai bertahun-tahun berlalu, dia tidak lagi melihat Elgard, hingga malam itu dia kembali dengan Elgard di saat dia sudah sampai pada titik terendah dalam hidupnya. Di saat dia sudah menyerah dan ingin mengakhiri hidupnya, Elgard justru kembali datang tanpa pernah ia harapkan kehadirannya.

"Tunggu Bee, aku akan mengantarmu!" Elgard menyamakan langkah Bianca yang berjalan cukup cepat.

"Terima kasih Tuan, tapi saya bisa pulang sendiri!"

"Dari sini ke jalan besar cukup jauh, tidak akan ada taksi dari sini. Jadi pulanglah bersamaku!"

"Saya sangat menghargai bantuan dari Tuan, tapi tolong biarkan saya pergi sendiri saat ini!"Bianca berhenti kemudian menatap Elgard dengan tatapan yang terlihat begitu muak.

"Lagipula apa tanggapan tunangan anda kalau melihat Tuan bersama saya?"

Elgard terdiam, Meriana memang sangat cemburu dengan apapun yang berhubungan dengan Bianca. Dulu saat Meriana tak sengaja menemukan gantungan kunci pemberian Bianca di dalam apartemennya, Meriana marah besar dan mendiamkan Elgard berhari-hari. Bahkan Meriana menuduh Elgard mulai jatuh cinta pada Bianca hanya karena gantungan kunci itu.

"Saya mohon sampai di sini saja Tuan. Kalau masalah hutang, nanti saya akan menemui anda kalau saya sudah mendapatkan uang. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak untuk bantuan anda Tuan. Permisi!"

Kali ini Elgard hanya bisa menatap punggung Bianca yang mulai menjauh. Dia benar-benar tidak mengenali Bianca lagi saat ini. Wanita yang pernah menjadi tunangannya itu sangat jauh berbeda. Tatapannya, cara bicaranya, sikapnya, semuanya berubah drastis hingga membuat Elgard merasa canggung sendiri menghadapi Bianca yang saat ini.

Apalagi dengan panggilan Tuan yang diberikan Bianca untuknya, itu benar-benar tidak nyaman sama sekali bagi Elgard.

"Ternyata pahitnya hidup bisa mengubahmu sejauh ini Bee. Maafkan aku yang tidak tau apa-apa tentangmu dari dulu!"

Terpopuler

Comments

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

Pantas saja Bianca bersikap seperti itu padamu El karna siapapun orangnya akan bertindak sama, menjauh dan ga usah saling kenal lagi itu lebih baik.😢
Yang masih jadi rahasia siapa pelaku yang menuduh Ayahnya Bee sebagai koruptor itu siapa, apa ulah kekasihnya Elgard karna ga terima atas pertunangan Bianca dengan Elgard dulu.🤔

2026-08-28

0

Diva Yuwena

Diva Yuwena

Kak up bisa kali 2x😁😁

2025-12-31

1

Shankara Senja

Shankara Senja

Jadilah Wanita yg kuat ya,Bianca..yg tegar tanpa menoleh ke belakang lg.Jangan terpengaruh sama kebaikan mantanmu yg pergi begitu kamu dlm keadaan terpuruk...

2026-01-01

2

lihat semua
Episodes
1 Wanita di masa lalu
2 Tentang Bianca
3 Elgard dan Meriana
4 Bantuan dari Elgard
5 Masa lalu
6 Belas kasihan
7 Apartemen Bianca
8 Perubahan sikap Elgard
9 Hanya prihatin, bukan cinta
10 Usaha Kevin
11 Isi kepada Elgard
12 Niat Kevin untuk Bianca
13 Tujuan Elgard yang sebenarnya
14 Masalah baru Bianca
15 Tanpa judul
16 Tak terkendali
17 Jangan telalu ikut campur!
18 Lagi-lagi Elgard
19 Makanlah bersamaku!
20 Ketahuan Elgard
21 Desakan Ayah Elgard
22 Meriana bertemu Bianca
23 Alasan Elgard
24 Kemarahan Meriana
25 Rencana Elgard
26 Perdebatan Elgard dan Meriana
27 Rencana Meriana
28 ????
29 Persiapan pertunangan
30 Manginap di apartemen Bianca
31 Banyak mainan
32 Semua salah Elgard
33 Batalnya pertunangan
34 Ingin dekat dengan Bianca
35 Masa lalu yang menyakitkan
36 Menebus kesalahan
37 Kejanggalan kasus Tomy Jhonson
38 Bergerak diam-diam
39 Aku mencintaimu!
40 Dua manusia licik
41 Elgard lagi
42 Bianca menurunkan egonya
43 Aku merindukanmu Bee!
44 Rindu yang tersampaikan
45 Cemburu
46 Percayalah padaku!
47 Pesta
48 Bukan mainan
49 Menginap di apartemen Bianca
50 Bertemu Niko
51 Terjawab sudah
52 Keputusan Elgard
53 Tidur bersama
54 Meminta kesempatan ke dua
55 Membuang Meriana
56 Hadiah dari dua pria
57 Aku membencimu!
58 Keberanian Bianca
59 Ancaman Joshep
60 Ancaman yang nyata
61 Memilih Roy
62 Hancur
63 Rahasia besar
64 Terungkap
65 Aku memaafkanmu
66 Berjuang sama-sama
67 Bertemu Ami
68 Orang-orang misterius
69 Dalang sebenarnya
70 Rencana sebenarnya
71 Penyesalan Joshep
72 Davis Jhonsone
73 Mantan kekasih
74 Mengulang malam itu
75 Adel dan Sofia
76 Akhirnya
77 Kevin patah hati
78 Tuduhan Kevin
79 Adel hamil
80 Rumah baru
81 Paksaan Adel
82 Adel tau perasaan Kevin pada Bianca dan Sofia
83 Hanya teman
84 Nasehat Bianca
85 Kedekatan Kevin dan Sofia
86 Perubahan Adel
87 Kami hanya teman
88 Adel kecewa
89 Dua wanita hamil
90 Kebimbangan Kevin
91 Memilih Adel
92 Sofia patah hati
93 GANTI MEMPELAI, MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH
94 Maafkan aku
95 Beri aku kesempatan
96 Tulus, bukan pura-pura
97 Cincin pernikahan
98 Aku muak
99 Salah paham
100 Menjelaskan kesalahpahaman
101 Iya atau tidak?
102 Ulang tahun Adel
103 Hadiah sebenarnya
104 Menuju akhir
105 Selesai
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Wanita di masa lalu
2
Tentang Bianca
3
Elgard dan Meriana
4
Bantuan dari Elgard
5
Masa lalu
6
Belas kasihan
7
Apartemen Bianca
8
Perubahan sikap Elgard
9
Hanya prihatin, bukan cinta
10
Usaha Kevin
11
Isi kepada Elgard
12
Niat Kevin untuk Bianca
13
Tujuan Elgard yang sebenarnya
14
Masalah baru Bianca
15
Tanpa judul
16
Tak terkendali
17
Jangan telalu ikut campur!
18
Lagi-lagi Elgard
19
Makanlah bersamaku!
20
Ketahuan Elgard
21
Desakan Ayah Elgard
22
Meriana bertemu Bianca
23
Alasan Elgard
24
Kemarahan Meriana
25
Rencana Elgard
26
Perdebatan Elgard dan Meriana
27
Rencana Meriana
28
????
29
Persiapan pertunangan
30
Manginap di apartemen Bianca
31
Banyak mainan
32
Semua salah Elgard
33
Batalnya pertunangan
34
Ingin dekat dengan Bianca
35
Masa lalu yang menyakitkan
36
Menebus kesalahan
37
Kejanggalan kasus Tomy Jhonson
38
Bergerak diam-diam
39
Aku mencintaimu!
40
Dua manusia licik
41
Elgard lagi
42
Bianca menurunkan egonya
43
Aku merindukanmu Bee!
44
Rindu yang tersampaikan
45
Cemburu
46
Percayalah padaku!
47
Pesta
48
Bukan mainan
49
Menginap di apartemen Bianca
50
Bertemu Niko
51
Terjawab sudah
52
Keputusan Elgard
53
Tidur bersama
54
Meminta kesempatan ke dua
55
Membuang Meriana
56
Hadiah dari dua pria
57
Aku membencimu!
58
Keberanian Bianca
59
Ancaman Joshep
60
Ancaman yang nyata
61
Memilih Roy
62
Hancur
63
Rahasia besar
64
Terungkap
65
Aku memaafkanmu
66
Berjuang sama-sama
67
Bertemu Ami
68
Orang-orang misterius
69
Dalang sebenarnya
70
Rencana sebenarnya
71
Penyesalan Joshep
72
Davis Jhonsone
73
Mantan kekasih
74
Mengulang malam itu
75
Adel dan Sofia
76
Akhirnya
77
Kevin patah hati
78
Tuduhan Kevin
79
Adel hamil
80
Rumah baru
81
Paksaan Adel
82
Adel tau perasaan Kevin pada Bianca dan Sofia
83
Hanya teman
84
Nasehat Bianca
85
Kedekatan Kevin dan Sofia
86
Perubahan Adel
87
Kami hanya teman
88
Adel kecewa
89
Dua wanita hamil
90
Kebimbangan Kevin
91
Memilih Adel
92
Sofia patah hati
93
GANTI MEMPELAI, MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH
94
Maafkan aku
95
Beri aku kesempatan
96
Tulus, bukan pura-pura
97
Cincin pernikahan
98
Aku muak
99
Salah paham
100
Menjelaskan kesalahpahaman
101
Iya atau tidak?
102
Ulang tahun Adel
103
Hadiah sebenarnya
104
Menuju akhir
105
Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!