Atmosfer UGD Rumah Sakit Medika terasa begitu mencekam. Suara ketukan irama monitor jantung berpadu dengan rintihan kesakitan puluhan pasien yang terbaring kaku di atas ranjang medis. Bau obat-obatan kimia menyengat kuat di udara. Damar, Amara, Elena, dan Pak Tirta melangkah cepat membelah lorong rumah sakit yang dipenuhi kerumunan keluarga korban yang panik.
Di depan ruang isolasi utama, beberapa dokter spesialis senior dan perwakilan Ikatan Dokter cabang kota sedang berdiskusi sengit di dekat papan rontgen. Wajah-wajah mereka dipenuhi keringat dingin dan keputusasaan.
"Dokter Hendra!" panggil Pak Tirta tegas seraya melangkah mendekat.
Seorang dokter senior berkacamata tebal menoleh, menghela napas lega melihat kedatangan sang taipan.
"Pak Tirta..." sapa Dokter Hendra dengan suara bergetar cemas. "Kondisinya semakin memburuk, Pak. Lebih dari tiga puluh pasien mengalami penurunan fungsi ginjal drastis dan pendarahan lambung. Kami sudah menyuntikkan berbagai cairan pencuci darah dan penawar sintetis, tapi semuanya menemui jalan buntu! Reaksi racun di tubuh mereka terlalu kompleks!"
Pak Tirta langsung menggeser posisi berdirinya, menunjuk ke arah Damar yang berdiri tegap di samping Amara.
"Dokter Hendra, kenalkan ini Nak Damar," tutur Pak Tirta mantap. "Dia tabib yang pernah menyembuhkan saya. Nak Damar tahu persis jenis racun di dalam obat FitSantoso itu dan membawa racikan herbal penawarnya!"
Dokter Hendra dan tiga dokter spesialis di sampingnya seketika menatap Damar dari atas ke bawah. Tatapan mata mereka dipenuhi keraguan, skeptisisme, dan penolakan yang sangat pekat tatkala melihat penampilan sederhana pemuda desa tersebut.
"Pak Tirta... Mohon maaf sekali," sela Dokter Hendra dengan nada ragu dan formal. "Ini adalah kasus keracunan zat kimia beracun skala berat. Bagaimana mungkin seorang pengobat tradisional tanpa latar belakang kedokteran medis modern bisa menangani hal seserius ini?"
"Betul, Pak Tirta," timpal seorang dokter spesialis internal di sebelahnya. "…
Damar Dan Kitab Tabib
Bab 70 — Keraguan Pakar Kesehatan Modern
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments