Malam kian larut di Desa Sukamaju. Hiruk-pikuk pesta rakyat dan gema gamelan di balai desa perlahan menyurut, berganti dengan kesunyian malam pegunungan yang tenang dan sejuk. Para tamu undangan VIP dari kota, termasuk Pak Tirta dan Elena, telah diantarkan menuju penginapan terbaik di area desa untuk beristirahat karena jalanan kota yang cukup jauh. Sementara itu, Pak Hendrawan bersama Tara, telah kembali ke rumah sewaan untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah.
Malam itu, Damar resmi memboyong Amara menuju rumah barunya yang hangat dan asri. Di kamar sebelah, Bu Rahmi sudah lebih dahulu terlelap usai melewati hari yang sangat melelahkan. Amara melangkah masuk ke dalam kamar pribadi Damar, sebuah ruangan beraroma terapi rempah herbal dan wangi bunga melati yang menyegarkan. Tanpa mengulur waktu, Amara langsung masuk ke kamar mandi dalam untuk membersihkan diri dari sisa-sisa riasan dan kelelahan sepanjang hari.
Damar duduk terkaku di tepi ranjang kayu berukir. Pemuda itu telah mengenakan kaos santai dan celana kain panjang. Jantungnya berdegup kencang tiada henti, membayangkan sosok wanita pahlawan hatinya yang kini telah resmi menjadi istri sahnya secara lahir dan batin.
KLEK!
Pintu kamar mandi berderit pelan. Amara melangkah keluar dengan rambut basah terurai indah. Tubuh mulusnya terbalut gaun tidur lingerie sutra berwarna merah marun yang cukup terbuka dan seksi. Rona merah di pipinya serta keharuman sabun bunga melati seketika memenuhi seluruh penjuru kamar, memancarkan pesona luar biasa yang membuat napas Damar seketika tertahan di tenggorokan.
"Mas Damar..." panggil Amara dengan suara lirih yang begitu manja dan lembut.
Damar mendongak, seketika mata polosnya membelalak lebar. Pandangannya terpaku kaku pada lekuk tubuh dan pakaian terbuka istrinya. Tenggorokannya terasa kaku dan kering, rasa gugup yang teramat sangat menyergap seluruh tubuh sang tabib muda. Hasrat dan gejolak asmaranya naik seketika, namun rasa malu dan kepolosannya membuat wajah Damar…
Damar Dan Kitab Tabib
Bab 88 — Malam Pertama part 1.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments