Sinar mentari pagi menerobos celah-celah jendela kayu, membiaskan cahaya keemasan yang hangat di dalam rumah sederhana milik Damar. Jarum jam dinding tua di ruang tamu sudah menunjuk ke angka delapan lewat sedikit. Suasana rumah sudah ramai sejak pagi tadi. Pak Hendrawan, Pak Tirta, dan Elena rupanya sudah datang dari penginapan untuk berkunjung, bergabung dengan Bu Rahmi serta Rina pun sedang asik menata cangkir teh hangat di meja tengah.
Pintu kamar utama perlahan terbuka pelan. Damar dan Amara keluar berdampingan dengan langkah sedikit canggung. Keduanya kompak mengenakan pakaian santai bersih, namun rambut mereka berdua tampak masih basah kuyup usai mandi pagi bersama. Wajah Amara merona merah segar memancarkan pendar kebahagiaan seorang wanita yang telah sah dipinang, sementara Damar menyunggingkan senyuman polos yang sedikit salah tingkah.
"Oalah... Ini toh pengantin barunya baru kelihatan keluar kamar!" seru Rina sambil menata cangkir teh, seketika memecah keheningan ruang tamu.
Sontak seluruh pandangan mata di ruangan itu tertuju ke arah pintu kamar. Elena yang sedang memegang cangkir teh seketika membelalakkan mata, lalu menyunggingkan senyuman jahil paling lebar.
"Aduuuh, aduuuh! Lihat itu, Rina!" goda Elena nada suaranya bersemangat luar biasa seraya menunjuk ke arah Damar dan Amara. "Bangunnya kesiangan, terus rambutnya sama-sama basah kuyup begitu! Wah, tanda-tanda pertempuran malam pertama berjalan sangat sengit ini!"
"Hihihi... Betul kata Mbak Elena!" timpal Rina ikut tertawa renyah. "Pantesan dari tadi dipanggil-panggil kagak sahut-sahut, ternyata lagi sibuk bilas air hangat nggih, Mbak Amara?"
Amara seketika memegang kedua pipinya yang mendadak panas membara. "M-mbak Elena! Rina! Kalian berdua ini kok sudah ada di sini pagi-pagi gini?!"
Damar hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, tersipu malu setengah mati di samping istrinya. "Ngapunten, Bapak-Bapak, Ibu... Kami telat bangun..."
Pak Tirta tertawa berderai gembira, menepuk bahu Pak Hendr…
Damar Dan Kitab Tabib
Bab 90 — Kebahagiaan Sejati di Sukamaju
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments