Suasana makan malam di kediaman Pak Hendrawan berlangsung hangat dan dipenuhi canda tawa. Namun, usai hidangan penutup dirapikan, Pak Tirta memberikan kode pelan kepada Pak Hendrawan. Kedua taipan senior itu melangkah meninggalkan area makan menuju ruang kerja Pak Hendrawan yang tenang.
Pintu kayu jati tebal tertutup rapat. Pak Tirta menghela napas panjang, melangkah mendekati jendela seraya memegang cangkir kopi hitamnya. Raut mukanya berubah menjadi begitu serius, meninggalkan aura jenaka yang tadi sore sempat diperlihatkannya.
"Hendrawan..." panggil Pak Tirta dengan nada suara berat. "Soal gurauan kita tadi sore... Sebenarnya saya mau bicara serius dari hati ke hati."
Pak Hendrawan menghentikan langkahnya di dekat meja kerja, menatap sahabat lamanya itu dengan seksama.
"Bicara soal apa, Tirta? Soal Nak Damar dan anak-anak kita?" tanya Pak Hendrawan menerka.
"Betul," sahut Pak Tirta mengangguk pelan. "Kamu tahu sendiri kan, Elena itu putri tunggal saya. Sejak dulu, dia selalu bersikap dingin, kaku, dan tidak pernah mau membuka hati untuk lelaki mana pun. Tapi sejak bertemu Nak Damar, sifatnya berubah total. Dia jadi hangat, penuh perhatian, dan mau berjuang. Usianya juga sudah sangat matang untuk berumah tangga."
Pak Tirta menatap Pak Hendrawan dengan pendar rasa sungkan yang pekat.
"Saya sebenarnya merasa tidak enak sama kamu dan Amara, Hendrawan..." lanjut Pak Tirta jujur. "Tapi sebagai seorang ayah, saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan melihat Elena bahagia. Saya mau berdiskusi secara terbuka... Apakah ada jalan agar Elena bisa menjadi pendamping Nak Damar?"
Pak Hendrawan menghela napas mendalam, duduk di kursi kerjanya dengan raut wajah bingung campur dilematis.
"Aduh, Tirta..." tutur Pak Hendrawan memegang pelipisnya. "Jujur saja, posisi saya ini serba salah. Amara itu mencintai Nak Damar setengah mati. Perjuangan mereka dari Desa Sukamaju sampai ke kota ini sungguh luar biasa. Saya tidak akan sanggup melihat putri saya sendiri hancur hatinya dan kehilang…
Damar Dan Kitab Tabib
Bab 75 — Ketegasan Hati Damar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments