Bab 75 — Ketegasan Hati Damar

Suasana makan malam di kediaman Pak Hendrawan berlangsung hangat dan dipenuhi canda tawa. Namun, usai hidangan penutup dirapikan, Pak Tirta memberikan kode pelan kepada Pak Hendrawan. Kedua taipan senior itu melangkah meninggalkan area makan menuju ruang kerja Pak Hendrawan yang tenang.

Pintu kayu jati tebal tertutup rapat. Pak Tirta menghela napas panjang, melangkah mendekati jendela seraya memegang cangkir kopi hitamnya. Raut mukanya berubah menjadi begitu serius, meninggalkan aura jenaka yang tadi sore sempat diperlihatkannya.

"Hendrawan..." panggil Pak Tirta dengan nada suara berat. "Soal gurauan kita tadi sore... Sebenarnya saya mau bicara serius dari hati ke hati."

Pak Hendrawan menghentikan langkahnya di dekat meja kerja, menatap sahabat lamanya itu dengan seksama.

"Bicara soal apa, Tirta? Soal Nak Damar dan anak-anak kita?" tanya Pak Hendrawan menerka.

"Betul," sahut Pak Tirta mengangguk pelan. "Kamu tahu sendiri kan, Elena itu putri tunggal saya. Sejak dulu, dia selalu bersikap dingin, kaku, dan tidak pernah mau membuka hati untuk lelaki mana pun. Tapi sejak bertemu Nak Damar, sifatnya berubah total. Dia jadi hangat, penuh perhatian, dan mau berjuang. Usianya juga sudah sangat matang untuk berumah tangga."

Pak Tirta menatap Pak Hendrawan dengan pendar rasa sungkan yang pekat.

"Saya sebenarnya merasa tidak enak sama kamu dan Amara, Hendrawan..." lanjut Pak Tirta jujur. "Tapi sebagai seorang ayah, saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan melihat Elena bahagia. Saya mau berdiskusi secara terbuka... Apakah ada jalan agar Elena bisa menjadi pendamping Nak Damar?"

Pak Hendrawan menghela napas mendalam, duduk di kursi kerjanya dengan raut wajah bingung campur dilematis.

"Aduh, Tirta..." tutur Pak Hendrawan memegang pelipisnya. "Jujur saja, posisi saya ini serba salah. Amara itu mencintai Nak Damar setengah mati. Perjuangan mereka dari Desa Sukamaju sampai ke kota ini sungguh luar biasa. Saya tidak akan sanggup melihat putri saya sendiri hancur hatinya dan kehilang…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes
1 Bab 1 — Pemuda yang Selalu Diremehkan
2 Bab 2 — Rumah Reyot di Ujung Sawah
3 Bab 3 — Luka yang Paling Menyakitkan
4 Bab 4 — Mimpi yang Ditertawakan
5 Bab 5 — Gadis yang Pernah Ia Sukai
6 Bab 6 — Hutang dan Penghinaan
7 Bab 7 — Malam Hujan Penuh Keputusasaan
8 Bab 8 — Penemuan di Gudang Tua
9 Bab 9 — Kitab Tabib Langit
10 Bab 10 — Tulisan yang Bergerak
11 Bab 11 — Warisan Sang Tabib Misterius
12 Bab 12 — Pelajaran Pertama
13 Bab 13 — Kesembuhan yang Mustahil
14 Bab 14 — Rahasia Energi Kehidupan
15 Bab 15 — Ibunya Bangkit dari Sakit
16 Bab 16 — Keajaiban Menyebar
17 Bab 17 — Pasien Berikutnya
18 Bab 18 — Tatapan yang Mulai Berubah
19 Bab 19 — Kedatangan Dokter Kota
20 Bab 20 — Pertarungan Harga Diri
21 Bab 21 — Nama Damar Mulai Dikenal
22 Bab 22 — Wanita Cantik yang Menyesal
23 Bab 23 — Mobil Mewah di Pekarangan Gubuk
24 Bab 24 — Tatapan Pertama Amara
25 Bab 25 — Sentuhan Sang Tabib
26 Bab 26 — Keajaiban dan Niat Sang Ayah
27 Bab 27 — Menginap di Desa
28 Bab 28 — Kejadian Lucu di Pinggir Sawah
29 Bab 29 — Rival Lokal Muncul
30 Bab 30 — Cemburu yang Disembunyikan
31 Bab 31 — Sosok dari Kota: Julian Santoso
32 Bab 32 — Penghinaan Sang Direktur Farmasi
33 Bab 33 — Pembuktian Diri dalam Diam
34 Bab 34 — Hadiah Rumah Baru
35 Bab 35 — Masak Dapur dan Salah Tingkah
36 Bab 36 — Rina yang Tak Mau Kalah
37 Bab 37 — Julian Merasa Tersaingi
38 Bab 38 — Niat Licik
39 Bab 39 — Pernyataan Perang
40 Bab 40 — Sabotase Racikan Herbal
41 Bab 41 — Fitnah Membara
42 Bab 42 — Amara dan Rina yang Pasang Badan
43 Bab 43 — Analisis Tabib Langit
44 Bab 44 — Dukungan Pak Hendrawan & Dokter Adrian
45 Bab 45 — Momen Hujan di Saung Sawah
46 Bab 46 — Amara Mulai Jujur pada Hatinya
47 Bab 47 — Pengakuan Rina yang Menyentuh
48 Bab 48 — Kebiasaan Manis yang Baru
49 Bab 49 — Cerita Masa Lalu Bu Rahmi
50 Bab 50 — Kesembuhan Total Pak Hendrawan
51 Bab 51 — Dilema Perpisahan & Janji Setia
52 Bab 52 — Cemburu yang Manis
53 Bab 53 — Wujud Hadiah Klinik Desa
54 Bab 54 — Syarat Lisensi & Kejutan Manis
55 Bab 55 — Titipan Hangat di Desa
56 Bab 56 — Tiba di Kediaman Mewah Hendrawan
57 Bab 57 — Bantuan Amara, Menyusun Berkas
58 Bab 58 — Mata-Mata Julian Bertindak
59 Bab 59 — Pasien Berpengaruh: Pak Tirta Wijaya, part 1.
60 Bab 60 — Pasien Berpengaruh: Pak Tirta Wijaya, part 2.
61 Bab 61 — Keajaiban Pengobatan Damar
62 Bab 62 — Pertemuan Pertama dengan Elena
63 Bab 63 — Keinginan Pak Tirta & Niat Meminang
64 Bab 64 — Percikan Cemburu Pertama Amara
65 Bab 65 — Agresi Manis Elena
66 Bab 66 — Persaingan Dua Pengusaha Besar
67 Bab 67 — Perang Dingin Amara vs Elena
68 Bab 68 — Bantuan Jalur Cepat Pak Tirta
69 Bab 69 — Sabotase Obat Santoso Pharma
70 Bab 70 — Keraguan Pakar Kesehatan Modern
71 Bab 71 — Racikan Kitab Langit Menjawab
72 Bab 72 — Aksi Nyata Damar Menyelamatkan Kota
73 Bab 73 — Kepunahan Karir Julian
74 Bab 74 — Elena yang Belum Mau Mengalah
75 Bab 75 — Ketegasan Hati Damar
76 Bab 76 — Pengorbanan Tulus Amara
77 Bab 77 — Kesadaran & Kepedihan Elena
78 Bab 78 — Kerelaan Elena
79 Bab 79 — Terbitnya Lisensi Resmi
80 Bab 80— Keputusan Pulang ke Desa
81 Bab 81 — Kembalinya Sang Tabib ke Desa
82 Bab 82 — Persiapan Pernikahan Akbar Desa
83 Bab 83 — Kehadiran Tamu-Tamu Istimewa
84 Bab 84 — Ketegaran Hati Rina & Elena
85 Bab 85 — Ijab Kabul yang Khidmat
86 Bab 86 — Peresmian Klinik Tradisional Damar
87 Bab 87 — Pesta Rakyat & Penuh Suka Cita
88 Bab 88 — Malam Pertama part 1.
89 Bab 89— Malam Pertama Part 2
90 Bab 90 — Kebahagiaan Sejati di Sukamaju
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 1 — Pemuda yang Selalu Diremehkan
2
Bab 2 — Rumah Reyot di Ujung Sawah
3
Bab 3 — Luka yang Paling Menyakitkan
4
Bab 4 — Mimpi yang Ditertawakan
5
Bab 5 — Gadis yang Pernah Ia Sukai
6
Bab 6 — Hutang dan Penghinaan
7
Bab 7 — Malam Hujan Penuh Keputusasaan
8
Bab 8 — Penemuan di Gudang Tua
9
Bab 9 — Kitab Tabib Langit
10
Bab 10 — Tulisan yang Bergerak
11
Bab 11 — Warisan Sang Tabib Misterius
12
Bab 12 — Pelajaran Pertama
13
Bab 13 — Kesembuhan yang Mustahil
14
Bab 14 — Rahasia Energi Kehidupan
15
Bab 15 — Ibunya Bangkit dari Sakit
16
Bab 16 — Keajaiban Menyebar
17
Bab 17 — Pasien Berikutnya
18
Bab 18 — Tatapan yang Mulai Berubah
19
Bab 19 — Kedatangan Dokter Kota
20
Bab 20 — Pertarungan Harga Diri
21
Bab 21 — Nama Damar Mulai Dikenal
22
Bab 22 — Wanita Cantik yang Menyesal
23
Bab 23 — Mobil Mewah di Pekarangan Gubuk
24
Bab 24 — Tatapan Pertama Amara
25
Bab 25 — Sentuhan Sang Tabib
26
Bab 26 — Keajaiban dan Niat Sang Ayah
27
Bab 27 — Menginap di Desa
28
Bab 28 — Kejadian Lucu di Pinggir Sawah
29
Bab 29 — Rival Lokal Muncul
30
Bab 30 — Cemburu yang Disembunyikan
31
Bab 31 — Sosok dari Kota: Julian Santoso
32
Bab 32 — Penghinaan Sang Direktur Farmasi
33
Bab 33 — Pembuktian Diri dalam Diam
34
Bab 34 — Hadiah Rumah Baru
35
Bab 35 — Masak Dapur dan Salah Tingkah
36
Bab 36 — Rina yang Tak Mau Kalah
37
Bab 37 — Julian Merasa Tersaingi
38
Bab 38 — Niat Licik
39
Bab 39 — Pernyataan Perang
40
Bab 40 — Sabotase Racikan Herbal
41
Bab 41 — Fitnah Membara
42
Bab 42 — Amara dan Rina yang Pasang Badan
43
Bab 43 — Analisis Tabib Langit
44
Bab 44 — Dukungan Pak Hendrawan & Dokter Adrian
45
Bab 45 — Momen Hujan di Saung Sawah
46
Bab 46 — Amara Mulai Jujur pada Hatinya
47
Bab 47 — Pengakuan Rina yang Menyentuh
48
Bab 48 — Kebiasaan Manis yang Baru
49
Bab 49 — Cerita Masa Lalu Bu Rahmi
50
Bab 50 — Kesembuhan Total Pak Hendrawan
51
Bab 51 — Dilema Perpisahan & Janji Setia
52
Bab 52 — Cemburu yang Manis
53
Bab 53 — Wujud Hadiah Klinik Desa
54
Bab 54 — Syarat Lisensi & Kejutan Manis
55
Bab 55 — Titipan Hangat di Desa
56
Bab 56 — Tiba di Kediaman Mewah Hendrawan
57
Bab 57 — Bantuan Amara, Menyusun Berkas
58
Bab 58 — Mata-Mata Julian Bertindak
59
Bab 59 — Pasien Berpengaruh: Pak Tirta Wijaya, part 1.
60
Bab 60 — Pasien Berpengaruh: Pak Tirta Wijaya, part 2.
61
Bab 61 — Keajaiban Pengobatan Damar
62
Bab 62 — Pertemuan Pertama dengan Elena
63
Bab 63 — Keinginan Pak Tirta & Niat Meminang
64
Bab 64 — Percikan Cemburu Pertama Amara
65
Bab 65 — Agresi Manis Elena
66
Bab 66 — Persaingan Dua Pengusaha Besar
67
Bab 67 — Perang Dingin Amara vs Elena
68
Bab 68 — Bantuan Jalur Cepat Pak Tirta
69
Bab 69 — Sabotase Obat Santoso Pharma
70
Bab 70 — Keraguan Pakar Kesehatan Modern
71
Bab 71 — Racikan Kitab Langit Menjawab
72
Bab 72 — Aksi Nyata Damar Menyelamatkan Kota
73
Bab 73 — Kepunahan Karir Julian
74
Bab 74 — Elena yang Belum Mau Mengalah
75
Bab 75 — Ketegasan Hati Damar
76
Bab 76 — Pengorbanan Tulus Amara
77
Bab 77 — Kesadaran & Kepedihan Elena
78
Bab 78 — Kerelaan Elena
79
Bab 79 — Terbitnya Lisensi Resmi
80
Bab 80— Keputusan Pulang ke Desa
81
Bab 81 — Kembalinya Sang Tabib ke Desa
82
Bab 82 — Persiapan Pernikahan Akbar Desa
83
Bab 83 — Kehadiran Tamu-Tamu Istimewa
84
Bab 84 — Ketegaran Hati Rina & Elena
85
Bab 85 — Ijab Kabul yang Khidmat
86
Bab 86 — Peresmian Klinik Tradisional Damar
87
Bab 87 — Pesta Rakyat & Penuh Suka Cita
88
Bab 88 — Malam Pertama part 1.
89
Bab 89— Malam Pertama Part 2
90
Bab 90 — Kebahagiaan Sejati di Sukamaju

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!