Malam itu suara sirine ambulans meraung-raung membelah heningnya jalanan kota menuju Rumah Sakit Medika. Di dalam kabin medis, Damar terus menggenggam jemari Amara dengan begitu erat. Kendati pertolongan pertama berupa penekanan titik saraf pembuluh darah dan pembalut darurat telah ia lakukan secara presisi di area luka, kekhawatiran yang begitu mendalam tetap memenuhi dada sang tabib muda.
Begitu brankar didorong masuk menembus pintu kaca Instalasi Gawat Darurat (IGD), suasana seketika menjadi riuh. Tim medis spesialis bedah dan perawat senior langsung mengerumuni Amara untuk mengambil tindakan steril.
"Mas, mohon tunggu di luar dulu, ya!" panggil seorang perawat senior seraya membatasi langkah Damar. "Kami harus segera membersihkan bekas tusukan dan menjahit luka di bahu Mbak Amara!"
Namun, Damar sama sekali tidak bergeming. Sepasang matanya menatap cemas ke arah Amara, tangannya tidak mau melepaskan genggaman jemari kekasihnya.
"S-Saya ini tabibnya..." tutur Damar dengan nada suara gemetaran dan napas memburu. "Saya harus memastikan pembersihan lukanya kagak merusak jaringan otot bahunya. Biarkan saya ikut mendampingi di dalam!"
"Mas, ini prosedur medis standar rumah sakit!" Kata dokter jaga seraya menepuk bahu Damar. "Bapak harus memberi kami ruang steril agar kami bisa bekerja dengan cepat dan fokus. Mohon kerjasamanya!"
"Tapi saya kagak bisa melepaskan Amara begitu saja!" sahut Damar gigih, mukanya pucat kaku dipenuhi rasa panik yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Melihat kekasihnya yang begitu kalap dan enggan beranjak satu senti pun dari sisinya, Amara yang terbaring di atas ranjang medis perlahan meremas jemari Damar. Wajahnya memang masih pucat, tetapi binar matanya memancarkan kehangatan dan ketenangan yang luar biasa.
"Mas... Mas Damar..." panggil Amara halus, suaranya parau namun teramat lembut menenangkan.
Damar seketika menundukkan badannya, mendekatkan telinganya ke bibir Amara. "Inggih, Amara... Saya di sini, saya kagak pergi."
Amara menyunggingk…
Damar Dan Kitab Tabib
Bab 77 — Kesadaran & Kepedihan Elena
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments
Hardware Solution
yaaaa., koq nggak dua2nya Thor JD istri damar Thor? pleaseeeee
2026-09-04
0