Bab 77 — Kesadaran & Kepedihan Elena

Malam itu suara sirine ambulans meraung-raung membelah heningnya jalanan kota menuju Rumah Sakit Medika. Di dalam kabin medis, Damar terus menggenggam jemari Amara dengan begitu erat. Kendati pertolongan pertama berupa penekanan titik saraf pembuluh darah dan pembalut darurat telah ia lakukan secara presisi di area luka, kekhawatiran yang begitu mendalam tetap memenuhi dada sang tabib muda.

Begitu brankar didorong masuk menembus pintu kaca Instalasi Gawat Darurat (IGD), suasana seketika menjadi riuh. Tim medis spesialis bedah dan perawat senior langsung mengerumuni Amara untuk mengambil tindakan steril.

"Mas, mohon tunggu di luar dulu, ya!" panggil seorang perawat senior seraya membatasi langkah Damar. "Kami harus segera membersihkan bekas tusukan dan menjahit luka di bahu Mbak Amara!"

Namun, Damar sama sekali tidak bergeming. Sepasang matanya menatap cemas ke arah Amara, tangannya tidak mau melepaskan genggaman jemari kekasihnya.

"S-Saya ini tabibnya..." tutur Damar dengan nada suara gemetaran dan napas memburu. "Saya harus memastikan pembersihan lukanya kagak merusak jaringan otot bahunya. Biarkan saya ikut mendampingi di dalam!"

"Mas, ini prosedur medis standar rumah sakit!" Kata dokter jaga seraya menepuk bahu Damar. "Bapak harus memberi kami ruang steril agar kami bisa bekerja dengan cepat dan fokus. Mohon kerjasamanya!"

"Tapi saya kagak bisa melepaskan Amara begitu saja!" sahut Damar gigih, mukanya pucat kaku dipenuhi rasa panik yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Melihat kekasihnya yang begitu kalap dan enggan beranjak satu senti pun dari sisinya, Amara yang terbaring di atas ranjang medis perlahan meremas jemari Damar. Wajahnya memang masih pucat, tetapi binar matanya memancarkan kehangatan dan ketenangan yang luar biasa.

"Mas... Mas Damar..." panggil Amara halus, suaranya parau namun teramat lembut menenangkan.

Damar seketika menundukkan badannya, mendekatkan telinganya ke bibir Amara. "Inggih, Amara... Saya di sini, saya kagak pergi."

Amara menyunggingk…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Hardware Solution

Hardware Solution

yaaaa., koq nggak dua2nya Thor JD istri damar Thor? pleaseeeee

2026-09-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 — Pemuda yang Selalu Diremehkan
2 Bab 2 — Rumah Reyot di Ujung Sawah
3 Bab 3 — Luka yang Paling Menyakitkan
4 Bab 4 — Mimpi yang Ditertawakan
5 Bab 5 — Gadis yang Pernah Ia Sukai
6 Bab 6 — Hutang dan Penghinaan
7 Bab 7 — Malam Hujan Penuh Keputusasaan
8 Bab 8 — Penemuan di Gudang Tua
9 Bab 9 — Kitab Tabib Langit
10 Bab 10 — Tulisan yang Bergerak
11 Bab 11 — Warisan Sang Tabib Misterius
12 Bab 12 — Pelajaran Pertama
13 Bab 13 — Kesembuhan yang Mustahil
14 Bab 14 — Rahasia Energi Kehidupan
15 Bab 15 — Ibunya Bangkit dari Sakit
16 Bab 16 — Keajaiban Menyebar
17 Bab 17 — Pasien Berikutnya
18 Bab 18 — Tatapan yang Mulai Berubah
19 Bab 19 — Kedatangan Dokter Kota
20 Bab 20 — Pertarungan Harga Diri
21 Bab 21 — Nama Damar Mulai Dikenal
22 Bab 22 — Wanita Cantik yang Menyesal
23 Bab 23 — Mobil Mewah di Pekarangan Gubuk
24 Bab 24 — Tatapan Pertama Amara
25 Bab 25 — Sentuhan Sang Tabib
26 Bab 26 — Keajaiban dan Niat Sang Ayah
27 Bab 27 — Menginap di Desa
28 Bab 28 — Kejadian Lucu di Pinggir Sawah
29 Bab 29 — Rival Lokal Muncul
30 Bab 30 — Cemburu yang Disembunyikan
31 Bab 31 — Sosok dari Kota: Julian Santoso
32 Bab 32 — Penghinaan Sang Direktur Farmasi
33 Bab 33 — Pembuktian Diri dalam Diam
34 Bab 34 — Hadiah Rumah Baru
35 Bab 35 — Masak Dapur dan Salah Tingkah
36 Bab 36 — Rina yang Tak Mau Kalah
37 Bab 37 — Julian Merasa Tersaingi
38 Bab 38 — Niat Licik
39 Bab 39 — Pernyataan Perang
40 Bab 40 — Sabotase Racikan Herbal
41 Bab 41 — Fitnah Membara
42 Bab 42 — Amara dan Rina yang Pasang Badan
43 Bab 43 — Analisis Tabib Langit
44 Bab 44 — Dukungan Pak Hendrawan & Dokter Adrian
45 Bab 45 — Momen Hujan di Saung Sawah
46 Bab 46 — Amara Mulai Jujur pada Hatinya
47 Bab 47 — Pengakuan Rina yang Menyentuh
48 Bab 48 — Kebiasaan Manis yang Baru
49 Bab 49 — Cerita Masa Lalu Bu Rahmi
50 Bab 50 — Kesembuhan Total Pak Hendrawan
51 Bab 51 — Dilema Perpisahan & Janji Setia
52 Bab 52 — Cemburu yang Manis
53 Bab 53 — Wujud Hadiah Klinik Desa
54 Bab 54 — Syarat Lisensi & Kejutan Manis
55 Bab 55 — Titipan Hangat di Desa
56 Bab 56 — Tiba di Kediaman Mewah Hendrawan
57 Bab 57 — Bantuan Amara, Menyusun Berkas
58 Bab 58 — Mata-Mata Julian Bertindak
59 Bab 59 — Pasien Berpengaruh: Pak Tirta Wijaya, part 1.
60 Bab 60 — Pasien Berpengaruh: Pak Tirta Wijaya, part 2.
61 Bab 61 — Keajaiban Pengobatan Damar
62 Bab 62 — Pertemuan Pertama dengan Elena
63 Bab 63 — Keinginan Pak Tirta & Niat Meminang
64 Bab 64 — Percikan Cemburu Pertama Amara
65 Bab 65 — Agresi Manis Elena
66 Bab 66 — Persaingan Dua Pengusaha Besar
67 Bab 67 — Perang Dingin Amara vs Elena
68 Bab 68 — Bantuan Jalur Cepat Pak Tirta
69 Bab 69 — Sabotase Obat Santoso Pharma
70 Bab 70 — Keraguan Pakar Kesehatan Modern
71 Bab 71 — Racikan Kitab Langit Menjawab
72 Bab 72 — Aksi Nyata Damar Menyelamatkan Kota
73 Bab 73 — Kepunahan Karir Julian
74 Bab 74 — Elena yang Belum Mau Mengalah
75 Bab 75 — Ketegasan Hati Damar
76 Bab 76 — Pengorbanan Tulus Amara
77 Bab 77 — Kesadaran & Kepedihan Elena
78 Bab 78 — Kerelaan Elena
79 Bab 79 — Terbitnya Lisensi Resmi
80 Bab 80— Keputusan Pulang ke Desa
81 Bab 81 — Kembalinya Sang Tabib ke Desa
82 Bab 82 — Persiapan Pernikahan Akbar Desa
83 Bab 83 — Kehadiran Tamu-Tamu Istimewa
84 Bab 84 — Ketegaran Hati Rina & Elena
85 Bab 85 — Ijab Kabul yang Khidmat
86 Bab 86 — Peresmian Klinik Tradisional Damar
87 Bab 87 — Pesta Rakyat & Penuh Suka Cita
88 Bab 88 — Malam Pertama part 1.
89 Bab 89— Malam Pertama Part 2
90 Bab 90 — Kebahagiaan Sejati di Sukamaju
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 1 — Pemuda yang Selalu Diremehkan
2
Bab 2 — Rumah Reyot di Ujung Sawah
3
Bab 3 — Luka yang Paling Menyakitkan
4
Bab 4 — Mimpi yang Ditertawakan
5
Bab 5 — Gadis yang Pernah Ia Sukai
6
Bab 6 — Hutang dan Penghinaan
7
Bab 7 — Malam Hujan Penuh Keputusasaan
8
Bab 8 — Penemuan di Gudang Tua
9
Bab 9 — Kitab Tabib Langit
10
Bab 10 — Tulisan yang Bergerak
11
Bab 11 — Warisan Sang Tabib Misterius
12
Bab 12 — Pelajaran Pertama
13
Bab 13 — Kesembuhan yang Mustahil
14
Bab 14 — Rahasia Energi Kehidupan
15
Bab 15 — Ibunya Bangkit dari Sakit
16
Bab 16 — Keajaiban Menyebar
17
Bab 17 — Pasien Berikutnya
18
Bab 18 — Tatapan yang Mulai Berubah
19
Bab 19 — Kedatangan Dokter Kota
20
Bab 20 — Pertarungan Harga Diri
21
Bab 21 — Nama Damar Mulai Dikenal
22
Bab 22 — Wanita Cantik yang Menyesal
23
Bab 23 — Mobil Mewah di Pekarangan Gubuk
24
Bab 24 — Tatapan Pertama Amara
25
Bab 25 — Sentuhan Sang Tabib
26
Bab 26 — Keajaiban dan Niat Sang Ayah
27
Bab 27 — Menginap di Desa
28
Bab 28 — Kejadian Lucu di Pinggir Sawah
29
Bab 29 — Rival Lokal Muncul
30
Bab 30 — Cemburu yang Disembunyikan
31
Bab 31 — Sosok dari Kota: Julian Santoso
32
Bab 32 — Penghinaan Sang Direktur Farmasi
33
Bab 33 — Pembuktian Diri dalam Diam
34
Bab 34 — Hadiah Rumah Baru
35
Bab 35 — Masak Dapur dan Salah Tingkah
36
Bab 36 — Rina yang Tak Mau Kalah
37
Bab 37 — Julian Merasa Tersaingi
38
Bab 38 — Niat Licik
39
Bab 39 — Pernyataan Perang
40
Bab 40 — Sabotase Racikan Herbal
41
Bab 41 — Fitnah Membara
42
Bab 42 — Amara dan Rina yang Pasang Badan
43
Bab 43 — Analisis Tabib Langit
44
Bab 44 — Dukungan Pak Hendrawan & Dokter Adrian
45
Bab 45 — Momen Hujan di Saung Sawah
46
Bab 46 — Amara Mulai Jujur pada Hatinya
47
Bab 47 — Pengakuan Rina yang Menyentuh
48
Bab 48 — Kebiasaan Manis yang Baru
49
Bab 49 — Cerita Masa Lalu Bu Rahmi
50
Bab 50 — Kesembuhan Total Pak Hendrawan
51
Bab 51 — Dilema Perpisahan & Janji Setia
52
Bab 52 — Cemburu yang Manis
53
Bab 53 — Wujud Hadiah Klinik Desa
54
Bab 54 — Syarat Lisensi & Kejutan Manis
55
Bab 55 — Titipan Hangat di Desa
56
Bab 56 — Tiba di Kediaman Mewah Hendrawan
57
Bab 57 — Bantuan Amara, Menyusun Berkas
58
Bab 58 — Mata-Mata Julian Bertindak
59
Bab 59 — Pasien Berpengaruh: Pak Tirta Wijaya, part 1.
60
Bab 60 — Pasien Berpengaruh: Pak Tirta Wijaya, part 2.
61
Bab 61 — Keajaiban Pengobatan Damar
62
Bab 62 — Pertemuan Pertama dengan Elena
63
Bab 63 — Keinginan Pak Tirta & Niat Meminang
64
Bab 64 — Percikan Cemburu Pertama Amara
65
Bab 65 — Agresi Manis Elena
66
Bab 66 — Persaingan Dua Pengusaha Besar
67
Bab 67 — Perang Dingin Amara vs Elena
68
Bab 68 — Bantuan Jalur Cepat Pak Tirta
69
Bab 69 — Sabotase Obat Santoso Pharma
70
Bab 70 — Keraguan Pakar Kesehatan Modern
71
Bab 71 — Racikan Kitab Langit Menjawab
72
Bab 72 — Aksi Nyata Damar Menyelamatkan Kota
73
Bab 73 — Kepunahan Karir Julian
74
Bab 74 — Elena yang Belum Mau Mengalah
75
Bab 75 — Ketegasan Hati Damar
76
Bab 76 — Pengorbanan Tulus Amara
77
Bab 77 — Kesadaran & Kepedihan Elena
78
Bab 78 — Kerelaan Elena
79
Bab 79 — Terbitnya Lisensi Resmi
80
Bab 80— Keputusan Pulang ke Desa
81
Bab 81 — Kembalinya Sang Tabib ke Desa
82
Bab 82 — Persiapan Pernikahan Akbar Desa
83
Bab 83 — Kehadiran Tamu-Tamu Istimewa
84
Bab 84 — Ketegaran Hati Rina & Elena
85
Bab 85 — Ijab Kabul yang Khidmat
86
Bab 86 — Peresmian Klinik Tradisional Damar
87
Bab 87 — Pesta Rakyat & Penuh Suka Cita
88
Bab 88 — Malam Pertama part 1.
89
Bab 89— Malam Pertama Part 2
90
Bab 90 — Kebahagiaan Sejati di Sukamaju

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!