(Lanjutan langsung dari Bab 32: Cahaya di Tengah Kabut Musibah)
Ling Xie segera mengumpulkan kelima tabib terbaik istana, para dayang yang sudah di latihnya, serta kedua kakaknya Pangeran Jin Ling Jian dan Pangeran Jin Lim Jian di ruangan pengobatan Istana.
"Ayahanda Kaisar, dan Ibunda Selir Agung sudah mengizinkan saya memimpin penanganan wabah penyakit ini," ucap Ling Xie dengan tegas namun tenang. "Kita tidak hanya mengobati gejala luar saja, tetapi harus mencari akar penyebab nya. Mulai hari ini, kita akan membagi tugas. Sebagian ke beberapa Dusun yang terdampak, sebagian mengambil sampel air yang terkontaminasi oleh virus itu. Sebagian meracik obat-obatan herbal penawarnya, sebagian merawat dan mengobati para pasien."
Para tabib senior yang awalnya ragu, kini tunduk hormat. Mereka sadar, ilmu gadis yang terkenal dengan nama" Tabib Cadar Putih" itu jauh melampaui mereka. Ilmu itu langsung di turunkan dari Guru Sakti Gunung Emas.
Sementara itu, di ruangan rahasia di balik perpustakaan istana Putri Li Mei Feng dan Yan Shi mantan Permaisuri itu tertawa dingin setelah mendengar laporan bahwa wabah Semakin meluas.
"Biarkan mereka sibuk mencari obat," desis Yan Shi sambil memutar cangkir teh di tangannya. "Semakin mereka lelah, semakin mudah kita meruntuhkan sisa kekuatan Kaisar Jin Feng."
"Tapi Ibu... dari mana Ibu mendapatkan bubuk penyakit yang mengerikan itu?" tanya Putri Li Mei Feng pada ibunya Yan Shi.
"Ibu mendapatkannya dari salah satu tabib istana yang sudah lama memihak kepada kita," jelas Yan Shi dengan senyum licik. "Bubuk itu diracik dari sari cairan jenazah orang yang tewas akibat penyakit serupa. Dia yang memastikan tak ada yang curiga, bahkan saat mereka sedang mencari obat."
"Mengapa Ibu tidak memberitahuku hal ini lebih awal? Ternyata sudah ada orang penting yang diam-diam berdiri di pihak kita," ujar Putri Li Mei Feng dengan mata berbinar kagum sekaligus terkejut.
"Ibu, Pangeran Gao San dari Kerajaan Tai Yue, sudah datang," bisik Putri Li…
The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn
Berkah Dewa di Tengah Ancaman Pengkhianatan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 81 Episodes
Comments