Kelanjutan dari bab 41 Jejak Melarikan Diri)
Sejak peristiwa pertemuan singkat kemarin, hati A-Shun semakin gelisah, tak tenang sedetik pun. Bayangan wajah Putri Ling Xie yang menatapnya penuh curiga namun tetap berwibawa itu terus menghantuinya. Rasa bersalah semakin menyesakkan dadanya, semakin ia mencoba menutupinya, semakin berat beban yang dipikulnya. Ingin rasanya ia berlutut dan mengaku dengan jujur bahwa dialah yang menyebarkan bubuk mengerikan itu ke sungai dan sumur-sumur di beberapa dusun tersebut.
Namun setiap kali keinginan itu muncul, ancaman mengerikan dari Putri Li Mei Feng kembali bergema keras di telinganya: "Kau dan seluruh keluargamu akan ku bantai habis, jika kau berani menyeret namaku dalam masalah ini!"
Namun kali ini, beban rasa bersalah yang semakin menyesakkan tak lagi sanggup ia tahan sendirian. Dengan langkah gemetar namun hati yang mulai bulat, ia berjalan menuju kediaman Putri Ling Xie. Ia memberanikan diri untuk datang dan berkata jujur, karena semakin lama ia memendamnya, semakin berat pula rasa sesal yang menggerogoti seluruh hatinya.
Ia tak akan mundur lagi. Tak peduli seberat apa hukuman yang nanti akan dijatuhkan Kaisar Jin Feng kepadanya, ia sudah bertekad bulat untuk mengaku. Beban dosa ini tak sanggup lagi ia pikul sendirian. Di dalam hatinya, ia meyakini, lebih baik mati karena dihukum atas kesalahannya sendiri, daripada hidup seumur hidup dalam tekanan perasaan bersalah yang tak pernah hilang. Setiap hari yang ia lalui dengan menyembunyikan kebenaran rasanya seperti menyiksa dirinya sendiri, dan kini ia sudah cukup menanggungnya.
Ia pun berjanji dalam hati, akan mengungkapkan kepada semua orang bahwa Putri Li Mei Feng lah dalang sesungguhnya di balik rekayasa wabah ini. Meski nasib seluruh keluarganya yang tinggal di Dusun Bara Asih kini menjadi taruhan nyawa, ia tak akan lagi menutupi segala kejahatan Putri Li Mei Feng. Apapun hukuman yang akan diterima, apapun bahaya yang akan mengancamnya, ia siap menghadapinya…
The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn
Pengakuan yang Terhenti
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 81 Episodes
Comments