Matahari pagi tampak malu-malu di balik awan kelabu, seakan turut berduka atas kepergian Selir Utama Ling Mei Rong. Di halaman depan Paviliun Kediaman Almarhum, sebuah altar persembahan telah didirikan, terbuat dari kayu cendana harum, di atasnya terhampar kain sutra putih bersih. Di tengah altar, terbaring jenazah Ling Mei Rong di dalam peti mati kayu jati hitam yang diukir naga dan burung phoenix, melambangkan martabatnya sebagai mantan Permaisuri.
Di sekeliling peti mati, lilin putih menyala perlahan, asap dupa cendana mengepul lembut ke udara, membawa doa-doa bagi jiwa yang berpulang. Di depan peti, terhampar bantal bulu angsa tempat keluarga berlutut dan menabur bunga krisan putih, bunga kesedihan yang abadi.
Guru Sakti Shang Qing telah datang, memimpin upacara. Jubah keagamaan berwarna abu-abu panjang mengenakan, di tangannya memegang tongkat kayu berujung giok. Di sampingnya berdiri para pendeta yang membacakan doa pengantar arwah dengan irama yang rendah dan syahdu, bergema di sepanjang halaman istana yang sunyi.
"Selir Utama Ling Mei Rong... telah berpulang ke pangkuan Yang Maha Agung. Beliau pergi dengan tenang, dengan kebaikan yang melekat pada jiwanya," ucap Guru Shang Qing dengan suara dalam dan penuh khidmat, meski di dalam hatinya ia merasakan ada yang janggal luka di dada almarhum tak seperti luka sakit biasa.
Kaisar Jin Feng berdiri di barisan terdepan, mengenakan jubah berkabung berwarna putih pudar. Wajahnya tenang, namun matanya menyimpan kesedihan yang tak terucap. Di sebelahnya, Ibu Suri Zhao He duduk di kursi kayu, air mata terus menetes tanpa henti.
Dan di sisi lain... berdiri Permaisuri Mei Yin. Ia juga mengenakan pakaian berkabung putih, wajahnya basah oleh air mata yang ia peras sekuat tenaga. "Kakakku...selamat jalan. Maafkan aku jika ada salah kata," isaknya pura-pura, sementara di balik kain penutup wajahnya, bibirnya tersenyum puas.
Ling Xie berlutut tepat di depan peti mati, tubuhnya masih gemetar bukan han…
The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn
Musuh di Balik Bayang-Bayang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 81 Episodes
Comments