(Kelanjutan dari bab 36 Perjuangan Menyelamatkan Nyawa di Balik Musibah)
Dengan hati yang teriris pedih, Selir selir Agung Ling Mei Rong kembali ke posko persalinan. Di dalam posko itu, ia mencoba menggendong bayi laki-laki itu dan memeluknya dengan erat di dadanya. Tubuh kecil itu masih hangat, merengek pelan seolah merasakan kepergian ibunya yang baru saja melahirkannya ke dunia.
"Tidak ada satupun, saudaranya yang bisa di temukan," ucapnya dengan suara bergetar saat menghampiri Ling Xie yang sedang merawat ibu muda dan bayi perempuan nya. "Ibu ini sendirian..sepenuhnya sendirian, tak ada sanak saudara nya."
Matahari mulai terbenam, namun upaya penyelamatan tak berhenti begitu saja. Posko pengobatan masih di penuhi warga yang menunggu giliran. Ling Xie membagi tugas kembali dengan sigap. Para tabib memeriksa gejala dan memastikan tak ada yang terlambat di tangani. Dayang-dayang membersihkan luka dan meracik ramuan obat oles yang disiapkan dari bahan pemberian Sistem, sedangkan Selir Agung Ling Mei Rong bersama kedua pangeran kembar membagikan makanan, air minum bersih serta pakaian bersih setiap warga yang datang.
Kaisar Jin Feng yang melihat dari kejauhan, hatinya terasa hangat sekaligus haru. Ia melihat putri kandungnya tak hanya membawa kembali hati dirinya, tetapi juga membawa cahaya yang menyinari kerajaan Feng Ling yang sedang dilanda kegelapan. Namun disudut lain yang tidak terlihat, Tabib Mo Lan memperhatikan segala hal dengan wajah penuh kemurkaan . Melihat ramuan obat yang disiapkan Ling Xie, perlahan meredakan rasa gatal dan menyembuhkan luka para warga, tangan nya mengepal erat dari balik lengan baju jubahnya.
"Mengapa kau begitu beruntung? Mengapa semua mengagumimu, mengagungkan mu? padahal aku juga tabib terbaik kerajaan Feng Ling. Harusnya wabah ini menghancurkan kalian semua!" gerutunya dalam hati, berusaha untuk menyembunyikan kebencian yang meluap-luap.
Kaisar Jin Feng pun berjalan menuju posko persalinan. Langkahnya perlahan…
The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn
Harapan dan Janji di Tengah Wabah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 81 Episodes
Comments