Keesokan paginya, keheningan taman istana tiba-tiba pecah menjadi kegemparan. Para pelayan yang sedang membersihkan halaman berteriak histeris, saat mereka menemukan tubuh tak bernyawa seorang kasim terapung di dasar kolam ikan yang airnya keruh.
"Tolong! Ada mayat di sini! Tolong, cepat kemari!" teriak pelayan yang sedang menyapu halaman dengan suara gemetar ketakutan, suaranya bergema memecah keheningan pagi yang tenang.
Seluruh penghuni istana yang mendengar teriakan itu segera berlarian menuju taman, ingin melihat sendiri apa yang sebenarnya terjadi. Rasa penasaran bercampur ngeri membuat mereka berdesak-desakan, suasana pagi yang tenang seketika berubah menjadi penuh kegemparan.
Suara kegaduhan yang makin riuh terdengar hingga ke dalam kamar. Saat itu Ling Xie baru saja selesai mandi dan sedang dibantu para dayang mengenakan pakaian. Salah satu dari mereka pun berbisik dengan nada cemas.
"Yang Mulia... terdengar heboh sekali di halaman istana. Kabarnya baru saja ditemukan mayat seorang Kasim di taman."
"Apa? Mayat seorang Kasim Istana?" tanya Ling Xie dengan wajah pucat terkejut. Tanpa menunggu lama, ia segera menoleh pada dayang setianya. "Bai Zhi, temani aku segera ke halaman istana. Aku harus melihatnya sendiri."
"Kalian semua silakan lanjutkan tugas masing-masing," ujar Ling Xie kepada dayang-dayang lainnya yang sedang membantunya berpakaian dan merias diri. "Hanya Bai Zhi yang akan ikut bersamaku ke luar."
"Baik, Yang Mulia," sahut dayang-dayang itu serentak seraya menunduk hormat.
Ling Xie pun bergegas melangkah keluar menuju halaman istana, disusul oleh dayang muda Bai Zhi yang berjalan tak jauh di belakangnya. Di tengah lorong istana yang mulai riuh, terlihat pula seorang dayang berjalan tergesa-gesa menuju kediaman Pangeran kembar Jin Ling Jian dan Jin Lim Jian, untuk segera menyampaikan kabar mengerikan itu kepada mereka.
Ling Xie segera mempercepat langkah dan mencegat dayang itu.
"Kembalilah pada tugasmu," ujarnya tenang namun tegas. "B…
The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn
Pengakuan yang Terhenti, Kebenaran yang Terbunuh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments