Aku masih memikirkan percakapanku dengan Javier tadi.
Kenapa dia lebih memilih menemaniku di rumah daripada pergi ke Ruang Rindu?
Bukankah selama ini dia tidak menyukaiku?
Dan... benarkah alasan dia menciumku hanya untuk mengetes apakah aku mencintainya atau tidak?
Aku menggeleng pelan, berusaha mengusir semua pertanyaan yang memenuhi kepalaku.
Aku kembali menyuapkan makanan ke mulutku hingga habis. Setelah itu, aku membawa piring ke dapur, mencucinya, lalu kembali ke ruang tamu.
Karena tidak ada kegiatan lain, aku mengambil remote televisi dan memilih drama terbaru yang belum sempat kutonton.
Aku tersenyum kecil saat episode pertama selesai dan layar mulai menampilkan episode kedua.
Brumm...
Suara sebuah motor berhenti di depan rumah.
Belum sempat aku menoleh ke arah pintu, suara seseorang yang sangat kukenal sudah terdengar dari luar.
"Nay... Naya..."
Aku segera mem-pause drama yang sedang kutonton, lalu mengambil jilbab yang tergantung di balik pintu kamar dan memakainya.
Setelah itu kubuka pintu depan.
"Lila?" tanyaku heran. "Ada apa?"
Lila tersenyum lebar.
"Nggak apa-apa. Pengen main aja."
"Oh..." Aku membuka pintu lebih lebar. "Ya udah, ayo masuk."
Lila mengangguk senang.
Begitu masuk ke dalam rumah, matanya langsung berkeliling mengamati setiap sudut ruangan.
"Bagus juga ya rumah kamu. Lumayan luas."
Aku terkekeh kecil.
"Ya namanya juga rumah tipe tiga puluh enam. Ya beginilah." Aku menunjuk sofa di ruang tamu. "Ayo duduk... duduk."
Kami berdua duduk berdampingan.
Pandangan Lila kemudian tertuju ke televisi yang masih menampilkan drama Korea.
"Eh?" Ia menunjuk layar televisi. "Kamu baru nonton ini?"
"Iya," jawabku. "Baru sempat. Kemarin-kemarin aku lagi nonton drama yang lain."
Lila tersenyum penuh kemenangan.
"Aku udah jauh nontonnya."
Aku langsung mengangkat telunjuk.
"Jangan spoiler."
"Tenang..."
Lila tertawa kecil, lalu menyandarkan tubuhnya ke sofa.
"Eh, Nay... Gimana rasanya tinggal serumah sama cogan kayak Javier?"
Aku mengangkat bahu.
"Biasa aja."
"Ih…
Unexpected Scenario
35 - Wonder
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments