Samar-samar kudengar suara azan berkumandang dari kejauhan. Perlahan aku membuka mata.
Di hadapanku, Javier ternyata sudah terbangun. Ia sedang menatapku sambil tersenyum tipis.
Kulirik tubuh bagian atasnya yang masih tanpa pakaian. Seketika ingatanku kembali pada semua yang terjadi semalam.
Refleks aku mengintip ke balik selimut yang menutupi tubuhku.
Tak sehelai benang pun melekat di tubuhku.
Pipiku langsung memanas.
Aku kembali menatap Javier.
"Mas... kita beneran udah ngelakuin itu," gumamku pelan.
Javier tersenyum. Tangannya terangkat membelai lembut pipiku.
"Iya," jawabnya pelan. "Aku juga masih nggak nyangka kita beneran ngelakuin itu. Apalagi kamu yang ngajakin duluan."
Aku tersenyum kecil.
"Karena memang udah waktunya. Aku udah siap, ya udah... lakuin aja."
"Kenapa tiba-tiba kamu pengen ngelakuin itu?" tanya Javier lembut.
"Ya karena memang udah waktunya." Aku menatap matanya. "Aku juga nggak mau kamu nunggu aku terus."
Javier menggeleng pelan.
"Aku nunggu kamu terus juga nggak apa-apa, kok." Tatapannya begitu lembut. "Kalau kamu belum siap, aku bakal tetap nunggu. Buat aku, kesehatan mental kamu jauh lebih penting daripada sekadar memenuhi keinginanku."
Ia mengusap pelan pipiku.
"Kamu itu segalanya buat aku, Nay. Aku nggak mau terjadi apa-apa sama kamu. Apalagi kalau itu gara-gara aku."
Dadaku langsung terasa hangat mendengar ucapannya.
Tanpa berpikir panjang, aku memeluknya erat.
"Mas..." bisikku. "Aku sayang kamu."
Javier membalas pelukanku.
"Iya. Aku juga sayang sama kamu."
"Makasih... kamu selalu baik sama aku. Selalu mentingin aku."
Javier tersenyum kecil.
"Memang begitu tugas seorang suami."
Aku mengangkat wajahku menatapnya.
"Aku janji bakal jadi istri yang baik buat kamu. Aku bakal dengerin semua ucapanmu."
Javier terkekeh pelan.
"Padahal aku udah bilang, kamu cukup ada di sisiku aja. Nggak usah ngapa-ngapain."
Aku ikut tersenyum.
"Iya... aku akan selalu ada di sisimu."
Javier mengangguk puas.
"Kalau gitu ayo kita mandi. Biar kita bisa salat."
Aku…
Unexpected Scenario
72 - Loveable
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments