Aku benar-benar tidak menyangka.
Setelah kejadian waktu itu, Javier justru berubah menjadi sangat dingin kepadaku. Bahkan ia menyuruhku tidur lagi di kamar Janessa.
Jujur saja, itu malah membuatku lega.
Setidaknya aku tidak perlu lagi waspada kalau-kalau ia tiba-tiba menyerangku seperti sebelumnya.
Sayangnya, sikap kami tidak luput dari perhatian Janessa dan Mama Soraya.
Awalnya Janessa mengira aku dan Javier saat itu kami sedang melakukan sesuatu yang memang biasa dilakukan suami istri. Ia bahkan sempat bercanda kalau sebentar lagi akan punya keponakan. Namun ketika malam harinya aku kembali tidur di kamarnya, ekspresinya langsung berubah bingung.
Aku tentu tidak mungkin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Aku hanya beralasan ingin tidur bersamanya lagi.
Berbeda dengan Janessa, Mama Soraya justru lebih peka. Beliau sepertinya bisa menebak kalau ada sesuatu yang tidak beres di antara aku dan Javier. Beliau bahkan sempat menyuruh kami menyelesaikan masalah kami baik-baik.
Masalahnya...
Bagaimana cara menyelesaikannya kalau Javier sendiri seperti sedang malas berurusan denganku?
Hari ini kami mendapat undangan menghadiri acara akikah anak teman SD Javier.
Mama Soraya meminta kami semua datang.
Acaranya dimulai pukul sembilan pagi.
Saat ini aku sedang bersiap di kamar Javier.
Aku sedang memakai gamis polos berwarna lembut, sementara Javier duduk di tepi tempat tidur dengan kedua mata terpejam.
Sebenarnya aku bisa saja berganti pakaian di kamar mandi. Namun kalau aku melakukannya, Mama Soraya dan Janessa pasti akan kembali berpikir yang macam-macam.
"Udah belum, sih?" tanya Javier tanpa membuka mata.
"Bentar."
Aku berusaha menarik resleting di punggung gamisku.
Tetap saja tidak bisa.
"Lama banget. Cuma pakai gamis doang."
"Resletingnya susah ditutup."
Aku mencoba sekali lagi.
Tetap gagal.
Akhirnya aku menyerah dan berjalan mendekatinya.
"Sekarang kamu udah boleh buka mata."
Javier perlahan membuka matanya.
"Udah?"
"Belum."
Ia langsung mengembuskan napas panjang.
"…
Unexpected Scenario
47 - Pretend
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments