Malam itu, kami masih makan dalam diam. Hanya suara televisi yang mengisi keheningan.
Tak lama kemudian, makan malam pun selesai.
Saat hendak mengambil piring Javier, bahuku tak sengaja menyentuh lengannya.
Namun, Javier justru memalingkan wajah.
Aku mengernyit.
Dia kenapa?
Aku tidak ingin terlalu memikirkannya. Kumasukkan piring dan gelas kotor ke wastafel, lalu mencucinya. Sesekali aku melirik ke belakang.
Javier sudah duduk di sofa.
Tetap diam.
Tetap tidak menoleh ke arahku.
Setelah selesai mencuci piring, aku mengeringkan tangan lalu kembali ke ruang tamu. Aku duduk di sampingnya.
Kami kembali tenggelam dalam keheningan.
Drama yang tadi kami tonton akhirnya selesai.
Aku mengambil remote, lalu menyodorkannya kepada Javier.
"Nih. Siapa tahu kamu mau nonton sesuatu."
Javier langsung mengambil remote itu.
Tetapi lagi-lagi...
Ia tidak menoleh kepadaku.
Tatapannya tetap lurus ke layar.
Beberapa detik kemudian, ia memilih sebuah film laga.
Aku ikut menonton dari sampingnya meski bukan penggemar film seperti itu.
Menit demi menit berlalu.
Javier terlihat sangat fokus pada film, seolah aku sama sekali tidak ada di sebelahnya.
Aku mulai kesal.
Aku tidak mau malam ini berakhir hanya dengan duduk diam menonton televisi.
Aku sudah mengumpulkan keberanian selama berhari-hari.
Aku tidak ingin semuanya berakhir sia-sia.
Tanpa berpikir panjang, aku meraih remote dari tangannya.
Klik.
Layar televisi langsung menghitam.
"Naya!"
Javier menoleh dengan wajah terkejut.
"Apa-apaan sih kamu?"
Aku tidak menjawab.
Aku langsung duduk di pangkuannya.
Kedua tanganku melingkar pelan di lehernya.
"Naya..."
Suara Javier langsung berubah gugup.
"Ke... kenapa kamu duduk di sini?"
Aku tersenyum kecil.
"Kenapa? Nggak boleh aku duduk di pangkuan suamiku sendiri?"
"Boleh..."
Ia kembali memalingkan wajah.
"Tapi..."
Aku menghela napas pelan.
Kutarik dagunya lembut hingga ia menatapku.
"Kalau lagi ngobrol, tatap orang yang diajak ngomong."
Aku menatap matanya.
"Jangan malah buang muka."
"Aku..."
Javier…
Unexpected Scenario
71 - You & I ++
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments