Samar-samar kudengar suara azan berkumandang dari kejauhan.
Perlahan kubuka mata.
Kulihat Javier sudah terbangun. Ia berbaring miring menghadapku, menatapku tanpa berkedip.
"Eh... kamu udah bangun?" tanyaku lirih.
Javier mengangguk pelan.
"Sejak kapan?"
"Belum lama."
"Terus kenapa nggak bangunin aku? Malah natap aku kayak gitu."
"Kenapa?" Javier tersenyum tipis. "Nggak boleh lihat istri sendiri?"
Aku ikut tersenyum.
Entah kenapa, setiap kali Javier menyebutku istri, ada rasa hangat yang memenuhi dadaku.
Aku mengangkat tangan, lalu memegang kedua pipinya.
"Boleh. Aku cuma heran aja kenapa kamu natap aku."
Javier menggenggam tanganku, lalu mengecup punggung tanganku dengan lembut.
"Aku cuma lagi merhatiin kamu tidur."
"Terus setelah diperhatiin gimana?" tanyaku penasaran. "Tidurku jelek, ya?"
Javier menggeleng.
"Nggak."
Ia menatapku lekat.
"Cantik."
Aku langsung mendengus pelan.
"Gombal. Aku cantik di mananya, coba?"
Javier mendekatkan wajahnya hingga hanya berjarak beberapa senti.
"Semuanya."
Aku tersenyum jahil.
"Emang kamu udah lihat seluruh tubuhku?"
Javier terdiam.
"Kan belum."
"Emang boleh lihat?"
"Boleh."
Kali ini justru Javier yang membelalak.
"Serius?"
Aku mengangguk sambil tertawa kecil.
"Serius."
Kuberi jeda sejenak.
"Tapi... bukan sekarang."
"Oh..."
Javier mengembuskan napas pelan.
"Kenapa?" godaku lagi. "Kamu pengen lihat sekarang?"
"Nggak."
Ia menggeleng cepat.
"Aku kan udah bilang, aku nggak akan ngelakuin apa pun tanpa persetujuan kamu."
"Oh..."
Aku mengangguk kecil.
"Kirain kamu pengen lihat sekarang."
"Nggak."
Javier tersenyum tipis.
"Ya udah. Ayo kita salat."
Ia mulai bangkit dari tempat tidur.
Namun sebelum sempat berdiri, aku meraih lengannya dan menariknya kembali.
Javier menoleh.
Tanpa mengatakan apa pun, aku langsung mencium bibirnya.
Pelan.
Dalam.
Tubuh Javier sempat menegang karena terkejut—aku bisa merasakannya di lengan yang masih kugenggam, otot-ototnya mengeras sepersekian detik sebelum perlahan melembut kembali.
Namun hanya sesaat.
Tak l…
Unexpected Scenario
62 - Attention
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments