Setelah menghabiskan waktu sekitar dua puluh menit di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian menggunakan kaos santai serta celana kulot yang longgar, Raelyn akhirnya keluar. Luka di pergelangan tangan dan jarinya sudah dia ganti dengan hansaplas baru yang bersih.
Giliran Alvarez yang masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara suaminya mandi, Raelyn mendudukkan diri di depan meja rias besar yang ada di sudut kamar utama.
Dia mengambil sebuah hairdryer milik Alvarez yang tersedia di sana, bersiap untuk mengeringkan rambut panjangnya yang masih basah kuyup setelah keramas.
Baru saja Raelyn menyalakan mesin pengering rambut itu, pintu kamar mandi mendadak terbuka.
Alvarez melangkah keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut hitamnya yang masih basah dan meneteskan sisa air di bahunya.
Yang membuat mata Raelyn langsung terbelalak sempurna adalah penampilan suaminya saat itu. Alvarez belum berganti pakaian kerja. Pria itu hanya mengenakan celana pendek santai berwarna abu-abu tanpa menggunakan kaos sama sekali.
Pemandangan itu langsung menyergap indera penglihatan Raelyn melalui pantulan cermin meja rias. Tubuh Alvarez yang atletis, dada bidangnya yang kokoh, serta perutnya yang membentuk lekukan enam kotak (sixpack) yang sempurna terpampang nyata di depan matanya. Urat-urat tangan di lengan kekarnya terlihat sangat maskulin di bawah pencahayaan kamar pagi itu.
Raelyn membeku di kursinya, tangan yang memegang pengering rambut mendadak lemas. Dia menelan ludah tanpa sadar, menatap pemandangan itu tanpa berkedip melalui cermin.
Alvarez yang menyadari pandangan lapar dari istrinya melalui pantulan cermin langsung menghentikan langkahnya. Pria itu menaruh handuk kecil yang dia gunakan untuk mengelap rambutnya ke atas bahu, lalu berjalan mendekati meja rias dengan langkah santai.
Jiwa jahilnya kembali meronta melihat ekspresi wajah Raelyn yang kembali linglung karena ketampanan fisiknya.
Alvarez berdiri tepat di belakang kursi Rae…
The CEO'S Speed Limit
bab 16
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments