Tiga hari setelah kunjungan perdana Raelyn ke kantor pusat Danadiaksa Group, atmosfer di dalam tawang mewah lantai teratas mendadak berubah menjadi tegang.
Ruang tengah dan kamar utama tidak lagi dipenuhi oleh aroma lilin terapi yang menenangkan, melainkan tumpukan kertas jilid, draf skripsi bab satu sampai bab lima, serta coretan formula algoritma pemrograman yang berserakan di atas karpet beludru.
Sidang skripsi kilat Raelyn dijadwalkan besok pagi pukul delapan. Demi memastikan istri kecilnya tidak gugup dan bisa lulus dengan predikat terbaik, Alvarez Arran Danadiaksa memutuskan untuk mengambil alih kendali penuh. Malam itu, sang CEO bertindak sebagai ketua dewan penguji simulasi sidang di dalam kamar mereka.
Alvarez duduk tegak di atas kursi kerja minimalis yang sengaja dia pindahkan ke depan ranjang king size. Pria itu mengenakan kemeja hitam santai dengan kacamata baca berbingkai tipis yang bertengger di hidungnya.
Di tangannya, terdapat sebuah pulpen dan draf skripsi Raelyn yang sudah penuh dengan coretan tinta merah hasil koreksi tajam otaknya selama beberapa jam terakhir.
Di hadapannya, Raelyn berdiri tegak dengan memegang sebuah pointer presentasi. Gadis itu mengenakan kemeja putih kasual dan celana panjang hitam, mencoba mensimulasikan pakaian sidang besok.
Wajahnya tampak sedikit pucat, menatap suaminya dengan pandangan yang bercampur antara tegang dan dongkol.
"Silakan mulai presentasimu, Saudari Raelyn Elamora. Kamu punya waktu sepuluh menit untuk memaparkan inti dari tugas akhirmu," ucap Alvarez dengan nada suara baritonnya yang teramat datar, formal, dan dingin.
Aura penguji galaknya mendadak keluar seratus persen, persis seperti saat dia sedang menguliti presentasi bisnis para direktur di kantornya.
Raelyn menelan ludahnya gugup. Dia berdehem pelan, lalu mulai menekan tombol pointer untuk mengarahkan slide presentasi di layar televisi besar kamar.
"Ehem... baik. Selamat malam kepada Dewan Penguji. Hari ini saya akan mempresentasikan hasil penelitian…
The CEO'S Speed Limit
bab 63
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments