Mendengar jawaban yang teramat manis dan posesif dari suaminya, wajah Raelyn kembali dilanda rasa malu yang luar biasa. Dia buru-buru memalingkan wajahnya kembali ke depan, menyembunyikan semburat merah jambu di pipinya di dalam air busa sabun. Rasa manjanya sebagai seorang istri kini mulai tumbuh subur mengalahkan sifat mandirinya yang dulu.
Raelyn terdiam sejenak, menimang-nimang sebuah keinginan yang sejak kemarin bersarang di kepalanya.
"Al..." panggil Raelyn lirih.
"Hm?" gumam Alvarez, mengecup pundak polos istrinya sekilas.
"Aku...boleh gak main ke kantor kamu?" tanya Raelyn dengan nada suara yang sedikit ragu, menoleh kembali menatap suaminya.
Alvarez sedikit menaikkan sebelah alisnya, lalu seulas senyum tulus terukir di bibirnya.
"Boleh dong, sayang. Kenapa harus gak boleh? Seluruh gedung kantor itu... itu juga kan punya kamu sekarang sebagai istriku," jawab Alvarez dengan kemurahan hati mutlak seorang Danadiaksa.
"Beneran?!" mata Raelyn langsung berbinar cerah penuh kegembiraan.
"Iya, beneran. Nanti setelah kita sampai di sana, aku akan menyuruh Bayu untuk membuatkan akses kartu VIP khusus untukmu. Biar kamu gampang masuk ke dalam ruangan mana pun tanpa perlu tertahan di meja resepsionis," jelas Alvarez panjang lebar.
"Oke!" seru Raelyn gembira.
Alvarez memajukan wajahnya, menatap istrinya dengan pandangan jenaka yang penuh selidik.
"Tumben... ada apa tiba-tiba kamu mau main ke kantorku? Biasanya kan kamu paling malas kalau diajak ke area lingkungan bisnis."
Raelyn mengerucutkan bibirnya sedikit, memainkan air di depannya.
"Ya... cuma penasaran aja. Walaupun Papa aku juga punya gedung kantor sendiri, tapi aku yakin pasti suasananya beda lah sama gedung kantor raksasa milik kamu yang sering masuk berita itu."
Alvarez tersenyum puas mendengar pujian tersirat dari istrinya. "Yaudah, habis selesai mandi dan bersiap, kita langsung berangkat kesana. Mau?" tanya Alvarez menawari.
"Oke!" jawab Raelyn mantap.
"Memangnya kamu sudah kuat jalan? Bagian bawahmu gak saki…
The CEO'S Speed Limit
bab 53
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 121 Episodes
Comments