Deru mesin mobil milik Alvarez Arran Danadiaksa berhenti dengan kasar di area parkir. Pria tegap itu melangkah keluar dengan napas memburu.
Perasaan bersalah dan kekhawatiran yang menggunung sejak dari langit Amerika Serikat.
Namun, begitu pintu terbuka, langkah kaki Alvarez mendadak kaku. Atmosfer di dalam rumah terasa teramat dingin, kaku, dan mencekam. Di ruang tamu yang luas, suasananya sudah luar biasa tegang.
Di atas sofa, Papa Johan dan Mama Rosa sudah duduk dengan raut wajah yang dipenuhi emosi. Di sudut lain, Raelyn duduk meringkuk dengan mata yang sudah memerah sempurna, menahan tangis yang nyaris pecah.
Dan yang paling mengejutkan, Cintia sudah berada di sana, duduk dengan angkuh.
Ternyata, setelah melancarkan ide murahannya di hotel Manhattan semalam, wanita itu langsung mengambil penerbangan tercepat dan pulang ke Indonesia demi meluncurkan bom fitnahnya sebelum Alvarez sampai.
"Alvarez! Sini kamu!" ucap Papa Johan dengan suara baritonnya yang meninggi, menahan emosi yang teramat besar.
Alvarez melangkah maju, tatapan mata elangnya menatap tajam ke arah Cintia dengan kilatan amarah yang mematikan.
"Ngapain kamu di sini?!" tanya Alvarez dingin sekeras es Antartika.
Cintia berdiri dari sofanya, memasang wajah yang dibuat semelas dan se-teraniaya mungkin.
"Aku kesini mau minta tanggung jawab kamu, Al... aku hamil," ucap Cintia dengan nada suara yang bergetar palsu.
Mendengar kata 'hamil' keluar dari mulut Cintia, dada Raelyn serasa dihantam godam raksasa. Air mata yang sejak tadi dia tahan perlahan mulai luruh melewati pipinya yang pucat.
"Maksud kamu apa, hah?! Saya bahkan gak pernah menyentuh kamu seinci pun!" sentak Alvarez keras, suaranya menggelegar rendah memenuhi keheningan ruangan.
"Al... setelah semua yang kamu lakuin ke aku di hotel, kamu tega bilang gak pernah nyentuh aku?" ucap Cintia bohong, air mata palsunya mulai menetes.
Dia melirik ke arah Raelyn dengan kilatan licik.
"Kamu sendiri yang bilang bakal tanggung jawab dan bakal ceraikan istri…
The CEO'S Speed Limit
bab 110
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments