Setelah kedua orang tua Alvarez pamit untuk bersantai di area balkon, Alvarez kembali membopong Raelyn masuk ke dalam kamar utama. Begitu tubuhnya mendarat di atas kasur, Raelyn langsung melemparkan botol jamu kesuburan pemberian mertuanya ke atas nakas dengan wajah ditekuk.
Alvarez berjalan mendekati nakas, mengambil botol kaca berisi cairan cokelat pekat itu, lalu memutarnya perlahan di depan wajah Raelyn.
"Kenapa tidak langsung diminum? Mama sudah bersusah payah membawanya dari Bali," ucap Alvarez, suaranya datar namun ada nada geli yang tertahan.
"Lo aja yang minum! Ogah gue. Bau jamunya aja udah aneh begini, pasti rasanya pahit banget!" ketus Raelyn, melipat tangan di dada dan membuang muka.
Alvarez menyunggingkan senyum tipis jenis senyuman meremehkan yang paling dibenci Raelyn.
"Katanya ratu jalanan. Berani balapan liar, berani jatuh dari motor sampai badannya lecet-lecet. Tapi giliran disuruh minum jamu botolan saja langsung ciut. Ternyata keberanian seorang Raelyn Elamora cuma sebatas itu."
Kata-kata Alvarez langsung menyentil ego dan sifat keras kepala Raelyn. Gadis itu menoleh cepat, matanya menyipit tajam menatap suaminya.
"Lo bilang apa? Gue ciut? Heh, gak ada kamusnya ya di hidup gue kata takut! Siniin jamunya!" sentak Raelyn berapi-api.
Raelyn merebut botol itu dari tangan Alvarez dengan kasar. Dia membuka tutupnya, lalu tanpa berpikir panjang lagi langsung meneggak cairan pekat itu dalam sekali hentakan besar.
Glek... glek...
Detik berikutnya, wajah Raelyn langsung berubah drastis. Matanya membelalak, tenggorokannya terasa seperti terbakar, dan rasa pahit yang teramat sangat langsung menjalar di seluruh lidahnya. Rasa jamu itu seribu kali lebih mengerikan dari ramuan obat apapun yang pernah dia minum seumur hidupnya.
"Uekkk! Pahit banget, gila!" teriak Raelyn histeris, langsung meletakkan botol itu dengan kasar dan menjulurkan lidahnya keluar dengan ekspresi wajah yang sangat tersiksa.
"Air! Al, ambil air! Lidah gue mau mati!"
Alvarez terkekeh ren…
The CEO'S Speed Limit
bab 18
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments