Kabar kehamilan Raelyn berembus cepat hingga sampai ke telinga Bu Intan. Wanita paruh baya itu terharu hingga meneteskan air mata. Rasa rindu dan bersalah campur aduk di dadanya. Begitu mendengar kabar dari Alvarez, Bu Intan segera berencana menjenguk putri tunggalnya.
Sore itu, suasana di kediaman Alvarez terasa kaku. Bu Intan sudah duduk gelisah di ruang tamu. Di lantai dua, Alvarez mendekati Raelyn yang sedang bersandar di ranjang untuk membujuknya turun.
"Gak mau, Al! Kenapa kamu gak bilang-bilang sih kalau perempuan itu mau ke sini?!" semprot Raelyn langsung meradang. Matanya berkilat marah dan dia menolak keras untuk turun.
Alvarez menghela napas panjang, menatap istrinya dengan kelembutan yang menenangkan. Dia menggenggam tangan Raelyn, memberikan pemahaman sebagai seorang suami kepala keluarga.
"Sayang, dengar aku. Aku tahu luka lama itu berat. Tapi sekarang posisi kamu sedang hamil muda. Beliau datang dengan niat baik hanya untuk menengokmu. Temui sebentar saja, hargai usahanya. Kamu harus belajar mengontrol emosimu demi kandunganmu juga, hmm?"
Mendengar ucapan bijak dan pemahaman dari suaminya, Raelyn akhirnya mau mengalah meskipun dengan berat hati. Dia turun ke ruang tamu dengan langkah diseret, dipapah oleh Alvarez.
Namun, obrolan di ruang tamu tidak berlangsung hangat. Raelyn hanya diam dengan wajah ketus dan menjawab seadanya. Menyadari suasana yang sangat canggung dan melihat putrinya yang teramat enggan bertemu dengannya, Bu Intan tahu diri.
Setelah memberikan ucapan selamat atas kehamilan Raelyn dengan mata berkaca-kaca, wanita paruh baya itu langsung berpamitan pulang karena merasa tidak enak hati.
Begitu pintu utama tertutup setelah kepergian sang ibu, wajah Raelyn masih tampak masam dan ketus. Posisi dia yang sedang hamil muda membuatnya menjadi sangat sensitif dan emosional malam itu.
Alvarez duduk di sampingnya, menatap wajah cemberut istrinya.
"Maaf ya, sayang... aku salah karena tidak bilang-bilang dulu kepadamu kalau Ibu mau datang," ucap A…
The CEO'S Speed Limit
bab 108
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments