Melihat gumpalan air mata yang mulai menggenang di sudut mata bulat istrinya yang tampak sangat kelelahan, pertahanan aura dingin Alvarez seketika runtuh total tanpa sisa.
Rasa tidak tegaan dan rasa cintanya yang teramat mendalam langsung mengalahkan sisi profesionalitas pengujinya malam itu.
Alvarez menghela napas panjang yang teramat lembut. Dia melepas kacamata bacanya, meletakkannya di atas meja, lalu berdiri dari kursi kerjanya. Pria tegap itu melangkah lebar mendekati posisi Raelyn yang berdiri cemberut di tepi ranjang.
Tanpa mempedulikan draf skripsi atau pointer presentasi lagi, Alvarez langsung merangkul erat pinggang ramping Raelyn, menarik tubuh mungil istrinya itu ke dalam dekapan dadanya yang bidang dan hangat.
"Al... lepasin ah! Katanya tadi suruh presentasi, sekarang malah meluk-meluk!" gerutu Raelyn ketus, meskipun tangan kirinya secara refleks tetap memegang pundak kokoh Alvarez demi mencari kenyamanan.
Alvarez terkekeh rendah sebuah suara tawa pendek yang teramat renyah dan seksi di telinga Raelyn. Dia mengusap-usap punggung istrinya dengan gerakan yang sangat lembut untuk meredakan ketegangan mental Raelyn.
"Maaf... ya, sayang. Aku tidak bermaksud galak atau membuatmu stres. Aku cuma mau memastikan kamu benar-benar siap besok, supaya tidak ada satu pun pertanyaan dosen yang bisa menyudutkanmu di ruang sidang."
Raelyn membenamkan wajahnya di dada bidang Alvarez, menghirup dalam-dalam aroma parfum maskulin suaminya yang selalu berhasil menenangkannya.
"Tapi kamu tadi ngomongnya ketus banget, kayak bos lagi mau mecat karyawan tahu gak," cicit Raelyn pelan dengan nada manjanya yang polos.
Alvarez tersenyum tulus, mengecup pucuk kepala Raelyn dengan penuh perasaan mendalam.
"Iya, maaf ya. Sesi simulasinya kita sudahi saja untuk malam ini. Kemampuan presentasimu sebenarnya sudah sangat luar biasa matang dan bagus kok, sayang. Kodinganmu juga sudah mendekati sempurna. Kamu itu anak teknik yang cerdas, jadi besok jangan pernah merasa takut atau gugup di d…
The CEO'S Speed Limit
bab 64
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 121 Episodes
Comments