Sinar matahari pagi menyelinap perlahan melalui celah gorden kamar tidur lama milik Raelyn di kediaman Pak Gunawan. Di atas ranjang, Raelyn masih berbaring dalam posisi menyamping, membelakangi sisi kasur yang kosong.
Selama tiga hari berturut-turut, dia mengunci dirinya dalam keheningan yang pekat, menolak makan dengan benar, dan mengabaikan total keberadaan Alvarez.
Hormon kehamilan dipadu trauma mendalam atas kematian tragis ibunya serta fitnah kejam Cintia membuat mental sang mantan ratu jalanan itu benar-benar lumpuh, menyisakan pandangan mata bulatnya yang menatap kosong ke arah dinding putih.
Cklek.
Pintu kamar dibuka dengan teramat pelan. Alvarez melangkah masuk dengan tubuh tegap kemeja hitamnya yang sudah rapi kembali pasca menuntaskan eksekusi hukum bawah tanah terhadap Elang dan Cintia kemarin malam.
Wajah tampan sang CEO tampak lelah, namun sorot mata elangnya memancarkan kelembutan dan kesabaran yang teramat raksasa. Di tangan kanannya, dia menggenggam sebuah tablet kerja digital dan sebuah flashdisk perak.
Alvarez mendudukkan dirinya di tepi kasur, tepat di belakang punggung Raelyn. Dia tidak langsung menyentuh tubuh istrinya, melainkan meletakkan tablet digital tersebut di atas bantal tepat di samping wajah Raelyn, lalu menyalakan sebuah file video rekaman otentik tingkat tinggi.
"Sayang... tolong lihat ini sebentar saja, demi ketenangan pikiranmu dan janin kecil di dalam rahimmu," ucap Alvarez dengan nada suara bariton rendahnya yang teramat lembut dan menghanyutkan di keheningan kamar.
Mendengar suara suaminya, kelopak mata Raelyn bergerak pelan. Didorong oleh rasa penasaran dan firasatnya yang mulai melunak, Raelyn perlahan memutar tubuh kaku anggunnya, menolehkan kepalanya untuk menatap layar tablet digital tersebut.
Di dalam layar, terpampang nyata sebuah video rekaman CCTV resmi berkode enkripsi rahasia dari manajemen hotel mewah Manhattan, Amerika Serikat, pada malam kejadian itu.
Di dalam video berdurasi panjang tersebut, terlihat dengan sang…
The CEO'S Speed Limit
bab 121
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 121 Episodes
Comments