Bab 8
Kamu Mau Tanggung Jawab, Kan?
Arka meletakkan jas di bahu Larasati tanpa meminta izin, lalu duduk di ayunan sebelahnya.
"Kue sus," katanya sambil menyodorkan kotak. "Favorit Kakak."
"Aku nggak lapar."
"Kalau begitu aku tunggu sampai lapar."
Larasati memandang taman yang gelap. "Kenapa kamu terus mengejar? Semalam itu kesalahan. Aku sudah merusak batas yang selama ini kamu jaga."
"Batas siapa?"
"Kamu selalu menjaga jarak dari perempuan. Lembut, tapi dingin."
Arka bersandar. "Kakak memperhatikan juga ternyata."
Ingatan lain muncul. Saat Larasati menyusun skripsi, dia sering mengajak Arka belajar di perpustakaan kota. Arka masih SMA, tetapi jauh lebih disiplin. Ketika Larasati sibuk membalas chat Bagas dan tak menulis satu halaman pun, Arka mengambil ponselnya.
"Kembalikan."
"Dua halaman dulu."
"Kamu siapa menyita ponselku?"
"Orang yang terganggu karena Kakak bergerak terus."
Berkat aturan itu, Larasati menjadi orang pertama di kelasnya yang menyerahkan skripsi. Suatu sore, dia mencoba meraih ransel Arka di rak atas, kehilangan keseimbangan, lalu jatuh tepat di tubuh pemuda itu. Arka menahan pinggangnya dengan kedua tangan. Wajahnya merah sampai telinga.
"Turunkan aku," bisik Larasati.
"Kakak yang jatuh. Kenapa aku yang dimarahi?"
Mereka terlalu dekat. Napas Arka menyentuh pipinya, sementara tangan pemuda itu tetap di pinggang karena takut Larasati jatuh lagi. Seorang pustakawan berdeham dari ujung rak. Larasati buru-buru berdiri dan menyalahkan lantai licin.
Setelahnya Arka membeli dua es teh, tetapi tangannya masih gemetar saat memberikan gelas. Larasati menertawakan telinganya yang merah. Dia tidak pernah bertanya mengapa seorang anak lelaki yang terkenal dingin di sekolah bisa gugup hanya karena memegang pinggangnya.
Di hari sidang skripsi, Arka menunggu di luar kampus dengan kue sus yang sama. Saat Larasati keluar membawa hasil revisi, dia mengangkat kotak itu seperti piala.
"Selamat, Kak Laras. Sekarang ponselnya boleh dipakai lagi."
Kenangan itu membuat ra…
Kakak, Aku Mau "Naik Pangkat"
Episode 8
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Comments