Ibu dan papa mengajakku pulang setelah semua urusan di Pengadilan Agama selesai, pegawai wanita itu juga mengatakan jika 3 minggu lagi aku dan mas Arick bisa mengikuti sidang pertama.
Aku dan ibu ikut pulang bersama papa dan pak Amir menyetir sendirian, mengikuti kami dibelakang.
Ibu menggenggam tanganku erat, memberi ketenangan dan keyakinan bahwa semuanya baik-baik saja.
Sampai di rumah, ibu mengatakan jika sebaiknya malam ini aku dan mas Arick menginap disini. Mungkin ibu takut jika aku pulang aku akan marah dengan mas Arick.
Aku tersenyum, merasa lucu.
Tidak mungkin aku marah dengan mas Arick Bu. Batinku.
Jam setengah 5 sore mas Arick sudah pulang, aku tidak bisa menyambut kedatangannya karena sedang memandikan Zayn.
Mas Arick menyusulku ke kamar mandi.
"Ji," panggilnya dan aku langsung menoleh ke sumber suara.
Mas Arick menghampiriku, ia juga ikut berjongkok mensejajarkan dengan ku dan Zayn yang sedang berada didalam bak.
"Mas_"
Ucapanku terpotong, belum sempat aku bicara namun mas Arick sudah membungkam mulutku dengan sebuah ciuman, ciuman yang membuat nafasku tertarik masuk kedalam mulutnya.
"Maafkan aku sayang," ucap mas Arick setelah melepas pagutannya.
"Karena keteledeoranku, aku sampai melupakan itsbat nikah kita. Sampai-sampai kamu sendiri yang harus mengurusnya."
Mas Arick membelai lembut wajahku, tatapannya menusuk sampai ke relung hati.
Aku menggeleng pelan, justru aku bersyukur hari ini aku mengetahui semuanya. Mengetahui betapa suamiku sangat mencintai aku. Mengetahui bahwa mas Arend adalah sosok panutan yang baik untuk Zayn dalam menjaga kesetiaannya.
"Tidak ada yang salah Mas, jadi tidak usah meminta maaf. Sebaiknya aku mandikan Zayn dulu." Aku terkekeh, menyadari jika sedari tadi Zayn asik sendiri memainkan air.
Mas Arick kembali menciumku sekilas, kemudian ikut membasuh tubuh Zayn yang sudah ku penuhi busa.
Benar kata ibu dan papa, semuanya sudah berlalu. Tidak usah diungkit-ungkit lagi, yang terpenting adalah sekarang semuanya baik-baik saja.
A…
Turun Ranjang
BAB 43
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 122 Episodes
Comments
anonim
kembar Ji semoga...seperti suamimu
ini Arick panggilnya gak enak deh Ji..Ji...Ji....ganti panggilnya dong Rick...
2024-10-09
0
andi hastutty
Hamil tidak sia sia yah ji😝😝😝
2024-09-28
0
Isya Wulan Sari
usaha kalau bisa jangan d terapkan minjam bank ,apapaun jatuhnya ke riba ada bunganya ,kalau buat cerita seputar ke muslim an ,jangan tulis kata minjam d bank ... jatuh nya ngga pas ka lunox ,sepert aq perna liat novel berbau muslim tapi minum anggur ... ya ga pas aja pada cerita nya.
2024-06-16
2