Brak!
Tanpa memperdulikam orang lain, Arick langsung masuk dan berlari menghampiri sang istri yang sedang terbaring di ranjang.
Matanya terasa panas dan berembun.
"Mas." lirih Jihan, melihat kedatangan sang suami entah kenapa hatinya makin terasa sedih, malah semakin ingin menangis dan mengutarakan semua kesedihan dihati.
Jihan menangis, bercucuran meski tanpa suara.
Sumpah demi apapun, Arick tak sanggup melihat air mata itu. Ia hanya bisa mendekap Jihan di dalam pelukan, menyembunyikan wajah sang istri di dalam dada. Sementara satu tangannya mengelus-ngelus si jabang bayi yang masih berada di dalam perut.
"Maafkan aku sayang." lirih Arick tepat ditelinga Jihan, suaranya terdengar bergetar, karena iapun sedang menahan tangis.
Di ruangan itu hanya tersisa Sofia dan Mardi, sedangkan Puji dan Asih sudah pulang untuk menjaga Zayn di rumah. Sementara Jasmin, Selena dan Jodi pamit pulang, mereka berkata, malam nanti akan kembali kesini.
Mardi dan sofia yang melihat anak dan menantunya menangis membuat keduanya sama-sama terharu. Memang beginilah jalannya, manusia yang menjalani harus bisa ihklas dan sabar.
"Semuanya akan baik-baik saja." ucap Arick dan Jihan mengangguk mengiyakan.
Setelah tangis Jihan mereda, Arick mulai melepaskan dekapanya. Ia ciumi wajah Jihan sebanyak-banyaknya. Arick benar-benar merasa sangat bersalah karena tadi pagi tetap pergi ke Bandung.
Arick mengambil posisi duduk di samping ranjang, tangannya masih setia menggenggam tangan Jihan.
"Apa kata dokter Diah?" tanyanya dengan hati-hati.
Mardi dan sofia yang ikut mendengar oertanyaan itupun langsung mendekat, Sofia mengelus punggung sang anak lalu mulai menjelaskan.
Menceritakan semua kemungkinan yang akan terjadi, hingga akhirnya sebisa mungkin kelahiran anak-anaknya di undur.
Berulang kali Arick beristigfar didalam hati ketika mendengar cerita sang ibu.
Jihan pun diam-diam kembali meneteskan air matanya.
"Tidak apa-apa sayang, dokter Diah pasti mengusahakan yang terbaik untuk anak-anak kita." jela…
Turun Ranjang
BAB 65
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 122 Episodes
Comments
andi hastutty
Sedih juga smoga bayi2 sehat sehat semua
2024-09-29
2
Arief Hermawan Ableh
njrit tau2 ngembun nih mataaaa
2024-04-17
0
Nyit-nyit Idjemz
pernah diposisi ini.
2024-02-20
0