Pagi ini, Jihan ditemani oleh Sofia sedang berjemur dengan Anja di teras rumah. Sementara di halaman, Zayn asik berlari-lari di dampingi oleh Asih.
"Zayn, hati-hati sayang!" Sofia berteriak, karena nyaris saja Zayn terjatuh, untunglah Asih dengan sigap menahan tubuh gembul bayi itu.
Asih tertawa, "Iya Bu, maaf," jawabnya kemudian.
Jihan hanya tersenyum, ia lalu kembali memperhatian Anja yang hanya menggeliat-menggeliat, kini tubuh Anja sudah semakin gemuk.
"Sini, kalau capek biar ibu yang gendong," ujar Sofia.
"Memangnya Ibu tidak capek? semalam ibu juga ikut bangun waktu anak-anak menangis," jawab Jihan yang tak enak hati. Ibu mertuanya ini benar-benar berhati mulia.
Sebelum menjawab, Sofia tersenyum pada menantunya itu.
"Lebih baik capek badan daripada capek pikiran," setelah mengatakan itu Sofia terkekeh, Jihan bingung sendiri melihat tingkahnya itu.
"Sini, berikan Anja pada ibu," timpal Sofia sambil mengambil Anja di gendongan Jihan, dengan sukarela Jihan menyerahkannya.
"Memangnya Ibu sedang berpikir tentang apa? kenapa sampai capek?" tanya Jihan serius, tak ingin mertuanya ini memendam masalah sendiri, ingin saling berbagi.
"Benar kamu mau dengar cerita ibu?"
Jihan mengangguk.
"Ibu tiap hari berpikir, bagaimana caranya agar kamu dan Arick kembali ke rumah ini," jujur Sofia, ia tersenyum tapi matanya terlihat sangat sendu.
"Tapi ibu tidak memaksa, lagipula rumah kalian tidak terlalu jauh," lanjutnya lagi lalu tertawa miris.
Jihan yang mendengar dan melihat sang mertua merasa sedih, merasa egois telah meninggalkan mertuanya di rumah besar ini sendiri.
Tapi Jihan tak bisa menjanjikan apapun, karena keluar dari rumah ini pun atas keinginan sang suami.
Yang ingin mandiri dan memiliki rumah tangga yang utuh. Tanpa campur tangan kedua orang tua.
"Nanti Jihan rayu mas Arick deh Bu," tutur Jihan mencoba mencairkan suasana, ia bahkan tersenyum sangat lebar.
"Ah masih lama, kalau nunggu kamu rayu Arick."
"Kok gitu?" tanya Jihan penasaran.
"Karena harus menunggu 2 bulan l…
Turun Ranjang
BAB 73
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 122 Episodes
Comments
andi hastutty
Sama2 beruntung
2024-09-30
0
mamah lia nia
mereka sama-sama beruntung, jihan beruntung karna dapet mertua baik seperti mamah sofia dan papah mardi yg telah menganggap ia sebagai putri mereka sendiri sehingga gak rela kalo harus pergi ninggalin mereka... arick juga beruntung karna bisa nikahin jihan wanita solehah dan penurut juga cinta diam diamnya arick.... panjang yah maaf... 🤭🤭🤭
2022-07-03
1
buna Risma
sampe sini aq msh suka sedih kl inget arend..terpaksa meninggalkan istri yg d cintai dan anak yg belum sempat ia lihat karna maut
2022-07-01
0