Indonesia
NovelToon NovelToon
Ustadz & Si Gadis Polos

Ustadz & Si Gadis Polos

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Cinta Murni / Dijodohkan Orang Tua / Fantasi Wanita
Popularitas:311.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ditaa

❗️EKSKLUSIF HANYA DI NOVELTOON❗️

Seorang Pria yang di paksa sang Ayah untuk menikahi Gadis yang tidak tahu asal-usul nya, pernikahan itu di dasarkan karena suatu perjanjian sebelum rekan Ayahnya menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya.

Memang benar, mencintai paksa orang yang tidak di cintainya benar-benar sangat sulit, tetapi dengan selalu berdekatan di antara keduanya akan membuahkan benih-benih cinta. Akan tetapi, apakah mereka benar-benar berhasil mencintai satu sama lain?

-----------

Yukk kepoin ... jangan lupa tambahkan favorite. Like, komen positive & vote nya juga ya bestie😍🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ditaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Sakit

Di sebuah rumah sakit PERMATA SYIFA banyak sekali orang yang sedang berlalu lalang di sana. Bahkan banyak para keluarga-keluarga yang ingin menjenguk pasien dengan menunggu di depan ruangannya masing-masing.

Dari arah jauh, ada dua orang suster berusaha mendorong brangkar dengan cepat untuk segera di bawa ke ruangan UGD karena keadaan pasien kritis, membuatnya harus segera di tangani sang Dokter. Hal itu membuat dua seorang wanita di belakangnya menangis hebat.

"Ayah, Bu ... Ayah ..." Gadis itu menangis sambil memegang pundak Ibunya sambil memeluknya erat.

"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Nak, kita doakan saja agar Ayah mu cepat melewati masa kritis nya, Ibu juga sangat khawatir." ujar Wanita paruh baya sambil menyeka air mata anak perempuannya. Gadis itu menurut lalu menganggukkan kepalanya pelan.

Dokter keluar dengan kepala menoleh ke arah kanan dan kiri, "Keluarga pasien atas nama Bapak Husein?" seru Dokter, membuat Ibu dan Gadis tadi melangkahkan kaki nya mendekati sang Dokter.

"Kami dok ... Kami keluarga pasien. Bagaimana keadaan suami saya Dok?" ujar Bu Amirah yang merupakan istri dari Pak Husein.

"Kami akan segera melakukan tindakan operasi kepada Bapak Husein, tetapi sebelum nya mohon lakukan pembayaran administrasi terlebih dahulu agar tindakan operasi segera di lakukan." kata Dokter itu membuat Bu Amirah tertunduk lesu seraya menatap anaknya yang sama-sama shock mendengarnya.

"Kira- kira biaya operasi nya berapa banyak Dok?" tanya Adiba pelan. Adiba Afsheen Myesha, anak tunggal dari Bapak Husein dan Ibu Amirah.

"25 juta." ujar Dokter menyampaikan.

Sregg ...

Bu Amirah dan Adiba saling pandang, karena uang yang sangat begitu banyak bagi mereka harus dapatkan dari mana? Hutang kepada para rentenir saja belum lunas, di tambah biaya untuk operasi, membuat mereka semakin tertunduk lesu.

"Kalau begitu kami permisi dulu, jangan masuk dulu ya Bu ... karena keadaan pasien masih sama, belum ada perubahan." kata Dokter kemudian ia langsung melenggang pergi.

"Bu .... bagaimana? Hiks ..." tanya Adiba sambil menggenggam tangan Ibunya.

"Ibu juga nggak tahu Nak ..." kata Amirah sambil terisak.

"Bu Amirah?" celetuk laki-laki paruh baya menghampiri Bu Amirah lalu dengan intens menatap kedua nya, "Kalian ada disini? Dimana Pak Husein?" imbuh nya bertanya.

Degg ...

"Pak Alzam ... Tolong saya Pak, tolong saya ... Hiks ... Hiks ..." ujar Adiba dengan memeluk kaki Pak Alzam seraya meminta pertolongan.

"Ayah saya harus segera di operasi Pak ..." Adiba menjelaskan dan menyeka air mata nya, "Tapi kami belum ada biaya, bisakah Pak Alzam memberikan kami bantuan, saya janji Pak akan mengganti semua uang nya." kata Adiba sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.

"Kenapa kalian nggak menelpon saya saja. Jangan sungkan dengan saya, bagaimana pun juga Pak Husein dulu pernah meminjamkan uangnya kepada saya untuk ke luar kota." ucap Pak Alzam sambil tersenyum.

"Kalau begitu saya ke bagian Administrasi nya, kalian tunggu disini ... Nanti saya akan balik lagi kesini." ujar pak Alzam membuat Bu Amirah serta Adiba tersenyum lega.

"Bu ... Alhamdulillah akhirnya ada Pak Alzam ya Bu ... Pak Alzam baik sekali." kata Adiba.

"Iya sayang, Allah benar-benar sangat baik kepada kita, ya Allah terimakasih ... "

Pak Alzam merupakan sahabat Pak Husein sejak masa SMA nya, mereka duduk sebangku, mereka juga saling membantu ketika salah satu dari mereka ada yang kesusahan, dulu Pak Alzam sangat berterimakasih kepada Pak Husein karenanya lah membuat Pak Alzam sesukses ini. Ya, Pak Husein membiayai Pak Alzam untuk berangkat keluar kota untuk mencari pekerjaan pada masa itu.

Setelah selesai, Pak Alzam kembali lagi menghampiri Bu Amirah dan Adiba yang sedang duduk termenung di ruang tunggu, ia tidak sendiri melainkan dengan sang Istri nya.

"Saya sudah membayar biaya semuanya Bu Amirah." ucap Pak Alzam membuyarkan lamunan Bu Amirah dan Adiba.

"Ya Allah, terimakasih atas kebesaran hati mu Pak Alzam. Nggak tahu lagi saya harus berbuat apa untuk menebus kebaikan Pak Alzam ..." ucap Bu Amirah sambil meneteskan air matanya.

"Sudah tidak apa Bu Am ... Yang penting suami mu segera pulih kembali dan di angkat semua penyakitnya." ujar Bu Aisyi, istri dari Pak Alzam.

"Terimakasih Bu Aisyi sudah menolong kami." ucap Bu Amirah sambil memeluk Bu Aisyi.

"Terimakasih Pak Alzam ... Bu Aisyi ..." ucap Adiba seraya menundukkan kepala nya.

"Kalau begitu kami pulang dulu, nanti kami kesini lagi ... kabari jika Pak Husein sudah siuman." kata pak Alzam seraya tersenyum, "Istri saya sekarang harus bedrest, asam lambungnya sedang kumat." kata Pak Alzam lagi sambil merangkul pundak Bu Aisyi.

"Baik Pak ... saya akan kabari Pak Alzam jika Ayah saya sudah siuman," ucap Adiba sambil tersenyum menatap Pak Alzam dan Bu Aisyi secara bergantian. Mereka mengangguk mengerti dan langsung melenggang pergi meninggalkan Bu Amirah dan Adiba yang masih setia di ruang tunggu, tidak jauh dengan ruangan operasinya.

Dua jam berlalu, lampu di dekat pintu ruangan operasi sudah menyala, menandakan operasi itu sudah selesai. Dilihatnya Pak Husein dengan berbagai macam alat di tubuhnya dengan mata yang masih terpejam. Para Suster mendorong brangkar yang di naiki Pak Husei untuk segera di pindah ke ruang perawatan.

Ternyata tadi Pak Alzam juga selain membayar biaya operasi, ia juga sudah memesan ruangan VVIP untuk Pak Husein di rawat di Rumah Sakitnya.

Bu Amirah dan Adiba mengikuti arah brangkar tersebut berjalan hingga masuklah kedalam ruangan perawatan itu, rasanya tenang dan nyaman sekali.

Adiba meneteskan air matanya melihat sang Ayah tercintanya terbaring lemah di depannya. Bu Amirah yang saat ini hatinya benar-benar hancur, sangat tak tega melihat suaminya seperti itu, ia hanya pura-pura tegar dan menyimpan isakan tangisan nya di depan anaknya.

"Ayah bangun Ayah ..." ujar Adiba pelan sambil mengusap lembut tangan Lak Husein.

"Sabar sayang, biarkan Ayah mu istirahat, kamu makan dulu ... Nanti sakit, kamu dari pagi belum makan kan? Kalau begitu biar Ibu suapi." ujar Bu Amirah meletakan sendok kedepan mulut Adiba, Adiba menggeleng pelan.

Bu Amirah menghela nafas nya pelan, "Kalau Adiba nggak makan, nanti sakit ... Kan Ibu jadi repot kalau kedua kesayangan Ibu ini sakit semua ..." ucap Bu Amirah dengan menampakkan deretan giginya.

"Baiklah, biar Adiba makan sendiri saja, Bu. Ibu tunggu disini, Adiba ingin keluar. Adiba di luar saja makannya." ucap Adiba seraya berjalan keluar ruangan dan menuju kantin yang ada di Rumah Sakit tersebut.

Setelah perutnya terasa kenyang, Adiba kembali lagi menuju kamar Ayahnya dan duduk samping Ibunya.

"Mirah ... Diba ..." gumam Pak Husein pelan dengan mengerjapkan matanya sedikit demi sedikit.

"Alhamdulillah ya Allah ... Iya Mas, Mirah disini, dengan Adiba juga." ucap Amirah yang langsung merintihkan air matanya. Dengan cepat Adiba menekan tombol Nurse Cal Bell dengan tujuan agar Ayahnya segera di periksa kembali oleh Dokter.

Dokter pun tiba di ruangan dan langsung memeriksa keadaan Pak Husein, Dokter menghela nafasnya dan hanya tersenyum simpul.

"Alhamdulillah saat ini kondisi Pak Husein sudah lebih baik dari sebelumnya ... Di jaga terus ya Bu Pak Husein nya, supaya tidak banyak bergerak ... Agar semakin stabil keadaannya. Detak jantungnya juga sudah bagus, hanya saja badannya yang terasa lemas untuk melakukan semuanya, mungkin karena efek operasi." jelas Dokter itu lalu pamit permisi untuk keluar.

Adiba yang melihat Ayahnya sudah siuman, ia langsung menelpon Pak Alzam untuk mengabari nya.

...Next ......

...Jangan lupa Like, Komen, Hadiah & Vote nya ya guyss ... Happy reading ...😍😘...

1
Erni Zahra76
masyaa alloh br up lg nh💪
Erni Zahra76
alhamdulillah...sdh sekian purnama br up lg...semangat kk author 💪💪🙏
Erni Zahra76: ihhh aq g punya hehee
total 2 replies
Siwi nur Asih
Luar biasa
Purwadi
lanjut thor
Eka Mardika Banchin
Tulisan yang bagus
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut dong Thor...
kairin
ceritanya bagus.tpi syang blom ada lanjutannya.
pelajaran yg bisa di ambil.ustadz hanyalah gelar saja.tpi orangnya tetap manusia biasa yg TDK terlepas dari khilaf.tetapi kmudian kembali ke jalan Allah SWT
Erwin Cuantiq
Luar biasa
kairin
kapok bian, jgn di maafkan dulu, kasih pelajaran buat bian
kairin
gobloknya bian.ih...bikin emosi...
kairin
udah panas dingin nih....
kairin
udah mulai greget nih
Zuny Achmad
alhmdulillah lnjut kak
Helda Watie
syukur alhamdulillah..akhir nya dpt juga kmi membaca sambungan nya..terima kasih banyak2 wahai sang penulis..god jop..terbaik
Helda Watie
lanjut kn lh..lama kmi menunggu..sambungan nya..cerita yg mantop.harus ada ending nya..terus kn lh berkarya .jng berhenti..semoga anda tetap maju dlm karya mu..berapa kli sudah aku membaca cerita ini.tanpa jemu..sehingga setiap episod sudah ku hafal..🤣🤣🤣..kmi tunggu sambungan nya .wahai penulis..
Ditaa: Siap Kak hehehe🤗🤗
total 1 replies
Helda Watie
mana sambungan nya..lama sudah menunggu.sayang sekali.jln cerita sudah bagus tapi sayang seribu kli sayang cerita nya tergantung...lama sudah kmi pembaca menunggu sambungan nya..
Ditaa: Stay tune ya kak😁
total 1 replies
Roudhotul Zannah
Lumayan
Roudhotul Zannah
Biasa
micha_chaa
next kak
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!