Indonesia
NovelToon NovelToon
DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

"Tenang saja sayang, dia akan buta selama-lamanya..." Arga membiarkan kekasihnya bermain main di pangkuannya. Dalam nafsu yang terbakar suara erangan terdengar.

Kiara yang sudah bisa melihat. Ia mendengar segalanya, meraba bagian bawah matanya sendiri. Wanita yang tidak dapat melihat karena ulah suaminya.

Air matanya mengalir, pria manipulatif yang ingin menguasai hartanya.

Tapi tidak, dalam tangisannya dirinya berucap pelan.

"Aku dapat membuatmu bergelimang harta, maka aku juga dapat menyeretmu ke neraka..."

Sebuah pembalasan dendam dimulai. Semua bagaikan papan catur yang dimainkan oleh sang wanita yang dibuat buta untuk membalas suaminya.

"Satu persatu hutangmu akan aku tagih..." Senyuman menyeringai mengerikan. Perlahan tertawa dibalik tangisannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB — 01

"Sayang ... terima kasih sudah mengajakku ke sini." Senyum lebar terpancar dari setiap sudut bibir Kirana, matanya berbinar memandang ruangan yang megah itu.

"Tentu saja, hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kita yang pertama." Arga memeluk erat istrinya dari belakang, dagunya bersandar lembut di bahu ramping Kirana. Lalu berbisik pelan di telinga kanannya, "Bagaimana, apa kamu senang?"

Kirana berbalik di dalam pelukan itu, wajahnya berseri-seri. "Tentu saja. Aku sangat bahagia sekarang." Tangannya merangkul pundak suaminya dengan lembut, "Terima kasih, sayang."

Satu kecupan lembut mendarat di bibir Arga. Di dalam kamar hotel yang dihiasi kemewahan bergaya klasik itu, kehangatan pelukan suaminya menyelimuti tubuh mungil Kirana di bawah pantulan cahaya lampu gantung kristal.

Tentu saja, ini adalah hadiah ulang tahun yang tidak akan pernah kamu lupakan... Istriku tercinta ... Batin Arga. Ia perlahan melepas kacamata yang ia pakai, lalu mengangkat tubuh istrinya dan membopongnya menuju kasur beralaskan seprai sutra.

Cahaya lampu kamar memancarkan sinar remang-remang keemasan, menyinari ruangan dengan kelembutan yang menipu. Mereka menghabiskan malam itu bersama.

...Kirana Larasati adalah pewaris tunggal perusahaan ternama di Negara A—aset yang diwariskan mendiang kedua orang tuanya kepadanya. Ia menikah dengan Arga Dirgantara, pria yang dulunya hanya karyawan di perusahaannya.

Berkat kehebatan dan keahliannya, Arga naik jabatan hingga menjadi Direktur Umum. Hingga akhirnya ia bertemu Kirana, anak dari pemilik perusahaan, menjalin hubungan selama lebih dari dua tahun, dan mengajaknya menikah.

Hari ini adalah perayaan ulang tahun pernikahan mereka yang pertama. Dan sekaligus awal dari rencana licik suaminya untuk menguasai seluruh kekayaan istrinya.

*

*

Keesokan paginya, sinar matahari lembut menyelinap lewat celah tirai jendela.

"Sayang, bagaimana? Aku tahu kamu sangat suka ketenangan, apakah tempat ini cocok untukmu?" tanya Arga sambil menyisir rambut Kirana dengan ujung jarinya.

"Sayang, kamu sungguh luar biasa. Kamu selalu tahu apa yang menjadi kesukaanku." jawab Kirana tersenyum sumringah, wajahnya masih segar meski baru bangun tidur.

"Tentu saja. Kamu adalah istriku. Aku sudah menyiapkan sesuatu untukmu." ucap Arga sambil merapikan kerah kemejanya.

"Apa itu, sayang?" tanya Kirana matanya berbinar penasaran.

"Nanti kamu akan tahu. Sebaiknya kita turun sekarang," ajak Arga sambil merangkul pinggang istrinya menuju pintu.

Mereka berjalan keluar kamar dan menuruni tangga beralas karpet tebal. Saat sampai di lobi, pandangan Kirana langsung tertuju pada sosok wanita yang berdiri di dekat meja kasir.

"Rena! Kamu juga di sini?" seru Kirana tak menyangka.

"Bu Kirana! Ibu juga di sini? Kebetulan sekali," jawab Rena, matanya melebar saat melihat Kirana dan Arga berjalan mendekat.

Rena Anggraeni adalah karyawan perusahaan sekaligus teman dekat dan sekretaris pribadi Kirana—yang kini mendampinginya menggantikan posisi mendiang ayahnya sebagai CEO.

"Benar-benar kebetulan. Oh iya, kamu ke sini bareng siapa?" tanya Kirana antusias.

"Saya datang sendiri, Bu. Kebetulan perusahaan libur, jadi saya sengaja datang ke sini untuk liburan," jawab Rena sambil meremas tali tas di tangannya.

Arga melangkah maju hingga posisinya berada tepat di tengah-tengah mereka, di depan meja kasir.

"Jadi, Bu Rena datang ke sini sendirian?" tanya Arga santai. Tangannya bergerak cepat menepuk pelan bokong Rena—tanpa disadari sama sekali oleh istrinya yang berdiri di samping.

Plek!

Rena tertegun, tubuhnya sedikit melonjak ke atas, wajahnya seketika berubah pucat. "Iya, Pak." suaranya terdengar kaget dan tertahan, "Saya datang sendiri."

"Kebetulan sekali. Bu Rena, bagaimana kalau kita sarapan bersama? Apa Bu Rena keberatan ikut dengan kami?"

Arga memutar bola matanya perlahan, memberi isyarat tegas agar Rena menyetujui ajakan itu.

Apa maksudnya? Sepertinya dia menyuruhku untuk ikut ... Pikir Rena mencerna isyarat tajam dari Arga.

"Bu Rena, ikut saja. Sepertinya suasana hati istriku sedang sangat bahagia hari ini," tambah Arga, nada bicaranya terdengar menyiratkan ancaman halus.

"Apakah saya tidak mengganggu waktu berdua kalian?" tanya Rena ragu.

"Tentu saja tidak," potong Kirana ramah.

"Sayang, aku dan Bu Rena menunggu di meja makan dulu ya."

Setelah Arga selesai membayar biaya penginapan semalam, ia menyusul kedua wanita itu di meja makan yang sudah ia pesan di sudut ruangan yang agak sepi.

Arga duduk di samping Kirana, berhadapan langsung dengan Rena di seberang meja yang penuh dengan hidangan lezat.

"Saya tidak menyangka akan bertemu Pak Arga dan Bu Kirana di sini," ucap Rena dengan suara kaku dan gugup, matanya menunduk menatap kebawah.

"Saya juga, Bu Rena," jawab Kirana sambil menyendok selai di atas roti.

"Bagaimana kalau kita bersulang untuk merayakan ulang tahun pernikahan kita, sekaligus pertemuan tidak terduga ini?" ucap Arga, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum menyeringai.

Arga ... Kenapa dia tidak bilang kalau Kirana juga ada di sini? Apa yang sebenarnya dia rencanakan kali ini? Pikir Rena, menatap wajah Arga yang begitu tenang namun menakutkan.

Mereka mengambil gelas berisi anggur yang sudah tersedia di hadapan mereka.

"Bersulang ..."

Ting!

Pandangan Arga tertuju tajam tepat ke arah Rena, sementara Kirana sibuk menyesap minumannya. "Bu Rena!" serunya sambil memotong daging steak di piringnya dengan perlahan.

Rena mendongak kaget, "Iya, Pak!" suaranya hanya terdengar seperti bisikan.

"Aku perhatikan kamu dari tadi selalu menundukkan wajahmu? Apa ada masalah?"

"T-tidak apa-apa, Pak!" jawabnya terbata-bata.

"Bu Rena tidak usah gugup," sela Kirana tersenyum ramah, "Bagaimana kalau kita memanggil nama saja, tanpa sebutan jabatan? Kita kan sudah akrab."

"Bagus, itu lebih baik. Sepertinya ..." Kaki Arga bergerak pelan di bawah meja, lalu mulai mengelus-elus betis Rena dari bawah. "Bu Rena keberatan?"

Tubuh Rena tersentak kaku, matanya terbelalak lebar saat merasakan sentuhan itu.

"T-tidak kok ..." suaranya bergetar hebat saat ia mencoba memanggil nama mereka, "K-Kirana ... Arga ..."

"Baguslah, itu terdengar jauh lebih baik," ucap Arga puas. Kakinya perlahan naik semakin tinggi, membuat Rena semakin gemetar menahan napas.

Tepat saat kaki Arga mulai merayap menuju paha, Rena tiba-tiba mendongak dan berdiri cepat dengan wajah penuh kekhawatiran. Gerakannya membuat Kirana tersentak kaget.

"Rena! Kamu kenapa?" tanya Kirana bingung.

"Hahhh ..." Rena menghela napas panjang yang terasa menyesakkan dada. Ia melirik Arga yang tetap duduk santai menatapnya dengan tatapan mengancam. "Tidak apa-apa ... A-aku ... aku ke toilet sebentar," ucapnya dengan wajah pucat pasi.

"Kamu tidak enak badan?" tanya Arga dengan nada perhatian yang dibuat-buat.

"Tidak apa-apa! Kalian lanjut makan saja, saya permisi sebentar."

Rena berjalan tergesa-gesa menuju kamar mandi, jantungnya berdetak kencang seolah mau melompat keluar. Rasa takut mulai menggerogoti setiap sudut pikirannya.

Arga tetap tampak tenang di samping istrinya. Ia menoleh ke arah Kirana sambil menyeka mulutnya dengan serbet. "Sayang, aku keluar sebentar. Ada sesuatu yang tertinggal di mobil," ucapnya dengan suara lantang.

"Ya sudah, kamu ambil saja dulu. Aku tunggu di sini," sahut Kirana lembut.

Arga berjalan keluar ruangan makan, melangkah tenang menuju kamar mandi menyusul Rena yang bersembunyi di dalam sana.

Di dalam kamar mandi yang berbau wangi pembersih, Rena berdiri di depan cermin besar sambil membasuh wajahnya dengan air.

Ceklek

Langkah kaki berat terdengar mendekat, satu per satu.

Tak ...

Tak ...

Tak ...

Rena menegang saat melihat bayangan Arga muncul di belakangnya lewat pantulan cermin.

"Pak Arga! Apa yang Bapak lakukan di sini? Ini kamar mandi umum!" bisik Rena bergetar.

Arga hanya tersenyum menyeringai, tatapannya tajam seolah sedang memangsa mangsanya. Ia berjalan semakin dekat hingga tubuhnya hampir menempel punggung Rena.

"Pak Arga! Apa yang ingin Bapak lakukan?" tanya Rena sekali lagi, suaranya panik

Tanpa menjawab, Arga langsung memeluk erat tubuh Rena dari belakang.

"Pak Arga! Bapak sudah gila! Istri Bapak ada di luar!"

Arga semakin mempererat pelukannya, lalu berbisik pelan tepat di telinga Rena. "Gila... Aku memang sudah gila! Aku tidak tahan ketika melihatmu ..."

"Pak Arga! Jangan di sini. Bagaimana kalau istrimu curiga dan melihat kita?"

Arga memutar tubuh Rena hingga menghadap dirinya. "Hemmm ... Kamu tenang saja. Dia tidak akan curiga."

Tangannya mengangkat pinggang Rena dengan mudah, membuatnya duduk di atas wastafel.

Perlahan bibirnya mulai mengecup leher jenjang Rena, membuat wanita itu menggeliat menahan suara. Rena tanpa sadar merangkul pundak Arga, dan mereka berciuman dengan penuh gairah di dalam kamar mandi itu, diiringi suara napas yang memburu satu sama lain.

Ciuman mereka semakin lama semakin liar dan tidak terkendali ...

"Sayang? Kamu di mana?"

Terdengar suara Kirana memanggil dari balik pintu.

Mereka berdua seketika berhenti bergerak ...

"Pak Arga! Istrimu ada di luar!" Wajah Rena pucat pasi karena panik, matanya melirik ke arah pintu tertutup.

Arga malah tersenyum santai. "Biarkan saja." Ia kembali menekan bibirnya untuk melumat habis bibir Rena dengan lebih agresif.

"Sayang? Kamu ada di dalam, kan?"

Rena terus menoleh ke arah pintu, hatinya berdegup kencang seolah mau pecah. Meski Arga tak berhenti menguasai dirinya, matanya terpaku pada gagang pintu yang perlahan berputar ke bawah.

Ceklek ...?

1
Ma Em
Masa orang banyak kalah hanya dgn Arga seorang seberapa pintarnya Arga masa tdk ada yg bisa melawan Arga .
Muft Smoker
skraaang si agar2 yg ketakutan sendriii
Muft Smoker
awas nnti malah jd km yg gilaaa arga
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
wah ternyata rencana kirana ,,
Muft Smoker
ayoo kirana gerak cepat sebelum semua aset mu berpindah tangan,, ni gx da bantuan buat kirana apa kak???
Muft Smoker
aaaaa deg2an ,, semoga bukan arga
Muft Smoker
aduuuh kirana jgn ceroboh doonk ,,
Ma Em
Kirana terlalu ceroboh hrs nya pelan2 saja jgn sampai menimbulkan kecurigaan Arga kalau Kirana sdh bisa melihat , semoga tdk terjadi hal yg tdk di inginkan pada Kirana .
Muft Smoker
aduuuuh semoga kirana gx knp2 ,,
Ma Em
Kirana kamu jgn ceroboh si Arga ini licik ada perubahan sedikit saja dari Kirana Arga langsung curiga , makanya jgn melakukan yg akan membahayakan , Kirana .
Muft Smoker
akhirny kirana pura2 pingsan ,,
🤭🤭
Ma Em
Kirana hati hati jgn ceroboh dan hrs pintar berpura pura msh buta jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat , Kirana hrs cari akal agar bisa bebas dari Arga mokondo .
Muft Smoker
duuh jgn sampai deeh si arga tau kalo kirana udh bisa lihat ,,
Muft Smoker
duuuh aq yg deg2an iikh ,,
udh kirana tuk sekarang km mending pura2 buta aj ,,
sambil mencari bukti kejahatan si agar2 ,,
Ma Em
Kirana hrs hati2 jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat lagi , jgn gegabah dlm bertindak Kirana hrs cerdik balas semua perbuatan Arga dan gundiknya .
Muft Smoker
perlahan ,, perlahan ,, akhirny penglihatan kirana kembali ,,
Sishrye
astaga nggragas🤣
한스 |HANSEN| Is Back: 😭🔥wwk
total 1 replies
Ma Em
Si Arga karena ambisi ingin menguasai harta orang cara apapun akan harga lakukan , semoga ada keajaiban untuk Kirana secepat nya bisa melihat lagi .
Muft Smoker
waah siapa lgii itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!