Indonesia
NovelToon NovelToon
Istriku Mantan Pembunuh Bayaran

Istriku Mantan Pembunuh Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Di rumah dia hanyalah ibu rumah tangga biasa, wanita lembut yang sayang anak dan cekatan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Namun, bagaimana bila ternyata dia menyimpan rahasia yang tak biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#1

#1

Malam sangat larut, namun gelapnya malam, tak mampu menghalangi sekelompok orang yang harus terus bersikap waspada sebab ada misi yang harus mereka jalankan. 

Sang komandan menggunakan jari tangannya sebagai kode agar kelima anak buahnya maju terlebih dahulu, sementara ia menjaga mereka dari belakang. Mereka harus mulai menempatkan diri di posisi masing-masing, sebab tak lama lagi transaksi akan berlangsung. 

Misi kali ini adalah menggagalkan transaksi senjata ilegal, di perbatasan ibu kota. Keenam anggota pasukan khusus itu bahkan sudah berjaga sejak siang, menyelinap dalam diam, hingga tak seorangpun yang bisa mendeteksi keberadaan mereka. 

Benar saja, tak lama kemudian, dua buah mobil tiba terlebih dahulu. Mereka menunggu sejenak hingga tak lama kemudian, sebuah truk dan sebuah mobil kembali tiba dari arah berlawanan. 

Lima anggota pasukan khusus itu semakin waspada, sebab buruan mereka kini sudah ada di depan mata, salah seorang anggota yang bertugas mendokumentasikan transaksi, sedang sibuk membidik gambar sebagai barang bukti. Setelah barang bukti berupa foto dan video di dapat, kode memulai serangan pun berbunyi. 

Kedengarannya seperti suara binatang malam, tapi orang-orang yang telinganya jeli pasti akan menyadari dengan jelas perbedaannya. 

Set! 

Jleb! 

Jleb! 

Jleb! 

Peluru tanpa suara sudah melesat mengenai sasaran, dengan cepat beberapa pria yang berjaga di belakang truk pun roboh. 

Sret! 

Jleb! 

Jleb! 

Jleb! 

Sementara yang lain membidik sasaran di tempat lain. 

“Bos! Kita dibuntuti!” pekik salah seorang pengawal saat menyadari temannya tiba-tiba roboh di tempatnya berdiri. 

Srek! 

Brak! 

Tiga buah koper sebesar masing-masing sebesar peti, kembali mereka tutup, beberapa penjaga bertukar posisi, yang semula mengemudikan mobil berisi uang, kini berpindah ke truk yang berisi senjata, begitu pula sebaliknya. 

Namun, sebelum mereka sempat bergerak, masing-masing pengemudi di dua mobil berbeda tiba-tiba terkena tembakan dari dua arah yang berbeda. 

Kini tak tersisa terlalu banyak orang, kelima orang itu pun keluar dari tempat persembunyian, puluhan titik merah yang berarti sasaran utama, mengarah pada dua pria yang sama-sama menjadi pemimpin misi jual beli senjata kali ini. Yang artinya, di sana tak hanya asa mereka berlima, tapi banyak lagi pasukan yang bersembunyi. 

Sang komandan pasukan khusus langsung keluar dari tempat persembunyian, sementara anak buahnya tetap membidik sasaran tembak, dengan demikian posisinya aman. 

Brak! 

Brak! 

Pria itu memberi kode agar semua orang keluar dari mobil, caranya cukup dengan menggerakkan senapan di tangannya, lalu membukakan pintu mobil. Semua yang masih berada di dalam mobil segera bergerak keluar, lalu menelungkup di body mobil. 

Mengira situasi lemah ini menguntungkan mereka, salah seorang pengawal mengeluarkan pisau, lalu mencoba menyabet tangan sang komandan yang masih mengacungkan senapan. 

Untungnya sang komandan selalu bersikap waspada, hingga dengan gesit ia menghindar, dan dalam waktu singkat mampu melumpuhkan pria yang mencoba menyabet lengannya. 

Rupanya tak hanya sekali, karena detik berikutnya anak buah sang komandan justru terkena tembakan yang diam-diam diarahkan padanya. Hingga baku hantam dan adu senapan tak bisa dihindari. 

Bukan pertarungan yang mudah, namun, sang komandan serta anak buahnya terlalu gesit dan tangguh untuk dikalahkan, sebab skill bela diri mereka tak perlu diragukan lagi. Cepat, tepat, kuat, dan akurat di setiap serangan. 

Tak butuh waktu lama, orang-orang itu kalah dari lima orang pasukan khusus yang datang menyergap mereka. 

“Fiuwwhh!” Zion menghembuskan nafas lega, nafasnya masih naik turun tak beraturan, keringat membanjiri pelipis dan sebagian besar tubuhnya. Namun, bibirnya tersenyum lebar sebab ia berhasil mengakhiri misi menangkap para mafia yang memperjual belikan senjata secara ilegal. 

“Apakah ada yang terluka?” Zion memastikan kondisi anak buahnya. 

“Tidak, Komandan! Untungnya mengenai rompi anti peluru.” 

Zion kembali bisa bernafas lega. 

•••

Ditempat lain, 

Di sebuah rumah mewah, suasana nampak hangat, lampu-lampu menyala terang, dan terdengar riuh gurau tawa mengiringi suasana akrab tersebut. 

“Opa, ceyamat yedin aicecali,” ucap seorang gadis kecil, dengan suara cadelnya. Wajah mungil gadis kecil itu terlihat berisi dan lucu, bibirnya semerah cery, rambut hitam kecoklatan bergelombang sedang bergoyang-goyang mengikuti gerakan kepalanya. . 

Dialah ratu kecil Daddy Danesh, dan Mommy Dhera, Zivanya Atau yang sudah akrab dipanggil Zea. Gadis kecil itu adalah putri pertama Zion dengan Lizie istrinya. 

“Masa cuma Opa yang dikasih selamat, Oma nggak dapet, nih?” Mommy Dhera ikut bergabung di tengah mesranya suasana Daddy Danesh dan Zea. 

“Oiya, yupa.” Zea menepuk jidatnya dengan gerakan lucu, lalu ia berdiri di depan Opa dan Oma-nya, kedua tangannya menyatu di depan perut. Wajah lucunya mulai serius, seperti ibu negara yang hendak menyampaikan pidato. 

“Oma, Opa, Zea syantik mau biyang, ceyamat yedin aicecali,” ulangnya, tak kalah lucu dari ucapan pertamanya. 

Daddy Danesh dan Mommy Dhera seketika tertawa bahagia, cucu mereka sungguh menggemaskan. Setiap hari, tiada bosan-bosannya mereka ajak Zea bersenda gurau. Sebab setelah pensiun, Daddy Danesh terlalu banyak menganggur, jadi hadirnya Zea adalah hiburan yang sangat membahagiakan baginya dan sang istri. 

“Aaahh gemes—” kata Mommy Dhera yang langsung menarik Zea ke pelukannya, kemudian mencium serta mengusap rambut Zea yang terasa lembut. 

“Hihihi.” Zea terkikik geli, hingga menggeliat kesana kemari, saat sang oma menggelitik perutnya. 

Di sudut lain rumah tersebut, seorang wanita cantik tengah gelisah menanti sang suami yang tak kunjung pulang. “Padahal tadi pagi sudah janji akan pulang tepat waktu. Lagi-lagi dia terlambat,” gerutu Lizie. 

Suasana hatinya memburuk, hingga ia melampiaskannya dengan cara mengelap meja dapur sampai mengkilap, bila diumpamakan, maka nyamuk pun akan terpeleset bila tak sengaja menginjak permukaan meja. Saking bersih dan licinnya permukaan meja tersebut. 

Beberapa saat kemudian dua tamu lainnya tiba, mereka adalah Zain kakak kembar Zion, serta si bungsu Zack. 

“Kakak ipar, ini kuenya.” Zack meletakkan box berisi kue tart serta lapis legit favorit sang mertua.

“Dapat bonus lagi?” tanya Lizie karena melihat dua box lain selain kue pesanannya. 

“Iyes, spesial buat Mom and Dad, dari Onty Agnes,” jawab Zack. 

Lizie merasa tak enak pada Onty Agnes, sebab beliau selalu menambahkan kue lain selain kue-kue yang dipesannya. Tapi, ya, sudahlah, toh mereka keluarga, dan sudah biasa saling berbagi. 

“Sayang, suami kamu belum pulang?” tanya Mommy Dhera, wanita itu menghampiri sang menantu yang sejak tadi berpura-pura menyibukkan diri, padahal semua hidangan sudah berjajar di meja makan. 

“Maaf, Mom. Aku sudah menghubungi Zion, tapi ponselnya tidak diaktifkan.” 

Mommy Dhera mengangguk penuh pemakluman, sudah biasa baginya, toh Daddy Danesh dulu juga berprofesi sama seperti putranya. Daddy Danesh juga sering tak pulang ke rumah saat masih aktif di lapangan dulu. 

Akhirnya Mommy Dhera hanya bisa mengusap punggung menantunya dengan sayang. 

“Nggak papa, suami kamu pasti sibuk, pokoknya hilangkan semua pikiran buruk. Hmm?” 

“Iya, Mom.” 

“Yuk, kita mulai saja makan malamnya, kasihan Zea, tak lama lagi pasti sudah mengantuk,” ajak Mommy Dhera pada sang menantu. 

Akhirnya perayaan wedding anniversary Mommy Dhera dan Daddy Danesh tahun itu pun berlangsung tanpa kehadiran Zion. Untung saja keluarga mereka bukan keluarga seperti kebanyakan keluarga lainnya, jadi sewaktu-waktu ada anggota keluarga yang tak hadir di momen seperti saat ini, sudah hal biasa. 

Sepertinya hanya Lizie yang belum terbiasa, hingga senyum wanita itu tidak bisa lepas bebas seperti biasanya. 

1
Bunda Idza
ya Allah.... deg degan ini....tanda masih hidup ya kan....kenapa bisa kecolongan??? mommy Dhera. Daddy Danesh....😭😭😭 piye Iki.....
moon: sek, belum tahu aja mereka.

edisi salah pilih lawan. 🤭
total 1 replies
Dozky 2 Crazy
hmmmm ternyata siAlan pelakunya
Dozky 2 Crazy: wkwkwk galau kenapa author
total 4 replies
Dozky 2 Crazy
aduh siapeeee nih
Shee_👚
hadeh zea bakalan jadi sandera buat lizie keluar. kalian dah membangunkan singa tidur😏
Shee_👚: gak sabar nungguin para2 macan keluar kandang semua😂
total 2 replies
Dozky 2 Crazy
makanya jgn macem macem yeee😁😁
Dozky 2 Crazy
sama yaa Zea mama sama papa lagi maen tembak tembakan dulu
Shee_👚
betul zion, kamu bawa lizie kembali jangan sampai ramanov menemukannya
Shee_👚
kami sendiri aja ngeri liatnya apa lagi musuh² nya yang dah ketar ketir. kamu beruntung dah nikah sama lizie, tapi jangan sampai kamu berbuat hal² aneh kalau gak mau kena dorr😂
vania larasati
lanjut
Shee_👚
jelas lah, pengawal bukan sembarang pengawal🤣
Dozky 2 Crazy
aseeli kepo 😁😁
octa❤️
🫶🫶🫶🫶
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
Thor..ini si mantan cadelita Mak ilang GK bisa ciat ciat beladiri kah??🤭🤭
moon: sek lahaciya 🤭👻
total 1 replies
falea sezi
mertuanya gimana nunggu bocil satu aja g bs 😒 nambahin beban. aja ne katanya bekas mafia 🤣🤣 alah pret
moon: nah, begitulah... mereka boleh para paruh baya, tapi pada jamannya mereka adalah...

ingat kalimat Eyang Juna. keluarga geraldy adalah keluarga dengan spek separuh mafia. 👻👻👻👻
total 3 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kok blm nambah up mb moon?
hasana
👍👍👍👍
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
keren 👏🏻👏🏻👏🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Wah kamar Lizzie 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
setuju 🤤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ngikut dong 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!