Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Perebut Cinta

Sang Perebut Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Romansa Modern
Popularitas:61.9k
Nilai: 5
Nama Author: Evanafla

Ketika seseorang yang dicintai direbut oleh orang lain bukan berarti hanya diam. Tapi, merebut kembali.

Mentari, sang gadis tomboi berjuang mempertahankan hubungan dengan Ravi. Banyak halangan menghadang menerpa kisah cintanya.

Natasha, sang mantan Ravi selalu berusaha ingin merebut kembali cinta Ravi yang telah berlabuh pada Mentari. Bagi Natasha, Mentari sudah merebut Ravi darinya, padahal itu karena ulahnya sendiri.

Ravi gelisah menghadapi pilihan antara cinta lamanya yang masih ada atau menguatkan cintanya pada Mentari?

Ketika Ravi mulai condong pada Natasha, di saat itulah Mentari sekuat tenaga merebut kembali apa yang memang menjadi miliknya?

Berhasilkah dia? Ataukah memilih pada lelaki lain yang selalu menunggunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evanafla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2 : Memperingatkan

Mentari memacu motor besarnya membelah jalanan. Waktu masih sore untuk pulang. Apalagi dua sahabat karibnya tengah menunggu dirinya di sebuah kafe. Siapa lagi kalau bukan Aira yang modis dan Reva sang calon kakak iparnya.

Tadinya mereka mengajak Mentari jalan-jalan di mall, tapi Mentari tahu jika keduanya sudah di sana, satu jam adalah waktu yang tergolong singkat. Mentari tipe perempuan yang tidak suka berbelanja terlalu lama.

Menghiraukan pesan Ravi yang menyuruhnya langsung pulang, Mentari diam tanpa memberi tahu Ravi. Lagipula dia hanya bertemu dengan temannya yang juga temannya Ravi.

"Maaf telat!"

Aira dan Reva mendongak pada Mentari yang terlihat ngos-ngosan. Dipastikan jika Mentari ngebut di jalanan dan langsung berlari ketika sampai parkiran.

"Dimaklum," sahut Aira datar.

"Dimaklum bagaimana?" Mentari menduduki kursi di sebelah Reva.

"Calon manten," timpal Reva terkekeh.

"Apa hubungannya?" Mentari semakin tak mengerti.

"Kamu habis nyiapin stok persediaan dengan Ravi buat persiapan seminggu tak bertemu. Jadi, kita maklum," canda Aira.

"Bisa saja,"

"Kita baru beres ujian akhir semester, tadinya mau ngajak kamu liburan. Eh ... kamunya mau nikah. Terus liburan tanpa kita,"

"Ralat, Ra! Mereka bu-lan ma-du," Reva menekankan kata bulan madu.

Aira terkikik mendengarnya. Melirik pada Mentari yang ikut tersenyum. Aura pengantin memang beda, pikirnya. Tak menyangka dirinya yang sering gonta-ganti pacar, bisa didahului oleh Mentari yang baru mengenal pacaran.

Seorang pelayan mendekati meja mereka, karena Mentari melambaikan tangannya. Perutnya harus segera diisi, sebelum cacing di perutnya bersuara. Belum lagi kerongkongan yang begitu kering untuk segera disiram cairan dingin.

"Ravi kemana? Sibuk ngurus bisnisnya?" tanya Reva menyeruput jus berwarna merah.

"Bukan,"

"Lalu?" Reva menatap Mentari.

"Dia sedang menemui seseorang," jawab Mentari tak enak.

"Siapa?" giliran Aira yang bertanya.

"Temannya," sahut Mentari asal.

Matanya mengedar ke segala arah untuk menghilangkan kegugupannya. Justru itulah yang membuat kedua temannya curiga. Kebohongan nampak jelas di mata Mentari. Apalagi mereka sudah lama berteman, jadi tahu bagaimana reaksi Mentari.

"Aku kira dia bertemu wanita lain," celetuk Aira.

"Apa!" pekik Mentari pelan.

Mentari melebarkan matanya. Celetukkan Aira sangat tepat dan membuatnya membisu. Dia merutuki kelemahannya yang susah sekali bersandiwara di hadapan kedua temannya.

Ada ketakutan dalam dirinya, jika mengemukakan kemana perginya Ravi. Dua orang di hadapannya berwatak sama dengan emosi yang langsung bertindak tanpa berpikir. Bisa-bisa dirinya kena semprot, padahal maksudnya ingin memarahi orang lain.

"Kamu kenapa? Biasa saja kali, Ri. Kaya orang baru ketahuan bohong," sindir Reva.

Helaan nafas terdengar dari hidung Mentari. Memang benar dirinya tak bisa menghindar lagi dari dua sahabatnya. Seharusnya di antara sahabat tak ada rahasia. Dia pun tak ingin kejadian di saat Aira marah padanya, karena dituduh merebut Bintang dari kak Alya, kakaknya Aira kembali terulang.

"Ravi sedang menemui Natasha,"

"Apa!" giliran Reva dan Aira yang terkejut.

Bahkan Reva memukul meja cukup keras saking dirinya terkejut. Untung saja tangan Reva tidak sampai menepuk kue penuh krim, yang bisa membuat Reva semakin darah tinggi.

Keduanya menatap tak percaya pada Mentari. Ravi bertemu wanita yang sangat dibenci oleh keduanya. Masih ingat di kepala mereka, bagaimana buruknya Natasha sebagai wanita licik dan mengusik ketenangan Mentari.

Berbeda dengan Mentari yang menutup telinganya saking tingginya nada mayor entah minor yang keluar dari mulut Aira dan Reva. Wajahnya menahan malu, melihat beberapa orang memandang ke arah mereka.

Mentari tersenyum dan menganggukkan kepalanya seakan meminta maaf pada semua pengunjung kafe. Namun, Aira dan Reva mengacuhkan pandangan semua orang dan memilih tetap menatap Mentari.

"Kamu izinin Ravi?" tanya Aira membulatkan matanya dengan sempurna.

"Iya. Salah?" polos Mentari.

"Kamu itu terlalu baik atau terlalu bod*h sih? Ravi bertemu dengan mantannya ... Natasha itu licik, Ri!" geram Reva.

"Betul apa yang dikatakan Reva. Bisa saja saat ini Natasha sedang merayu Ravi untuk mengurungkan niatnya menikah denganmu. Apa kamu tidak berpikir ke sana?" kesal Aira.

"Ini mbak pesanannya," sela pelayan.

"Makasih,"

Aira dan Reva masih menampilkan mode api yang membakar tubuh mereka karena amarah. Mentari merasakan kekecewaan keduanya, tapi dengan tenangnya dia menyedot jus miliknya dengan mata melirik pada Aira dan Reva bergantian.

"Ah ... segarnya!" celetuk Mentari terlihat menikmati minumannya.

"Ini anak! Kita bicara serius malah bercanda," protes Aira.

"Aku juga serius kali, Ra. Ini minuman segar banget. Apalagi lihat wajah kalian yang mengintimidasi diriku, nanti aku ikut emosi juga," santai Mentari.

"Kamu itu sebenarnya cinta enggak sih sama Ravi?"

"Ya cintalah, Re. Tak usah diragukan lagi," bangga Mentari tersenyum sambil menaikturunkan alisnya.

"Tapi kenapa kamu enggak cemburu lihat Ravi ketemu sama Natasha?"

"Gini ya, Re. Dulu memang Natasha selalu menggangguku, menuduh aku merebut Ravi darinya. Tapi, semenjak Ravi bertindak tegas sama Natasha, buktinya Natasha tidak berani lagi menampilkan wajahnya di depanku dan Ravi. Dua bulan," Mentari menekankan kata dua bulan dengan jari telunjuk dan tengah yang berdiri.

"Memang seperti itu sih. Tapi, tetap saja aku tak percaya sama Natasha. Dia itu wanita ular. Mengkhianati Ravi dan juga menggoda Bintang. Wanita serakah, kakak adik pengen diembat--" ketus Reva.

"Sayangnya, dia gak dapat keduanya," sambung Aira yang diikuti tawa ketiganya.

"Beda sama Mentari, cewek polos. Dicintai kakaknya, eh mencintai adiknya. Ujungnya direbutin sampai berantem tuh adik sama kakaknya," seloroh Reva menurunkan tawanya.

"Iya ... tapi tetap saja adiknya menang, Ravi jatuh juga ke pelukanmu, Ri," timpal Aira.

"Kalau bukan Bintang yang menghamili kakakmu dan kamu enggak marah sama aku, mungkin Bintang masih jadi tunanganku," sindir Mentari yang tidak nyaman diingatkan kejadian dia hampir diperk*s* Bintang.

"Tuh kan ... kamu ingetin aku lagi. Maaf! Dulu aku kan tidak tahu masalahnya. Jangan ungkit lagi ya!" mohon Aira.

"Makanya kalau dapat kabar itu jangan langsung ngambil keputusan. Bintang yang salah, Mentari kena getahnya," Reva mengingatkan dengan sesuap kue lembut masuk ke mulutnya.

"Ngomong-ngomong soal kak Alya, sekarang sudah berapa bulan usia kandungannya?" tanya Mentari yang ikut memakan spagethinya.

"Emmm ... empat bulan kalau enggak salah. Mau nengok juga ke apartemen Bintang, risih ah,"

"Sama kakak ipar sendiri risih," canda Mentari.

"Terus kalau kamu bertemu Bintang, masih canggung tidak?" tantang Aira.

Mentari memang ragu untuk bertemu dengan Bintang. Meski ketika pernikahan Bintang dan Alya, dia menerima untaian maaf dari Bintang. Namun, tetap saja dia merasa tak nyaman jika bertemu lagi dengan Bintang. Trauma masih menghinggapi dirinya.

Satu hal yang dia sadari, besok dia pasti bertemu dengan Bintang. Acara ulang tahun pernikahan calon mertuanya, harus dia hadiri. Apa yang harus dia lakukan besok, jika bertemu dengan Bintang.

"Ri! Kok bengong?"

"Eh, enggak apa-apa kok, Ra," kilah Mentari.

"Makanya Ravi jangan dibiarkan ketemu sama Natasha, buktinya sekarang kamu kepikiran itu kan?" Reva asal tebak.

"Itu juga Ravi. Dia b*g* apa b*d*h sih? Mau-maunya bertemu dengan Natasha. Katanya benci, eh ... sekarang disamperin," kesal Aira.

"B*g* sama b*d*h emang apa bedanya, Ra?" kekeh Mentari.

Aira mendelik kesal Mentari. Niat hatinya ingin membela Mentari, tapi yang dibela malah santai-santai saja, seolah tak ada beban.

"Pokoknya ... kalau sampai Ravi membatalkan pernikahannya denganmu ... aku tak akan segan-segan mengirim dia ke segitiga bermuda atau lubang hitam sekalian," geram Aira.

"Betul. Aku setuju! Sekalian Natasha juga aku kirim ke planet Merkurius biar kepanasan di dekat matahari," timpal Reva ikut kesal.

"Kalian ini! Aku yang menjalani, kenapa kalian yang repot?" celetuk Mentari memasang wajah pura-pura kesal.

"Kita kan sahabatan. Jadi, ikut merasakan kegundahanmu, Ri. Jangan pura-pura sok menerima, padahal hati galaunya minta ampun!" ujar Reva balas sok marah.

"Kalian memang sahabat terbaikku." Mentari merangkul kedua sahabatnya bergantian.

Sampai kapan pun Mentari ingin terus menjaga persahabatan dengan Aira dan Mentari. Keretakkan di masa lalu menjadi pelajaran untuknya agar lebih menjaga perasaan.

Benar apa yang dikatakan temannya. Bibir merelakan Ravi bertemu dengan Natasha, tetapi hati sangat gelisah. Dia berdoa semoga Ravi benar-benar menyelesaikan masalah dengan Natasha, bukan tergoda untuk kembali pada Natasha.

***

Bagaimana pertemuan Ravi dengan Natasha? Apakah sesuai prasangka Aira dan Reva? Ataukah sebaliknya?

1
Fitri Yanti
ayo up lgii min plisssss😭😭saya tau crita ini dri fb bagusss bgttt plisss up lgiiiii
Diana Herdyanti wijaya
udah mampir ini lama nunggu update di fb😁sukses sllu
Uthie
itu pasti Okan kan yaa... Kaka nya Mentari 🤔

sepertinya memang papinya mentari gak ada hubungan apa-apa sama si Natasha dehh... bisa jadi cm ada misi tertentu yg mkn blm bs diberitahukan ke Mentari 😕
Evanafla: mungkin😅
total 1 replies
Aulia Franisti08
lnjut
🌹Dęwį Wųļąņďąŕý🌹
hadeh Mentari knp harus nanya sm bpkny mending bapaknya mau ngaku kl dy selingkuh sm Natasha tanpa adanya bukti, kl mau mah harusnya nyewa mata2 buat ngikutin bpkny kl ketemuan sm Natasha dihotel biar langsung gerebeg aza bawa polisi sklian
Evanafla: 😂😂😂
gak kepikiran dia
total 1 replies
Uthie
ngeselin emang si Natasha 😡😡😡
Uthie: dipermalukan..bikin sengsara... dan dihakimi massa 😆😆😆
total 2 replies
Aulia Franisti08
semangat
Rina Wardani
tuh kan tebakanku benar 😎
Aulia Franisti08
suaminya mentari
Evanafla: yakin?😁
total 1 replies
Ajeng tias septiani
etttttttt gila kentang thor astaga 😑
Evanafla: 😁😁😁
ayo lanjut😅
total 1 replies
Uthie
siapa sihhh?!? 🤔🤔
Uthie: udah tau.. dan ngeselin pas tau siapanya 😌😡
total 2 replies
Rina Wardani
sudah pasti laki2 itu adl klu gk bintang,papanya ravi klu gk papa mentari 😁
Evanafla: mentari ngamuk lgsg😂😂😂
total 3 replies
🌹Dęwį Wųļąņďąŕý🌹
jgn blng cie bintang lg yg selingkuh sm Natasha


next thor
Evanafla: aku ga bilang kok😁
total 1 replies
Evanafla
hari ini spesial 2 bab ya.😁
kemarin malam tak sempat up.🙏🙏
Uthie
ditunggu lagi 😍💪💪
putri nabhila
idup si natsha jomolang bgt ya ibu nya mah jualan uduk anak nya mah ampuun
Aulia Franisti08
lnjut
Uthie
Ngeselin juga emang ada wanita yg sok tau kaya gtu... 🤨😡😡
putri nabhila
is temen sih ngelunjak gw perasaan py tmn baru ketemu meski dulu deket ga gtu dah ga culanung kata org sunda mah ga ngelunjak is ada ya kaya si felly kepo nya amit2an atuh namanya org pacaran bs aja putus terus sah2 aja si ravi nikah mau gmn jg cara nya ga perlu kali ikut campur dasar goblok
putri nabhila: hahahaha kitu dah tp kalo do tangerang sih gtu bahasanya
total 2 replies
Rina Wardani
nunggu pengakuan natasha klu hamil anak ravi,atau justru ntar ravi perginya ma natasha ya 🤔
Evanafla: kita lihat saja ntar ya😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!