Indonesia
NovelToon NovelToon
THE DAY YOU WENT AWAY

THE DAY YOU WENT AWAY

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:387
Nilai: 5
Nama Author: Chikaku_chiko

Namanya Raisha, seorang karyawan korporat cantik dan terkesan cuek. Dia belum mengenal debaran cinta seperti apa. Banyak tuntutan orang disekitarnya untuk memulai suatu hubungan dengan seorang pria. Meskipun enggan, Raisha melakukan semua tuntutan itu meskipun tanpa menggunakan hati. Satu pria, gagal. Dua pria, gagal. Hingga tak terasa beberapa pria Raisha mencoba mencari debaran itu, tapi gagal.

Hingga julukan 'Playgirl' menempel padanya.

Hingga datang seorang Aldo. Pria tampan dan maskulin, membuat Raisha merasakan debaran itu. Tapi ketika Raisha mulai mendekati Aldo, ada sesuatu dari diri Aldo yang janggal. Yang membuat Raisha merasakan debaran yang melayang tapi menyakitkan.

Bagaimana kisah cinta Raisha dan Aldo kedepannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chikaku_chiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Batas Sabar dan Percikan Perang Dingin

​Pesan singkat dari Aldo yang bertengger di layar ponselnya semalaman benar-benar menjadi paku terakhir yang menancapkan kecemasan di dada Raisha. Kalimat 'tolong jangan biarkan pria lain menyentuhmu seperti tadi lagi' bukan sekadar barisan kata manipulatif, melainkan sebuah pernyataan kepemilikan yang egois dan kekanak-kanakan.

​Pagi itu, Raisha melangkah masuk ke area lantai lima dengan kepala tegak dan raut wajah yang dingin bagai es. Dia sudah membulatkan tekad: tidak ada lagi negosiasi, tidak ada lagi kompromi, dan tidak ada lagi ruang untuk simpati. Jika Aldo memilih untuk tenggelam dalam waham kepemilikannya sendiri, Raisha tidak akan membiarkan dirinya terseret ke dalam arus tersebut.

​Namun, pemandangan pertama yang menyambutnya di depan area kubikel adalah Mita yang sedang berdiri mengadang jalan dengan kedua tangan terlipat di dada.

​Wajah Mita tampak kusam, dengan lingkaran hitam samar di bawah matanya, jelas menandakan wanita itu tidak tidur nyenyak akibat abaian dingin Aldo kemarin. Begitu melihat Raisha melintas, Mita sengaja memotong langkahnya.

​"Puas kamu sekarang, Ra?" desis Mita dengan suara rendah yang penuh kepahitan.

"Kamu udah berhasil bikin Aldo jadi kayak orang asing ke semua orang. Kamu pakai pelet apa sih sampai Aldo nggak mempan lagi sama pancingan apa pun?"

​Raisha menghentikan langkahnya, menatap Mita dari atas ke bawah dengan pandangan miris. Tidak ada lagi rasa marah di dada Raisha untuk wanita di hadapannya ini, yang tersisa hanyalah rasa kasihan atas ketidakberdayaan Mita yang rela merendahkan martabatnya demi seorang pria beracun.

​"Mita, dengar ya," ujar Raisha dengan nada suara yang teramat datar namun tajam.

"Kamu yang sibuk bikin panggung drama, kamu yang sibuk nyari figur figuran cuma buat narik perhatian cowok yang jelas-jelas udah mencampakkan kamu, terus sekarang kamu nyalahin aku? Mending kamu urus pacar barumu itu daripada sibuk ngurusin hidupku."

​"Kamu—!" Mita menunjuk wajah Raisha dengan jari bergetar, tetapi sebelum kalimat makian itu terlontar, suara dehem berat memecah ketegangan di antara mereka.

​"Ada masalah apa di sini?"

​Aldo muncul dari arah tangga darurat. Pria itu mengenakan kemeja abu-abu gelap yang rapi, tetapi garis-garis kelelahan di wajahnya tak bisa disembunyikan. Matanya yang tajam langsung mengunci keberadaan Raisha, mengabaikan Mita sepenuhnya seolah wanita itu hanyalah angin lalu.

​Mita yang melihat kedatangan Aldo seketika mengubah raut wajahnya, mencoba memamerkan senyum paling manis seraya memegang lengan kemeja Aldo.

"Al, lihat deh si Raisha... dia malah ngomong yang nggak-nggak soal hubungan aku sama pacar baruku—"

​"Lepas, Mit," potong Aldo dingin, menarik lengannya secara spontan dari genggaman Mita tanpa sedikit pun menoleh ke arah wanita itu.

​Sentuhan Mita yang biasanya mungkin akan menaikkan ego atau memicu gairah penakluknya, kini terasa bagaikan sengatan yang mengganggu. Mata Aldo hanya tertuju pada Raisha yang berdiri tenang di hadapannya.

​Mita membeku di tempat. Wajahnya memerah padam akibat penolakan mentah-mentah yang disaksikan oleh beberapa staf yang baru tiba di lantai lima. Dengan rasa malu yang tak menentu, Mita akhirnya membalikkan badan dan berlari meninggalkan koridor menuju toilet wanita.

​Kini, hanya tersisa Raisha dan Aldo di sudut koridor yang masih relatif sepi tersebut.

​"Pesan kemarin malam... kamu udah baca, kan?" tanya Aldo pelan, melangkah satu pijakan lebih dekat ke arah Raisha.

​Raisha menatap Aldo lurus-lurus, tidak mundur seinci pun.

"Udah. Dan jujur, itu pesan paling konyol yang pernah aku terima."

​Aldo menaikkan sebelah alisnya, rahangnya menegang pelan.

"Konyol? Aku cuma ngingetin kamu, Ra. Reno itu cuma memanfaatkan situasi. Dia nggak tulus sama kamu."

​Sebuah tawa sumbang keluar dari bibir Raisha, tawa yang sarat akan rasa tidak percaya atas kepicikan pikiran pria di hadapannya.

​"Reno itu sahabatku, Al. Dia jauh lebih tulus dan tahu cara menghargai wanita dibanding kamu yang sibuk terjebak dalam permainan psikologis gila ini!" semprot Raisha dengan nada menekan.

"Kamu nggak punya hak sedikit pun buat ngatur siapa yang boleh menyentuh atau jalan sama aku. Kita nggak ada hubungan apa-apa!"

​"Aku punya hak karena aku nggak suka ngelihat kamu sama cowok lain!" bentak Aldo pelan, namun nadanya begitu pekat dan intens hingga suaranya bergetar di udara koridor.

​Ucapannya yang terlontar tanpa kendali itu membuat suasana mendadak hening seketika.

​Aldo tertegun oleh kata-katanya sendiri. Rahasianya yang paling kelam, rasa cemburu buta dan posesif murni yang tak lagi bersandarkan pada permainan status, baru saja terlontar bebas dari mulutnya tanpa sanggup dia tahan lagi. Topeng sang penakluk yang santai dan penuh kendali telah hancur sepenuhnya di hadapan Raisha.

​Raisha menatap Aldo dengan pandangan yang sulit diartikan. Ada keterkejutan di matanya, tetapi dengan cepat digantikan oleh rasa lelah yang mendalam.

​"Kamu sakit, Al," bisik Raisha lirih.

"Kamu cuma ketakutan kehilangan mainan yang nggak bisa kamu kuasai. Jangan samakan rasa cemburu egoismu itu dengan rasa cinta, karena itu cuma bikin aku makin nggak respek sama kamu."

​Setelah mengucapkan kalimat pemungkas itu, Raisha berjalan melewati Aldo begitu saja, meninggalkan pria itu yang berdiri terpaku dengan dada bertarung keras menahan sesak.

​Siang harinya, atmosfer di divisi pemasaran dan keuangan terasa makin mencekam. Perang dingin antara Aldo dan Raisha tak lagi bisa disembunyikan. Meski keduanya bersikap profesional saat membahas pekerjaan kantor, ada tembok tebal yang tak kasat mata di antara mereka.

​Reno, yang menyadari situasi panas tersebut, berusaha selalu berada di dekat Raisha setiap kali ada kesempatan. Saat jam makan siang tiba, Reno secara terbuka mengajak Raisha makan di luar kantor, sengaja melewatin kubikel Aldo seraya merangkul pelan bahu Raisha untuk menunjukkan dukungannya.

​Aldo, yang menyaksikan pemandangan itu dari mejanya, hanya bisa mencengkeram pulpen di tangannya hingga plastik pembungkusnya berderit hampir patah. Percikan api cemburu yang kemarin membakarnya kini telah bertransformasi menjadi kobaran amarah yang sulit dikendalikan.

​Di sudut lain, Mita memperhatikan interaksi bertaut itu dari jauh. Rasa dendamnya pada Raisha telah mencapai puncaknya, sementara obsesinya pada Aldo telah bergeser menjadi niat destruktif.

Jika dia tidak bisa memiliki Aldo, dan Aldo begitu terobsesi pada Raisha hingga mengabaikannya... maka Mita siap menghancurkan reputasi mereka berdua sekaligus.

​Mita menyunggingkan senyum miring yang beracun seraya membuka komputernya. Dia mulai mengetik sebuah surel kaleng yang ditujukan langsung ke bagian HRD dan Direksi, sebuah laporan palsu yang menuduh adanya penyalahgunaan wewenang, nepotisme, dan konflik kepentingan asmara di dalam divisi pemasaran yang melibatkan Aldo, Raisha, dan Reno.

Sore harinya, menjelang jam pulang kantor, sebuah pengumuman mendadak dikirimkan oleh pihak sekretariat manajemen.

​Sebuah surel resmi masuk ke kotak surat seluruh staf divisi: 'Diundang seluruh jajaran staf Divisi Pemasaran dan Keuangan untuk menghadiri rapat evaluasi darurat di Ruang Rapat Utama lantai enam besok pagi jam 08.00 WIB.'

​Raisha membaca surel tersebut dengan dahi berkerut. Firasatnya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres. Dia melirik ke arah Reno yang juga tampak mengernyitkan dahi kebingungan. Namun saat mata Raisha tak sengaja berpapasan dengan Mita, wanita itu hanya melemparkan senyuman sinis yang sarat akan ancaman.

​Sementara itu, bunyi denting khusus terdengar dari komputernya Aldo. Sebuah surel lanjutan yang bersifat rahasia dan pribadi dari bagian HRD masuk ke kotak masuknya.

​Aldo mengklik surel tersebut, membaca baris demi baris poin aduan yang dilampirkan. Sorot matanya seketika meredup, bertransformasi menjadi pendar kelam yang amat berbahaya.

Surel itu secara spesifik menyebutkan bahwa rapat besok diselenggarakan untuk mengklarifikasi dugaan perselisihan pribadi, pelecehan profesional, serta ketidak kondusifan lingkungan kerja yang melibatkan dirinya dan Raisha.

​Aldo mencengkeram tepi mejanya hingga buku-buku jarinya memutih. Siapa pun manusia bodoh yang berniat menjatuhkannya dengan memanfaatkan Raisha sebagai umpan, telah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya.

​Di dalam dada Aldo yang sedang bergemuruh, ada satu tekad bulat yang mengkristal. Aldo tidak akan membiarkan nama Raisha terseret atau tersentuh sedikit pun dalam kekacauan ini. Dia berniat untuk pasang badan penuh, melindungi Raisha dari tuduhan tersebut, sekaligus menyiapkan pembalasan serta pelajaran paling telak dan menghancurkan bagi siapa saja pengadu yang berani mengusik ketenangannya.

​"Kamu salah memilih lawan," bisik Aldo dingin menatap pendar layar komputernya, sementara senyum miring yang paling berbahaya terukir di wajahnya.

​Badai baru telah bersiap menerjang lantai lima, dan kali ini, Aldo tidak akan lagi bermain-main dengan egonya, dia siap menghancurkan siapa pun yang mencoba menyentuh Raisha.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!