Suatu ketika sebuah sekolah international menengah ke atas mengadakan program beasiswa untuk anak anak kurang mampu.Seorang gadis bernama Caramel sudah lama ingin masuk ke sekolah tersebut,namun karena keterbatasan biaya ia tidak dapat masuk ke sekolah tersebut,mendengar sekolah tersebut mengadakan beasiswa gadis itu pun mendaftarkan diri berharap dapat mewujudkan harapannya untuk mengisi salah satu bangku di sekolah tersebut,setelah tes berkepanjangan dan waktu pengumuman yang lama penantiannya akhirnya terbayar,ia di nyatakan menjadi satu satunya peserta yang memenuhi standar sekolah tersebut dan resmi di terima di sana,namun di balik semua keberuntungannya siapa sangka bahwa tempat yang di tuju merupakan awal dari segalanya penderitaannya.
Keterlibatannya dengan anak anak dari kalangan keluarga elit di sekolah itu membuat Caramel harus menjadi menjalani hidup yang sulit.
Akankah Caramel bertahan sampai akhir?ikuti perjalanan Caramel dalam menggapai mimpi dalam cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its girlsssss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
VISUAL
...CARAMEL DOMINIC...
...ELDRIC MORELALIS...
...MAXIMO CLINTON...
...ELENOR ALEXANDER...
...MARSYA HOOFER
...
...AMORA NIXON...
...VIOLET REAGAN...
...GISSELLE DAVINCI...
...K
...
"Silakan perkenalkan dirimu"ujar sang guru kepada anak baru tersebut
"Perkenalkan nama saya Caramel Dominic,saya pindahan dari SMA DORITHY,saya masuk kemari lewat jalur beasiswa,senang bertema dengan kalian, saya berharap kita bisa menjadi teman baik untuk ke depannya"ujar Caramel
Tak ada satu pun murid di kelas itu yang memberi tanggapan, beberapa dari mereka bahkan terlihat memandang rendah Caramel dengan tatapan sinis.
"
"Baiklah kalau begitu kau bisa duduk di bangku kosong paling belakang"ujar sang guru yang di angguki Caramel
" kalau begitu saya permisi,mohon maaf sudah mengganggu waktu belajar kalian"pamit sang guru
●
●
●
Jam istirahat
Semua siswa/wi berhamburan ke kantin kecuali Caramelyang terliahat termangu di mejanya tak sendiri seorang siswi berambut pendek yang duduk bersebrangan dengan Caramel terlihat masih sibuk dengan bukunya.
'Apa sekolah International memang begini,sejak tadi belum ada yang menyapa ku ,atau mungkin ini baru awalnya saja makanya tidak ada yang menyapa ku'batin Caramel
Menarik nafas panjang Caramel mencoba menenangkan diri.Sesekali Caramel menoleh ke arah gadis di sampingnya namun gadis itu terlihat fokus pada bukunya.Caramel ingin menyapa gadis tersebut, namun ia merasa tidak nyaman mengganggu seseorang yang sedang fokus.
Beberapa saat kemudian si gadis berambut pendek itu pun menoleh ke arah Caramel. Sebenarnya gadis itu menyadari bahwa Caramel sempat meliriknya beberapa kali, gadis itu juga sebenarnya ingin menyapa Caramel, tapi ia juga tak punya keberanian untuk menyapa Caramel lebih dulu.
"Kenapa tidak ke kantin?"akhirnya ia membuka
Suara
Caramel sontak terkejut dengan dengan teguran orang di sebelahnya,pasalnya gadis itu terlihat seperti seorang introver yang hanya suka menyendiri
"t-tidak"balas Caramel ragu ragu
"kenapa?"tanyanya
"Aku tidak lapar"
Gadis itu mendengus"Benarkah?"tanyanya tak percaya
"aku tau kau tidak berani"lanjutnya
merasa telah ketahuan berbohong karena hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"Aku akan ke kantin,apa kau mau ikut?"ajak gadis tersebut
"Apa aku boleh ikut dengan mu?"Caramel berusaha memastikan
Gadis itu membalas dengan anggukan
●
●
●
"Siapa namamu?"tanya Caramel
"Katrina"balasnya singkat
"Nama yang bagus"puji Caramel
"Namamu juga unik"balas katrina
terlalu asyik berbincang tak sadar mereka sudah tiba di kantin,sesampai di kantin keduanya pun segera mengambil makanan mereka,tak butuh waktu lama sesudah selesai Caramel dan Katrina segera mencari tempat duduk untuk di tempati tentunya.
"Ayo duduk di meja ujung"ajak Katrina
"ayoo"balas Caramel dengan girangnya
Di meja lain terlihat beberapa gadis memperhatikan mereka
"Kau lihat itu,bukan kah mereka sangat cocok "
Ujar Gisselle
"Sampah hanya pantas berteman dengan sampah"timpal Marsya
"aura orang miskin memang berbeda"ejek Violet
"Apa orang miskin pintar semua"Gisselle tiba tiba bertanya
"Buktinya kedua orang itu pintar meski dari keluarga miskin"lanjutnya
"Sebenarnya mereka hanya memaksakan diri saja"balas Violet
"Agar tidak berada satu tingkatan dengan mereka berhentilah membicarakan mereka, jangan membandingkan didi dengan mereka kita punya segalanya jadi kita tidak sebanding dengan kita,orang orang kecil seperti mereka tidak akan pernah terlihat meski mereka berusaha" jelas Marsya
●
●
●
Jam istirahat berlalu saatnya bagi seluruh
siswa/wi untuk melanjutkan pelajaran.
Di kelas 2-1
"selamat siang anak anak"ujar seorang guru laki laki bernama Trevor
"selamat siang pak"sahut semua murid di kelas itu
"Baiklah,hari ini kita akan mempelajari meteri baru jadi harap fokus saat mendengarkan penjelasan" ujar sang guru
'Sepetinya dia guru dari luar negri,wajahnya tidak terlihat seperti orang asia'batin Caramel
Proses belajar mengajar berlangsung semua murid di kelas tersebut nampak fokus pada layar yang berada di depan kelas sepertinya mereka memang sangat peduli dengan nilai mereka tak ada satu pun murid yang tertidur atau berbicara,sungguh sekolah yang menakjubkan semua murid nampak bersaing memperebutkan nilai tertinggi.
...Terkadang hal yang terlihat menakjubkan juga mengerikan...