Dulu mencintaimu tidak ada dalam rencanaku. Namun suatu hari dengan alasan yang belum aku pahami, Tuhan menempatkanmu menjadi bagian terbaik hati dan pikiranku.
- Alerscha Febrian Dhanurendra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon firefly99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keyla's Birthday
Hampir setiap Jum'at sore, Vy mengunjungi makam kedua orang tuanya. Ia bercerita banyak di depan makam orang tuanya. Vy tahu jika mamanya meninggal tidak lama setelah melahirkan dirinya, namun itu tidak membuat Adnan dan Ryan membencinya.
Sehabis dari makam kedua orang tuanya, Vy minta di antar ke pusat perbelanjaan. Besok malam Keyla ulang tahun. Perempuan cantik itu meminta agar sahabatnya menghadiri acara ulang tahunnya yang diadakan di salah satu hotel.
"Raya, itu adik kamu kan yah?" Geya, sahabat Raya, juga pacar dari Adriel.
Raya melihat Vy yang sedang berjalan sendiri, sesekali ia memperhatikan barang-barang di etalase toko .
"Vyy" teriak Raya tanpa tahu malu.
Vy tersenyum saat menyadari jika Raya yang memanggil nya. Ia kemudian melangkahkan kakinya mendekati Vy. Saat semakin dekat, ia baru menyadari jika ada Geya juga. Mereka belum pernah berkenalan, secara Adriel dan Brian sama-sama tidak menunjukkan kehidupan keluarganya di sosial media. Vy juga yakin, Geya pasti tidak tahu jika Raya adalah kakak kandung Brian.
"Sendirian? " tanya Raya.
"Iya, kak." jawab Vy. Vy kemudian menyapa Geya,
"Halo, kak"
Geya tersenyum.
"Cari sesuatu ?" tanya Raya.
Vy mengangguk.
"Sore nanti Keyla ulang tahun, Vy belum ada kado" jawabnya jujur.
"Ge, kalau misalkan kita temanin Vy dulu nggak apa-apa?" tanya Raya.
"Nggak masalah. Ayo" ajak Geya.
Sebenarnya Keyla tidak ingin tamu undangan nya membawa kado, kehadiran mereka lebih penting untuk menyaksikannya bertambah umur.
"Cocok yang mana kak kalau dipake Keyla?" tanya Vy, ditangan kirinya tas berwarna coklat, sementara ditangan kanannya tas berwarna hitam.
"Keyla pacarnya Adriel itu kan?" tanya Raya.
Vy mengangguk.
"Cocok sih semuanya, kulitnya dia cerah, jadi mau pake apapun pasti cocok. Yang hitam aja" Raya memberikan pendapatnya.
"Okay deh. Terima kasih kak" Vy kemudian membayarnya.
"Dek, makan dulu yah." ajak Raya.
"Geya udah lapar"
Vy meringis.
"Sorry kak" ia merasa tidak enak sudah membawa kedua orang di depannya berkeliling dalam keadaan lapar.
"Santai" ucap Geya.
Di tempat makan, mereka duduk di pojok, sehingga mereka dengan leluasa bisa melihat orang-orang di dalam sana.
"Penjualan lo kemarin naik drastis, By" ucap seorang perempuan.
"Hooh, hasil dari panjat sosial, menjadi pacar pemain bola yang sedang dalam masa keemasannya " perempuan lain menimpali.
Ketiga perempuan itu kompak melihat sumber suara, Geya tentu hapal dengan suara Beby, beberapa kali mereka bertegur sapa saat menonton pertandingan.
Dada Raya bergemuruh, ingin rasanya ia menampar wanita disana yang asyik tertawa. Diam-diam ia merekam dua wanita di meja sebelah.
Vy memegang sebelah tangan Raya, seolah menguatkan perempuan yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri.
"Kok dia bisa bucin begitu? Bagi tips lah" ucap perempuan yang rambutnya blonde.
Nampak Beby menaikkan kedua bahunya acuh,
"Karena gue cantik lah. "
"Tapi serius, lo mesti berterima kasih ke dia, karena dia, sekarang lo udah terkenal dan jadi influencer."
"Ngapain juga harus berterima kasih? Dia pacar gue, suka-suka gue dong "
"Gimana dengan John?"
"Ya jalan juga sama dia. Dia ngerti kok, semua yang gue lakuin demi kebaikan kita bersama. Saat tiba waktunya nanti, gue akan melepaskan Brian" jawab Baby dengan santainya.
Seorang pelayan datang membawa pesanan mereka. Raya dengan cepat mengambil ponselnya dan memasukkan nya ke dalam tasnya.
Geya tadi sedang sibuk berbalas WhatsApp di ponselnya, sehingga tidak terlalu memperhatikan apa yang Raya lakukan. Bahkan ia masa bodoh dengan obrolan dua perempuan yang ada di meja sebelah.
✨✨✨
"Pulangnya jangan terlalu larut yah" pesan Ryan kepada adiknya yang sedang di make up oleh Alena.
"Iya kakak" Vy menimpali.
Alena juga menjadi hair do untuk adik iparnya. Ia cukup ahli di bidang tersebut, karena saat di panti dulu, ia selalu melakukannya kepada adik-adik panti.
"Dah selesai, dek. Cermin dulu coba" beritahu Elena.
Vy kemudian melihat pantulan dirinya di cermin.
"WAW" kagumnya.
Ternyata kakak iparnya sangat bisa diandalkan.
"Suka?" tanya Alena.
"Suka benget " Vy mengangguk.
Di atas adalah model rambut Vy. Ia mengenakan dress sederhana pilihan Ryan. Lelaki itu turun tangan sendiri dalam memilihkan pakaian untuk adiknya.
"Kurang pangeran nya nih" goda Ryan. Meskipun terbilang cukup posesif, Ryan tentu tidak melarang adiknya jika saja adiknya mau merajut kisah cinta.
"Kakak ih" Vy memukul pelan lengan kakaknya.
Ryan dan Alena tertawa.
"Om John udah siap di depan. Ingat, pulangnya jangan terlalu larut" Ryan mengecup kening adiknya saat adiknya mencium punggung tangannya.
Vy juga tak lupa mencium punggung tangan Alena.
"Bye-bye kakak, bye-bye baby" remaja itu juga mencium perut besar Alena.
Ya, Alena sedang hamil. Kehamilannya sudah memasuki 35 weeks.
Ryan mengantar adiknya hingga di teras, melihat adiknya masuk ke dalam mobil, hingga mobil itu berjalan.
Vy sudah janjian dengan Yuki dan Rose, mereka berdua menunggu di lobi hotel. Ternyata sudah banyak orang yang datang. Dress code nya adalah putih pink.
"Temannya Kayla?" tanya seorang lelaki saat mereka didalam lift.
"Iya" jawab Rose singkat.
Di dalam lift, ada 4 orang lelaki yang bersama mereka. Keempatnya adalah teman dari Dylan.
"Gue Athar"
"Gue tahu" timpal Rose lagi dengan kalimat singkatnya.
Yang lain tertawa melihat ketidakberdayaan Athar. Mungkin jika di depan gadis lain, ia akan menjadi center.
"Kasian buaya kita" ucap Rafardan.
"Hooh, kasian banget" Gibran menimpali.
"Bacot ihh" ucap Rose sebelum keluar dari lift.
Keyla memilih rooftop hotel sebagai lokasi perayaan ulang tahunnya. Semua orang tahu siapa Keysa, ia adalah putri tunggal dari seorang pejabat Atlantis. Tapi hal itu tidak membuatnya menjadi pribadi yang angkuh.
"Happy birthday" Vy bercipika cipiki dengan Keyla.
Rose dan Yuki juga melakukan hal yang sama.
"Foto dulu lah" ajak Yuki.
Keyla memanggil fotografer yang disiapkan nyokapnya. Keempat perempuan itu menjadi center malam ini.
"Circle cewek lo lumayan juga" ucap Athar ke Dylan, sambil melihat empat gadis itu adu gaya ke kamera.
"Iya lah. Yang di ujung sana anak dokter spesialis bedah" tunjuknya pada Yuki.
"Nah, disebelahnya, kalau nggak salah, nyokapnya dia pejabat deh" tunjuknya pada Rose.
"Kalau yang ujung sini, yang dekatnya Keyla, dia anak pengusaha kata Keysa " yang dimaksud adalah Vy.
Acara tiup lilin akan segera dimulai. Dylan berdiri di sisi Keyla, bersama kedua orang tua gadis itu. Tamu undangan yang hadir kompak bernyanyi, mengiringi Keyla meniup lilin.
"HOREEE" tepuk tangan yang lain saat lilinnya sudah mati.
Potongan kue pertama tentu saja Keyla berikan kepada nyokapnya, kemudian bokapnya. Potongan selanjutnya ia berikan kepada Dylan .
"Happy birthday, girl" ucapnya.
"HUAAAH, SO SWEET" heboh Yuki dan Rose yang berhasil mengabadikan momen di depannya.
sekali lagi maaf ya thor sbb dr awal baru x ni othor ada typo dlm nulis 🙏🏻😊. selebihnya othor hebat👌
makin kesini makin maniiiiis crt nya