Indonesia
NovelToon NovelToon
MENJALIN KONTRAK DENGAN IBLIS

MENJALIN KONTRAK DENGAN IBLIS

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Misteri / Tamat
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: YT FiksiChannel

Kota Bangyu.
Kota Bangyu adalah kota metropolitan dan kotanya para bisnisman dan juga para pelajar yang ingin menuntut ilmu.
Di kafe Green.
Revan dan Rara yang sudah pacaran selama tiga tahun selalu menghabiskan waktu mereka untuk menikmati dan mengobrol ria sambil ditemani kopi panas.
"Sayang, aku membawakan hadiah untukmu, tolong terima." ujar Revan sambil memberi sebuah kotak kecil yang terlihat kumal dan acak-acakan.
Rara yang melihat hadiah dari Revan dengan jijik, namun Rara menerimanya untuk memuluskan keinginannya hari ini.
"Revan, aku ingin kita putus." pinta Rara.
Rara mengajak Revan ketemuan di kafe hari ini hanya untul satu tujuan, yaitu meminta putus.
"Apa? Kamu ingin apa, sayang?" tanya Revan.
Revan bagai disambar petir siang bolong saat mendengar Rara ingin putus, namun dia berusaha tenang dan berharap dia hanya salah dengar.
Selanjutnya dibaca ya :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YT FiksiChannel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

No 2

Rami bersuka riang sambil bersiul dan melompat-lompat di jalan gang tersebut, dia sangat senang karena berhasil membunuh pria yang menjadi penyebab kesuciannya dirampas secara paksa.

"Ketika membunuh pria gemuk itu aku tidak merasakan apapun, tapi kenapa sekarang aku puas ketika membunuh bajingan itu?" tanya Rami kepada dirinya sendiri sambil mengelus dagu seakan berpikir.

"Ah sudahlah, lagipula itu tidak penting, hehe." Rami kembali menunjukkan senyum bahagia dan menyelusuri jalan gang sempit tersebut dengan bersuka riang.

"Sepertinya kamu sangat bahagia hari ini?" ujar Revan dibalik kegelapan secara tiba-tiba dan mengejutkan Rami.

"Heee, kamu menemukanku..., tampan." Rami tersenyum dan seluruh badannya menoleh ke kanan dan menemukan Revan yang perlahan keluar dari kegelapan malam.

Revan keluar dengan tersenyum ramah kepada Rami yang melihatnya dengan tatapan tidak bersalah dengan senyum yang menghiasi wajah cantik Rami yang disinari cahaya bulan.

"Jadi..., kamu ingin apa? katakan secara singkat, karena aku memiliki kerja malam disebuah restoran tidak jauh dari gang ini." ujar Rami dengan santai kepada Revan.

Revan menghela nafas berat. "Kembalikan dompetku yang kamu curi." ujar Revan meminta dompetnya kembali dengan kalem.

"Dompet..., kah?" Rami pura-pura tidak mengerti maksud dari Revan.

Rami terdiam dan tenggelam dalam pikirannya, dia tidak menyangka Revan akan menemukannya secepat ini, dia juga berpikir apakah Revan melihat dia membunuh orang beberapa saat lalu.

"Kenapa? apakah kamu takut aku mengetahui bahwa kamu membunuh orang tadi?" tanya Revan dengan santai.

"Sudah kuduga, dia melihatku." ujar Rami dengan senyum sambil memukul telapak tangannya.

"Jadi... dimana dompetku?" tanya Revan kembali dengan menatap mata Rami yang kini terlihat melototinya, itu terlihat mengerikan bagi Revan.

Rami tanpa basa-basi langsung menyerang Revan untuk membungkamnya, namun siapa sangka bahwa dia akan tertebas dan hampir terpenggal oleh serangan seseorang yang tiba-tiba muncul ditengah-tengah dia dan Revan.

"Ini...," Revan juga kaget bahwa ada orang yang mengintervensi konflik yang akan terjadi antara dia dan Rami sang pencopet.

"Kurang ajar...., siapa kamu?" tanya Rami dengan sorot mata tidak rela menatap sang pembunuh yang memakai topeng yang menutupi setengah wajahnya.

"Apakah kamu tahu iblis mana yang memperkosa dan membunuh seorang pelayan di hotel baru-baru ini?" tanya orang itu yang tidak lain Waharja, kini dia dikenal sebagai no 2 menggantikan sang guru yang sudah pensiun dari semua kegiatan yang menyangkut para dukun atau iblis.

"Apa maksudmu? aku ....," Rami ingin menjawab, namun tebasan dari no 2 menghentikan suaranya dengan kepala yang terpenggal.

"Dasar tidak berguna!" ucap no 2 dingin dan pergi setelah meludahi kepala Rami yang terpenggal.

Para pengguna iblis memiliki regenerasi yang sangat kuat, namun itu tidak berguna jika kepalanya terpenggal atau jantungnya hancur ditusuk pedang.

Revan sedari awal hingga no 2 pergi hanya diam ketakutan melihat kebrutalan no 2 yang membunuh Rami tepat dihadapannya, karena meskipun dia pengguna kekuatan iblis tetap saja dia memiliki rasa takut menghadapi situasi yang mengerikan itu.

"Sepertinya aku harus melupakan foto keluargaku." Revan menghela nafas kecewa dan sedih.

Revan yang sedih kembali ceria setelah mengingat bahwa handphone yang digunakan untuk foto keluarga adalah handphone miliknya.

"Kenapa aku begitu bodoh, hahaha." Revan tertawa canggung walaupun dia hanya sendiri disitu, tentunya dengan mayat Rami yang terpenggal.

Revan yang tertawa senang karena mengingat bahwa foto keluarga ada di handphone, langsung terdiam ketika mengingat pertanyaan yang dilontarkan no 2 kepada Rami sebelum membunuhnya.

"Itu berarti... dia mencariku?" tanya Revan pada dirinya sendiri sambil bergidik ngeri, lalu langsung kabur dari lokasi dengan langkah tenang, namun sebenarnya dipenuhi rasa takut dan cemas.

Keesokan harinya.

Mayat Rami yang terpenggal menjadi berita yang paling menghebohkan seluruh ibukota, karena kebetulan orang yang menemukan Rami adalah seorang reporter sebuah stasiun tv terbesar di ibukota. Reni yang sedang bersiap ke kota Bangyu langsung mengurungkan niatnya ketika mengenali tubuh dan pakaian Rami, terlebih Rami tidak pulang-pulang.

"Rami...., hiks, hiks." Reni langsung berlari dan memeluk jasad Rami yang sedang digotong beberapa tenaga medis, Reni tidak takut dengan kondisi yang Rami alami, dia hanya merasa sedih.

"Bocah itu tidak pernah berubah sama sekali, dia selalu membiarkan jasad dukun ditemukan orang lain setelah membunuhnya." komentar no 2 dengan tak berdaya ketika tak sengaja menonton berita tersebut, no 2 bahkan sampai menyemburkan kopi yang baru saja dia hirup.

Para pembasmi dukun atau iblis dari organisasi Fajar Nusa memiliki aturan yang ketat, dimana salah satu aturan itu adalah membersihkan para dukun beserta mayatnya tanpa meninggalkan jejak sama sekali agar tidak menghebohkan masyarakat dan menimbulkan kekacauan.

"Kamu kembali Waharja maksudku no 2, lihatlah apa yang telah kamu perbuat." ujar no 2 menegur Waharja yang baru datang setelah semalam suntuk membasmi beberapa dukun.

"Ah, aku tidak suka bersih-bersih mayat, itu menyita waktuku, jadi maaf saja." balas no 2 dengan memijit tengkuk lehernya yang pegal-pegal sambil berlalu pergi menuju kamar anaknya yang kini dirawat oleh seorang perawat sekaligus ibu susu anaknya.

No 2 yang sudah sepuh itu menghela nafas berat, lalu berbagai berita temuan mayat terpenggal bermunculan dan setidaknya ada 13 berita serupa yang ditemukan di berbagai tempat.

Hotel tempat Revan menginap.

Revan yang semalam suntuk bersembunyi karena ketakutan, kini semakin ketakutan ketika melihat berbagai berita mayat terpenggal yang bermunculan di berbagai tempat kejadian dan salah satunya berada di tempat dia dan Rami bertemu.

"Pembunuh berantai apa? dia seorang pemburu iblis, sialan!" teriak Revan frustrasi ketika melihat judul di beberapa acara analisis tentang berita heboh tersebut.

"Sial!"

"Sial!"

"Sial!"

Revan pada akhirnya mengurung diri selama hampir lima hari di kamar hotel tersebut, Revan baru berani keluar ketika Luci terus memprovokasinya dengan berbagai sebutan, dari pengecut, penakut, menjadi wanita saja, hingga Revan dimaki sebagai pria berjiwa wanita oleh Luci.

Pada awalnya Revan masih takut untuk keluar, namun tiga hari kemudian Revan kembali normal dan tidak takut, karena Revan merasa no 2 tidak mencurigainya sama sekali, Revan semakin yakin ketika Luci mengatakan bahwa no 2 tidak mengetahui bahwa dia memiliki kekuatan iblis, itu dibuktikan ketika Revan dan no 2 tidak sengaja berpas-pasan bertemu di sebuah jalan gang.

Revan yang merasa lega kembali melakukan penyelidikan tentang sindikat mafia Epsona untuk melancarkan misi balas dendamnya, Revan kini sudah berada disebuah bar yang cukup terkenal di ibukota dan kebetulan bar itu adalah usaha legal milik mafia Epsona.

"Tambah!" teriak Revan meminta bir tambahan kepada pelayanan.

Seorang wanita cantik dengan pakaian minim datang dan langsung menuangkan segelas bir sambil tersenyum menggoda kepada Revan yang sudah setengah mabuk.

"Halo wanita cantik..., hehe." ucap Revan dengan cegukan akibat terlalu banyak minum.

"Halo juga tampan." jawab wanita itu genit kepada Revan sambil mendekat dan duduk di ************ Revan, hingga membuat nafsu birahi Revan meronta-ronta..

"Kamu begitu agresif cantik.., tapi aku suka hehe." ujar Revan sambil mengelus-elus paha wanita itu dengan lembut.

"Apakah kamu butuh tips tambahan cantik? jika kamu butuh aku bisa memberikannya asal kamu menjawab beberapa pertanyaanku." tanya Revan yang mulai menjalankan tujuannya datang ke bar tersebut.

Wanita itu sangat senang mendengar ucapan Revan tersebut, wanita itu langsung menggigit telinga Revan dan berbisik.

"Tentu saja, selama aku mengetahuinya, tampan." bisik wanita itu dengan nada menggoda. Revan tersenyum puas mendengar jawaban tersebut, senyum puasnya bahkan mampu menekan nafsu birahinya.

1
Rivaldo
Jangan Maruk nian bang, gila ntar, mikirin tiga plot untuk tiga cerita
🌻Ruby Kejora
Hai kk q mampir dan fav karya ini. 😊
YT FiksiChannel
y
Kapten Muda
Hmzzzz
Kapten Muda
Ya, ada apa bang?
YT FiksiChannel
Jhalang!
Kapten Muda
tiga
Kapten Muda
dua
Kapten Muda
aku
Kapten Muda
Satu
Kapten Muda
empat belas
Kapten Muda
tiga belas
Kapten Muda
dua belas
Kapten Muda
sepuluh
Kapten Muda
sembilan
Kapten Muda
delapan
Kapten Muda
tujuh
Kapten Muda
enam
Kapten Muda
lima
Kapten Muda
empat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!