Menceritakan tentang dua wanita yang menjadi istri dari Bian Hardika. Pria tampan berusia 32 tahun
Alexa wanita yang memiliki penampilan sederhana berusia 25 tahun menjalin hubungan bersama Bian selama delapan tahun. Di saat hari jadi pernikahannya yang kedua tahun, Bian dan Alexa memilih untuk membuat acara syukuran sekaligus kehamilan Alexa memasuki usia tujuh bulan.
Namun, tiba-tiba seorang wanita cantik dan seksi mengacaukan acara mereka dan mengatakan jika ia dan Bian sudah menikah lima tahun lalu dan memiliki anak perempuan bernama Zee, berusia empat tahun. Tanpa sepengetahuan keluarga Bian
Alexa tidak percaya, ia mengira jika dirinya adalah wanita satu-satunya.
Alexa dan Xierra menganggap jika mereka adalah istri pertama Bian. Lalu, siapakah orang ketiga di antara Xierra dan Alexa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sangrainily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagaimana Keadaan Alexa?
''Kamu bisa meminta maaf nanti, lagipula untuk apa kamu minta maaf kepadanya mas?'' Alexa berteriak dengan sangat kesal. Bian yang takut kandungan Alexa kenapa-kenapa memilih mengalah dan meminta maaf ''Maafkan mas sayang, tolong tenangkan diri mu!''
Xierra mendengar dari balik pintu, menahan suara isakan tangisnya. Bian terdengar seperti orang yang sangat ketakutan di saat alexa marah atau menangis.
''Ada apa ini? Kenapa suara Alexa terdengar sampai bawah? Dirumah ini bukan hanya kita yang tinggal, namun para pelayan, supir, tukang kebun juga. Mereka bisa mendengar dan mengapa kalian membuat keributan yang akan orang tahu? Kalian bisa bicarakan ini dengan baik-baik di dalam kamar, dengan tenang bukan dengan cara berteriak!'' Cinta terlihat kesal, kedamaian di rumahnya sepertinya telah mati.
''Mama tahu apa yang anak mama lakukan? Dia masuk ke dalam kamar wanita murahan itu!''
'Cukup Alexa!' bentak Bian membuat ia kaget ''Mas membentak aku hanya karena wanita murahan itu?''
''tolong jangan uji kesabaran ku Alexa, wanita yang kau sebut murahan itu adalah istri ku! Dia wanita baik bukan seperti yang kau katakan!''
"Baik-baik mas bilang? Jika dia baik-baik tidak akan mungkin dia mau hamil di luar nikah mas! Dia enggak akan mau melakukan hal menjijikan itu sebelum menikah bahkan sampai hamil anak haram!"
Plak!
Kesabaran Bian sudah habis di buat oleh Alexa, ia menampar istrinya untuk pertama kali "Jangan pernah kau mengatakan anakku dengan sebutan seperti itu, aku diam di saat kamu menghina Xierra karena mas tahu, jika mas yang bersalah. Kamu bisa marah kepada mas, kepada Xierra namun tidak kepada anak mas!"
Alexa menangis memegang pipinya yang memerah, lalu pergi "Pergi lah, bahkan pergi sekalian ke rumah orang tua mu, tapi jangan pernah kembali, aku menalak satu kau Alexa dan setelah anak itu lahir kita akan berpisah secara resmi," Alexa dan yang lainnya merasa terkejut dengan ucapan Bian
''Kenapa di saat Xierra melakukan kesalahan mas tidak menalaknya? Tapi aku? Sekali membuat kesalahan mas langsung menceraikan aku?'' Alexa menangis dan merasa tidak terima dengan keputusan suaminya.
''Kamu jahat!'' ia pun menuruni anak tangga dengan berlari, hal itu membuatnya terpleset
"Alexa!"
semua berteriak dan berlari ke arahnya, begitu juga dengan Xierra. Awalnya Xierra ingin meminta Bian menarik kata-katanya itu dan tidak mengambil keputusan di saat marah.
"alexa, bangun sayang! maafkan aku sayang, aku telah menyakiti mu," segera Bian menggendong tubuh Alexa, membawanya kerumah sakit.
Xierra ingin ikut namun Bian melarangnya "Jangan mendekat dengan istri ku! Se-sebaiknya kau di rumah saja menjaga Zee!" Xierra hanya mengangguk, Bian dan keluarganya membawa Alexa ke rumah sakit terdekat.
"bertahan lah sayang! Semua akan baik-baik saja, mas sangat menyesal, mas bodoh karena sudah memarahi kamu seharusnya mas tidak marah di saat kamu marah, mas seharusnya memahami kamu, memahami rasa sakit dan penderitaan kamu karena ulahg mas sendiri"
Bian semakin merasa bersalah, ia hanya merasa bersalah kepada Alexa saja. Dan tetap saja, perasaan Xierra tidak pernah penting baginya.
*******
Di rumah, Xierra berdoa untuk keselamatan Alexa dan anaknya "Ya tuhan, tolong selamatkan ibu dan anak itu, aku tidak ingin sesuatu terjadi kepadanya,"
Tiada henti Xierra berdoa untuk keselamatan Alexa, walau Alexa sering kali mengatakan hal-hal yang menghina dan menyakitinya namun Xierra tidak pernah membencinya. Memang, ia juga sering melawan pendapatan Alexa namun berbeda pendapat bukan berarti harus membenci.
Xierra terlihat cemas, Shiena mendekatinya "Mbak, kenapa mbak terlihat sangat cemas? Padahal kak Alexa selalu saja mengganggu mbak?" Xierra menoleh ke arah adik iparnya "Sayang, jangan melakukan hal yang sama seperti orang lakukan kepada kita. Kita mungkin sangat perlu membela diri, namun jangan pernah ada dendam atau benci kepada orang ya? Enggak masalah kalau kita merasa sakit, sedih dan kecewa namun itu bukan alasan membenci. Sebaiknya sekarang kita mendoakan Alexa dan anak yang ada di kandungannya,"
Sheina mengangguk, ia pun tersenyum dan bersyukur memiliki kakak ipar seperti Xierra "Mbak cantik, bukan hanya di luar namun cantik di dalam!"
"Kamu juga!" Xierra memegang pipi Sheina dengan lembut.
*********
Dokter mengatakan jika Alexa harus di operasi "T---tapi, usia kandungannya belum pas untuk melahirkan dokter?" Ujar Bian yang terlihat panik. Namun, ini harus segera di lakukan untuk keselamatan keduanya.
Bian setuju, menandatangani surat yang diberikan oleh dokter. "Dokter, tolong berikan yang terbaik untuk istri saya! Lakukan apapun caranya dokter tolong!"
"Kami akan melakukan yang kami bisa, anda jangan khawatir!" Dokter segera pergi, untuk menyiapkan operasi sesar yang akan di lakukan oleh Alexa.
Terdengar langkah kaki yang berlari dari koridor rumah sakit "Alexa!" Rosa ibunya Alexa pun menghampiri "Apa yang sudah kamu lakukan terhadap anak saya? Mengapa anak saya bisa jatuh, apakah istri simpanan kamu yang mendorong anak saya? Pasti iya kan? Di mana wanita murahan itu!"
"Tolong tenangkan diri mbak Rosa dahulu! Ini semua bukan kesalahan Xierra. Sebaiknya kita berdoa untuk operasi yang akan di lakukan Alexa!" Ujar cinta, ia membela menantunya Xierra karena memang itu bukan kesalahan Xierra
Rosa menangis, berdoa untuk keselamatan anaknya "Ma, mama harus tenang! Mama jangan seperti ini!"
"Bagaimana mana bisa tenang, Bintang? Adik kamu di dalam sana sedang mempertaruhkan nyawanya? Bagaimana mama bisa tenang!" Bintang, kakaknya Alexa pun menenangkan sang ibunda.
"Tapi saat ini Alexa membutuhkan doa dari mamanya tersayang, bukan air mata!" Rosa terdiam, menghapus air matanya "Kamu benar nak, saat ini adik kamu lebih membutuhkan doa mama, lagipula apa yang bisa di harapkan dari suaminya yang pengkhianat ini?" Rosa menatap Bian dengan sinis, Bian hanya menunduk.
Ia merasa bersalah, mengapa ia harus membuat Alexa menderita? Andai saja ia tidak membawa Xierra masuk ke dalam kehidupan mereka mungkin semua tidak akan pernah terjadi seperti ini.
Bian menangis, ia khawatir dengan kondisi Alexa, apalagi tadi ia sudah mengeluarkan talak untuk istrinya dan itu yang membuat Alexa terjatuh.
Suasana di rumah sakit masih sangat tegang, karena operasi belum juga selesai. Dan tidak ada dari tim medis satu pun yang memberitahu gimana keadaan di dalam
Ini bukan yang pertama kalinya untuk Bian menghadapi situasi operasi sesar. Dahulu, Xierra juga seperti ini saat melahirkan Zee namun kenapa perasaan Bian sekarang tidak tenang? Seakan ada yang akan hilang dari dirinya
Ia tidak mau kehilangan Alexa dan bayinya, bahkan Bian berjanji tidak akan menyakiti Alexa lagi. Ia akan berusaha untuk menjaga perasaan Alexa karena ia tahu kemarahan Alexa itu memang tidak salah. Ini semua karena pengkhianatan yang sudah ia lakukan "Bertahan lah sayang, demi aku dan anak kita. Aku tidak sanggup kehilangan mu, kau dunia ku sayang!" Gumam Bian, ia mengutuk dirinya sendiri
Mengapa dirinya bisa kehilangan kendali seperti tadi? Hanya karena membela Xierra ia sampai menalak Alexa, wanita yang sudah menjalani hubungan selama delapan tahun dengannya.
Ia berpacaran dengan Alexa selama bertahun-tahun lamanya, namun brengseknya dia mengkhianati cinta Alexa hanya karena melihat Xierra jauh lebih cantik dan sempurna. Namun di saat ia sudah bersama Xierra, ia tidak bisa meninggalkan Alexa padahal ia sudah memiliki anak dengan Xierra, namun tetap memutuskan menikah dengan Alexa.
Bahkan Bian tidak bisa memilih di antara salah satunya. Cinta memberikan sebotol air mineral kepada sang anak "Minum lah nak!"
"Ma, Alexa akan baik-baik saja kan?" Bian menatap mamanya, cinta mengangguk "Percaya semua akan baik-baik saja nak! Kamu jangan khawatir, sebaiknya kamu tenang dan minum lah!"
Bian mengangguk, meneguk minum itu perlahan setelah Bian selesai minum, cinta mengambil kembali dan meletakkannya di sisi lain.
"Kamu harus tenang, jangan khawatir seperti ini. Semuanya akan baik-baik saja kita akan menunggu dokter hingga operasinya selesai,"
pokus dong thor
semangaaat
yg benar aja
sebenarnya siapa pemeran utamanya kok seakan2 mendukung penghianat sic...