Menceritakan seorang gadis yang bernama Monica bersama temannya yang bernama Evan. Mereka memiliki kekuatan dan tidak sengaja memasuki pesawat luar angkasa hingga terbang jauh di angkasa. Mereka berpetualang kesana-kemari, demi mendapatkan jalan cara mengendalikan kekuatannya itu.
Penasaran? langsung aja baca, dijamin seru dan tidak membosankan jangan lupa Follow ya!
Selamat Membaca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Esmeralda Astro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 12:Semuanya terungkap
Kemudian, mereka pun langsung ingin segera pergi dari sana, tetapi, mereka mendapat sebuah signal radar bahwa ada sebuah ruang bawah tanah disekitar istana milik Zhask. Mereka pun segera menuju kesana, karena mereka ingin mencari tahu ruangan apakah tersebut.
“Mon! Radar mengatakan bahwa disekitar istana tadi ada ruangan aneh, ayo kita kesana” Ujar Yve.
“Hah? Dimana?” Tanya Monica.
“Belum tau, tapi katanya ada” Jawab Yve.
“Kita harus kesana dan selidiki, apakah ruangan tersebut berbahaya, atau tidak” Ujar Evan.
“Ayo kita kesana!” Ajak Yve.
“Ayo!” Ucap Evan dan Monica.
Setelah itu, mereka pun menuju keruangan tersebut dan mencari tahu ruangan apa yang ada di sekitar istana tersebut.
***
Sesampainya mereka disana, mereka tidak melihat ada satupun ruangan tersembunyi, melainkan sebuah tombol yang kalo ditekan, akan memunculkan sebuah perangkap yang tidak tau dari arah mana.
“Lah? Kok gak ada apa-apa sih? Katanya ada ruangan rahasia?” Tanya Monica kebingungan.
“Iya ya? Padahal dekat radar itu adaloh, kok disini gak ada ya?” Tanya Yve.
“Hmm, tapi, itu tombol apa?” Tanya Evan.
“Kan ada tulisannya itu, coba dibaca” Jawab Yve.
“Disini katanya, ini adalah tombol yang dapat memunculkan perangkap dari arah yang tidak dapat diketahui” Ujar Evan.
“Heh! Jangan ditekanlah, seram juga itu” Ujar Monica.
“Tapi......, yaudah lah” Ujar Evan bingung.
Mereka pun kebingungan harus melakukan apa, tetapi, tombol tersebut sangatlah mencolok dan Evan merasa ingin menekan tombol tersebut.
“Yve, kau ngerasa gak kalo tombol itu aneh? Kayak, masa ada sih tombol kayak gitu disini? Biasanya kalo perangkap kan tombolnya ada didalam kan?” Tanya Evan.
“Iya juga ya? Mon, coba sini dulu” Jawab Yve sambil memanggil Monica.
“Apa? Kenapa?” Tanya Monica.
“Itu kayaknya bukan tombol perangkap kayaknya, soalnya kalo tombol perangkap itu harusnya ada didalam istana tersebut bukan diluar kan?” Tanya Yve.
“Hmm, coba tekan, mana tau itu jebakan lagi” Jawab Monica.
“Hiih! Lo aja lah Mon, aku takut” Ujar Yve.
“Oke”
“Tit!” Bunyi tombol ditekan.
Setelah menekan tombol aneh tersebut, tiba-tiba saja muncul sebuah ruang rahasia di dalam tanah.
“Ngiiiiikkk!” Bunyi sebuah pintu terbuka.
“Aaaaaa! Jangan bunuh kami!” Ujar mereka bertiga.
“Lah? Kok gak ada apa-apa?” Tanya Monica.
“Eh, itu ada pintu disana!” Ujar Evan sambil menunjuk kearah bawah tanah.
“Dimana? Eh iya, ayo kita masuk” Ujar Monica.
“Tapi, kita harus hati-hati, kita belum tau ada apa dibawah sana” Ujar Yve.
“Hmm, benar juga, kita harus hati-hati” Ujar Evan.
“Halah! Kalian penakut semuanya” Ujar Monica sombong.
“Kalo gitu, kau yang paling depan aja lah Mon, aku gak mau didepan” Ujar Evan.
“Yaudah, aku paling depan, kalian dibelakang aku aja” Ujar Monica.
“Sebenarnya aku takut sih, tapi gapapa, demi teman-teman! Aku harus paling depan” Batin Monica.
“Oke!” Ucap Evan dan Yve.
Kemudian, mereka pun memasuki ruangan bawah tanah tersebut. Monica yang berada didepan pun tetap merasakan ketakutan, namun ia tak mudah menyerah, ia tetap memasuki ruangan bawah tanah tersebut walau sedikit takut. Dengan perasaan takut, ia kemudian pun menghidupkan lampu didalam ruangan tersebut, betapa terkejutnya mereka dengan isi ruangan tersebut ialah sisa² pembuatan robot yang gagal.
“Buka lampunya Mon! Aku takut!” Pinta Yve.
“O-oke!” Jawab Monica dengan perasaan takut bercampur gugup.
“Tek!” Bunyi saklar lampu.
“Eh? Ini tempat apa? Kok banyak robot yang rusak?” Tanya Yve.
“Eh, iya ya? Apa jangan-jangan.....” Ujar Monica terdiam.
“Jangan-jangan apa? Jangan bikin takutlah, aku lagi takut nih” Tanya Evan.
“Gak tau juga sih, hehe, aku cuma mau test kalian aja, apakah kalian takut” Jawab Monica dengan menyeringai.
“Hadeh! Punya sahabat gini amat kelakuannya, pengen ku bakar rasanya” Ujar Evan sinis.
“Udah! Jangan bertengkar, sekarang kita cari tahu dari mana asal robot-robot ini” Ujar Yve.
“Hmm, sepertinya ini perbuatan Zhask deh kayaknya” Ujar Monica.
“Kita cari tahu dulu” Ujar Evan.
Kemudian, mereka pun mencari tahu semua tentang robot-robot tersebut. Ternyata, ini semua adalah perbuatan Retakka, yang membebaskan Zhask adalah Retakka dan semua robot ini adalah perbuatan Retakka yang ingin membuat Veroz dan Agnes tetapi ini versi yang gagal tersebut. Dan sudah dari awal Retakka lah yang menghasut Zhask untuk berbuat jahat kepada Yve, dan dia juga yang merubah ingatan Zhask seolah-olah bahwa Yve lah musuhnya dan Retakka lah teman sejatinya yang menolongnya saat ia di buang ke dimensi lain. Yve sangat terkejut saat melihat semuanya di komputer utama didalam ruangan tersebut.
“A-apa!? Jadi semuanya ulah Retakka?! Aku tak akan memaafkan Retakka” Ujar Yve emosi.
“Kenapa Yve? Kok kayak emosi gitu?” Tanya Evan.
“Semuanya ulah Retakka Mon! Semuanya ulah dia, aku menyesal” Jawab Yve.
“Ulah apa? Kalo ngomong jangan setengah-setengah dong” Ujar Monica.
“Jadi gini....” Ucap Yve menceritakannya.
Setelah itu, Yve pun menceritakan semuanya yang dia liat didalam komputer utama tersebut.
***
Tak lama kemudian, mereka pun segera menuju kearah pesawat mereka dan pergi dari planet tersebut.
“Udah, biarin aja dulu, kita ke pesawat aja dulu yuk!” Ajak Monica.
“Hiks Hiks Hiks! Oke!” Ucap Yve sambil menangis.
“Yok Van, kita ke pesawat!” Ajak Monica.
“Oke!”
“Hmm, kok robot ini keliatan oke oke aja ya? Nanti aja lah ngomong nya sama mereka” Batin Evan.
Kemudian, mereka pun segera menuju ke pesawat mereka dan pergi dari planet tersebut.
...****************...