Vino selalu merasa hidupnya sudah cukup baik. Pergi kuliah, memiliki pacar, dan kelak mencari pekerjaan sebagai karyawan biasa dengan gaji rata-rata. Hidup dengan tenang dan mudah adalah mimpinya.
Hingga ia sadar bahwa kekuasaan yang cukup dibutuhkan untuk melindungi semua yang berharga baginya.
Vino yang bertekad untuk berubah mulai bergerak dan menemukan bahwa jalannya tak semudah yang ia kira, tetapi ia justru menemukan berbagai misteri yang tidak terduga..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sherr1334, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12.
Mobil Rom yang dikendarai Budi memasuki sebuah gerbang besar yang berlogo huruf ‘R’ dari ‘Rommy’. Di dalamnya terlihat seperti komplek villa dengan taman tengah yang luas dan air mancur yang besar. Di tengah tengah air mancur tersebut terdapat patung ikan besar yang memuntahkan air dari mulutnya.
Budi membelokkan mobilnya ke arah parkiran dan memarkirkannya. Saat ia berhenti, di sisi mobil sudah berdiri seorang pria berpakaian security yang entah datang dari mana. Pria tersebut sigap membukakan pintu mobil untuk Rom dan Shirley yang duduk di belakang Rom. Sedangkan pintu Vino dibukakan oleh Budi.
Security tersebut membungkukkan diri pada Rom setelah ia turun.
“Selamat datang, pak,” ujarnya.
Rom mengangguk, dan mulai melangkah dengan menggerakkan kepalanya ke arah Vino, Shirley, dan Budi. Mereka semua mengerti dan mengangguk. Itu isyarat ‘ikuti aku’.
Saat mereka berjalan Vino semakin sadar bahwa komplek ini benar benar luas dengan bangunan bangunan terpisah yang besar dan tinggi. Shirley yang berjalan di sampingnya menjelaskan bangunan bangunan tersebut. Ada asrama teknik desain, stylist, make-up, bisnis dan pemasaran, dan beberapa hal lain. Mereka sedang berjalan menuju asrama modelling yang berada di bagian belakang.
Setiap asrama memiliki koki dan ruang makan masing masing. Para penghuni asrama bisa keluar untuk berbelanja ataupun berjalan jalan kapanpun mereka mau saat mereka tak memiliki jadwal. Mereka boleh meninggalkan asrama saat sudah memiliki pekerjaan tetap dan memiliki penghasilan yang cukup untuk menghidupi dirinya sendiri.
Tidak ada jangka waktu atau umur disini. Rommy akan mempekerjakan siapapun yang sudah memiliki kelayakan dan kemampuan yang cukup di bidangnya. Tidak ada yang rugi di kedua belah pihak. Bagi Rommy, mereka tak perlu lagi merekrut pekerja dari luar yang tak terjamin kemampuan serta loyalitasnya.
Sepanjang jalan, semua orang yang melihat Rom dan berpapasan dengannya menghentikan jalan mereka dan menyapa yang dibalas Rom dengan anggukan singkat. Dan satu hal lagi yang Vino sadari, Shirley adalah idola disini. Sedari tadi Vino mendengar bisik bisik orang orang membicarakannya, dan kehebohan saat Shirley menolehkan kepalanya serta tersenyum pada mereka. Tak peduli laki laki atau perempuan. Dan tentu Vino juga sadar kalau mereka juga pastinya bertanya tanya tentang dirinya. Pemuda cupu berkacamata yang menarik koper ditangannya sedang berjalan diiringi Pak Direktur dan Nona Bintang.
Siapa dia? Vino mengira ngira seperti itulah sepertinya pembicaraan orang orang yang sekarang sedang berbisik bisik sembari memandang aneh dirinya.
Ia membenarkan kacamatanya gugup dan sedikit menjauhkan tubuhnya dari sisi Shirley. Dengan begini ia mungkin akan terlihat seperti asisten, bukan teman ataupun kenalan yang memiliki hubungan khusus. Setidaknya ia harus menghindari hal hal yang membuat gosip semakin miring dan menjatuhkan nama Shirley.
Mereka tiba di depan asrama 5 tingkat yang diatasnya tertulis kata ‘Modelling’ dalam bentuk huruf huruf timbul balok yang besar. Beberapa orang sepertinya sudah menunggu kedatangan mereka dengan berdiri di depan pintu dan langsung bergerak cepat menyambut dan menyalami Rom, Budi, dan Shirley.
“Apakah ini anak muda yang anda ceritakan, pak?” tanya salah satu dari mereka sambil menunjuk Vino. Rom mengangguk.
“Ya, dialah orangnya. Aku datang kesini hanya untuk mengantarnya. Ingat, ia adalah barang berharga. Mesa depan kita dipertaruhkan dengan kebrhasilannya. Latih ia dengan baik,” perintah Rom.
“Siap pak,” jawab mereka semua serentak.
Shirley menyikut Vino sambil menyeringai.
“Ayah menyebutmu barang berharga. Masa depan kita dipertaruhkan olehmu. Sepertinya ia berharap banyak padamu,” godanya.
Vino hanya memutar matanya. Ia faham betul maksud perkataan pak tua ini tadi. Yang pak tua ini inginkan hanyalah terbukanya cabangnya di Texas, dan untuk itu Vinolah kuncinya. Karena itu ia dianggap barang berharga. Tapi sepertinya orang orang di depannya ini telah salah faham dan menganggap ia memiliki potensi besar.
Terserahlah. Vino tak peduli. Yang akan ia lakukan sekarang adalah melakukan sebaik baiknya apapun yang mereka tawarkan untuk dilakukan.
"Baiklah kalau begitu. Mari, saya akan mengantarmu ke kamarmu," salah satu dari mereka bersiap hendak mengambil koper dari tangan Vino sebelum dihentikan oleh Rom.
"Tunggu. İa akan langsung tinggal di body maker selama 1 minggu."
Semua yang ada disana terlihat terkejut. Vino yang tidak mengerti apapun hanya melihat sekelilingnya dengan ekspresi kebingungan.
"Papa! İa harus melakukan banyak peregangan tubuh terlebih dahulu sebelum kesana!" Shirley mengeluarkan suaranya. İa terlihat khawatir. Tetapi Rom tetap mempertahankan seringainya.
"Hei, anak muda, apa kau memiliki kegiatan olahraga rutin?" tanyanya pada Vino.
"Tidak juga. Aku hanya rutin jogging di hari minggu selama 2-3 jam. Tergantung mood," jawab Vino tak mengerti.
Tiba tiba Rom maju dan menonjok keras perut Vino. Vino yang tak memiliki persiapan apapun terkena telak dan hampir mengeluarkan seluruh isi perutnya. Shirley menjerit tertahan dan langsung berlutut di samping Vino yang memegangi perutnya.
"Sialan! Apa yang kau lakukan?!" umpat Vino. İa membenarkan kacamatanya dan mencoba berdiri denfan susah payah. Shirley mendekat dan membantu menyampirkan salah satu lengan Vino ke bahunya.
"Pelan pelan," bisik Shirley pelan.
Rom justru menyeringai sembari melihat kepalan tangannya.
"Sudah kuduga. Kalian lihat kan?" tanyanya keras pada orang orang di sekeliling mereka yang lantas mengangguk.
"Apa maksud papa? Kenapa kau memukul Vino?!" Shirley jengkel dengan situasi ini.
"Aku hanya melakukan sedikit tes. Dari awal aku sudah menduga kalau tubuhnya bagus. Dan ia juga memiliki stamina yang cukup. İa berhasil menahan seluruh isi perutnya tanpa mengeluarkannya sedikitpun. Selain itu, aku tidak merasakan adanya lemak berlebih di perutnya. Permukaan perutnya yang kupukul keras dan padat. Kalian bisa meletakkannya di Body Maker tanpa khawatir. Dalam satu minggu fisiknya akan siap dan ia akan bisa mengambil langkah lebih lanjut," jelas Rom sambil tersenyum lebar.
"Papa hebat!" Shirley langsung sumringah saat mendengar penjelasan papanya. Vino menolehkan kepalanya heran dan bertanya,
"Sebenarnya tempat apa Body Maker itu?"
Shirley terkikik dan menjawab,
"Artinya tempat pembentukan tubuh, bukan? Tapi itu adalah tahap akhir. Sebelumnya para calon model biasanya diletakkan di lantai gymnastic dan disuruh berolahraga penuh selama 1-2 bulan untuk membentuk tubuh dan menjaga stamina mereka. Saat tubuh mereka telah jadi, mereka akan diletakkan di Body Maker selama lebih kurang 1 minggu. Setelah itu, barulah ia dianggap siap menjadi model. Yang paling penting dari modelling adalah fisik dan stamina. Jika ia gagal dan menyerah dari Body Maker ini, ia akan dikembalikan ke lantai gym."
"Kenapa mereka bisa menyerah hanya dalam 1 minggu?" tanya Vino heran.
"Kau akan tau nanti." Shirley mengedipkan matanya.
*****
Mereka berjalan menuju lantai teratas asrama tersebut. Di depan pintunya tertulis 'Body Maker' dengan tulisan yang jelas. Vino tertegun saat mereka masuk. Lantai ini beratap kaca yang bening nyaris tidak terlihat. Langit biru terlihat jelas diatasnya. Tak ada apapun di lantai ini. Hanya terdapat kabin kabin seperti sepetak kamar kamar kecil tak beratap yang memenuhi tempat. Beberapa pintunya tertutup, tetapi yang lain kebanyakan terbuka. Dari pintu yang terbuka Vino berusaha mengintip dalamnya. Sepertinya ruangan ruangan kotak ini kosong. Tetapi yang membuatnya aneh adalah lantainya. Bukan ubin, kayu, ataupun marmer. Tetapi itu besi hitam. Seperti eskalator datar yang tidak bergerak. Sebenarnya ruangan ruangan apa ini, pikirnya.
"Di salah satu ruangan itulah kau akan tinggal," tunjuk Rom pada Vino.
"Tanpa keluar? Tidak ada apapun di dalamnya," sahut Vino.
"İkuti aku," ajak Rom menuju salah satu ruangan yang terbuka dan memasukinya bersama Vino. Ruangan kotak kotak itu benar benar kosong. Atas mereka langit, bawah mereka lantai eskalator. Tetapi Vino melihat beberapa kenop kenop pembuka di dinding dindingnya. Rom meraih salah satu kenop dan membukanya. Ternyata itu adalah tempat tidur.
"Kau lihat? Seperti ini tempat tidurmu," ujarnya pada Vino yang membenarkan kacamatanya takjub.
Kemudian ia meraih kenop lain yang berada di bagian atas. Kali ini kenop tersebut berfungsi sebagai penutup kabin bagian atas. Di dalamnya terlihat sedikit ruang kecil untuk meletakkan barang barang.
"Kau bisa meletakkan barang barangmu disini. Dan terakhir," Rom meraih kenop lain yang jauh berada di sisi berbeda dan menariknya keluar. Ternyata itu adalah kloset lengkap dengan selang airnya yang menggantung di sisinya.
"Bagaimana?" tanya Rom setelah memasukkan kembali kloset tersebut ke tempatnya.
"Artinya aku tidak akan keluar selama 1 minggu. Bagaimana dengan makananku?" tanya Vino.
"Makanan selau diantar di jam makan. Kau tak perlu khawatir tentang itu. Kau hanya perlu membentuk tubuhmu dengan baik disini."
"Sebenarnya apa yang harus kulakukan disini?" Vino benar benar tidak mengerti.
"Akan kutunjukkan padamu. Ayo ke ruang kontrol."
Mereka berjalan menuju salah satu kabin yang sedikit lebih besar dari yang lainnya. Rom membuka pintu dan memasukinya. Ruangan ini berbeda. Terdapat banyak monitor yang sepertinya menampilkan keadaan setiap kabin dan berbagai tombol yang terdapat di depan mereka.
Vino membenarkan kacamatanya. Batinnya berkata ia harus siap menghadapi hal gila apapun yang disiapkan untuknya.
semangat.
aku mampir bawa like untukmu.
jangan lupa mampir juga ya :)
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
Sukses iya buat karyanya.
Jangan lupa mampir di karya pertamaku. Yang menceritakan seorang lelaki letoy yang selalu ditolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
terimakasih 🙏